Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Iptekes

Studi: Remaja dengan Gangguan Mental Gunakan Media Sosial secara Berbeda

Ahmad
Terakhir diupdate: 14 Oktober 2025 20:44 8:44 pm
Ahmad
Dipublikasikan 14 Oktober 2025 20:43
Bagikan
Bagikan

Temuan ini menegaskan bahwa cara remaja berinteraksi di media sosial mencerminkan kondisi mental mereka—dan memahami pola itu menjadi kunci pencegahan dini dalam kesehatan jiwa remaja

Hidayatullah.com | REMAJA yang memiliki gangguan kesehatan mental menggunakan media sosial dengan cara yang berbeda dibandingkan teman sebayanya yang sehat, menurut riset terbaru University of Cambridge yang diterbitkan di jurnal Nature Human Behaviour dan dilaporkan melalui laman ScienceDaily.

Penelitian ini merupakan salah satu yang pertama menggunakan diagnosis klinis untuk meneliti hubungan antara kesehatan mental dan kebiasaan digital remaja.

Hasilnya menunjukkan, remaja dengan kondisi seperti kecemasan dan depresi lebih sering membandingkan diri dengan orang lain di media sosial, menghabiskan lebih banyak waktu online, serta mengalami perubahan suasana hati akibat jumlah likes atau komentar yang diterima.

Lebih Lama di Media Sosial, Lebih Tak Puas dengan “Teman Online”

Baca Juga

Ketika Gelar Sarjana Tak Lagi Menjamin Masa Depan: Gen Z Mulai Ragu Nilai Kuliah
Jumlah Kasus Penyakit Menular Seksual di Eropa Pada 2024 Mencatat Rekor
Belajar di Waktu Subuh Terbukti Tingkatkan Kinerja Otak dan Daya Ingat
Pembuat Jutaan iPhone Malah Malah Melarang Main HP Berlebihan karena Bahaya
Kecenderungan Beragama Generasi Z Meningkat, Ini Temuan Peneliti

Riset yang dipimpin oleh Medical Research Council Cognition and Brain Sciences Unit (MRC CBU) Cambridge ini menganalisis data dari 3.340 remaja berusia 11–19 tahun di Inggris. Mereka dibagi berdasarkan apakah memiliki kondisi mental yang terdiagnosis secara klinis atau tidak.

Hasilnya, remaja dengan gangguan mental menghabiskan waktu di media sosial sekitar “50 menit lebih lama” setiap hari dibanding mereka yang tidak memiliki gangguan.

Mereka juga cenderung lebih tidak puas dengan jumlah teman online dan merasa kurang mampu mengendalikan waktu penggunaan media sosial.

“Hubungan antara media sosial dan kesehatan mental remaja sering diperdebatkan, tetapi sangat sedikit studi yang benar-benar melibatkan mereka yang sudah memiliki gejala klinis,” kata Luisa Fassi, peneliti dari MRC CBU dan penulis utama studi ini.

“Studi kami tidak menetapkan hubungan sebab-akibat, tetapi menunjukkan bahwa remaja dengan kondisi mental tertentu memang menggunakan media sosial secara berbeda. Bisa jadi kondisi mental memengaruhi cara mereka berinteraksi di dunia digital — atau sebaliknya,” ujarnya.

Efek Lebih Besar pada Remaja dengan Kecemasan dan Depresi

Penelitian ini menemukan bahwa perbedaan paling besar terjadi pada remaja dengan gangguan internalisasi, seperti kecemasan, depresi, dan PTSD.

Sekitar 48 persen dari kelompok ini mengatakan mereka sering membandingkan diri dengan orang lain di media sosial—dua kali lipat dibanding remaja tanpa gangguan mental (24 persen).

Selain itu, sekitar 28 persen remaja dengan kondisi mental tersebut mengalami perubahan suasana hati akibat tanggapan di media sosial, dibanding 13 persen pada kelompok tanpa gangguan.

Mereka juga lebih sering merasa kehilangan kendali atas waktu online dan kurang terbuka mengekspresikan emosi mereka di dunia maya.

“Beberapa pola penggunaan media sosial ini mencerminkan pengalaman mereka di dunia nyata. Misalnya, kecenderungan membandingkan diri dengan orang lain sudah umum terjadi pada remaja dengan depresi atau kecemasan, dan tampaknya pola itu berlanjut di ruang digital,” jelas Fassi.

Implikasi bagi Dunia Kesehatan Mental

Peneliti senior Dr. Amy Orben dari University of Cambridge menilai temuan ini penting untuk praktik klinis dan kebijakan kesehatan mental remaja.

“Penelitian ini baru menyentuh permukaan hubungan kompleks antara penggunaan media sosial dan kesehatan mental,” kata Orben. “Kita membutuhkan lebih banyak riset jangka panjang yang menggabungkan data objektif tentang apa yang benar-benar dilihat dan dilakukan remaja di dunia digital.”

Ia menambahkan, masih banyak faktor lain yang berperan dalam perkembangan gangguan mental. “Pertanyaan besar seperti ini tidak bisa dijawab oleh satu penelitian saja. Kita perlu melihat berbagai jenis konten, aktivitas, dan kelompok remaja dengan kondisi berbeda seperti ADHD, gangguan makan, atau depresi,” kata Fassi menambahkan.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:gangguan mentalHeadlineKesehatan Jiwamedia sosialPilihan RedaksiremajaRisetStudi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pimpinan Geng Kriminal Gaza Yasser Abu Shabab Menghilang, Hamas Luncurkan Pencarian Besar-besaran
Tulisan selanjutnya Layar yang Retak di Bulan Santri

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Feature

Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

Feature
30 Mei 2026 17:30
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

vape covid
Iptekes

Otoritas Kesehatan Prancis Peringatkan Risiko Vape Bagi Kesehatan

13 Februari 2026 20:11
Iptekes

Satu dari Tiga Orang Belanda Tidak Sadar Dirinya Diabetes

12 Februari 2026 18:16
BeritaIptekes

WHO: Kasus di India dan Bangladesh Risiko Penyebaran Virus Nipah Rendah

12 Februari 2026 15:28
Iptekes

WHO: Daging Olahan Termasuk Sosis dan Bacon Masuk Karsinogen Pemiku Kanker

11 Februari 2026 21:09
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?