Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

Pimpinan Geng Kriminal Gaza Yasser Abu Shabab Menghilang, Hamas Luncurkan Pencarian Besar-besaran

Ahmad
Terakhir diupdate: 14 Oktober 2025 20:39 8:39 pm
Ahmad
Dipublikasikan 14 Oktober 2025 20:37
Bagikan
Geng Kriminal Gaza Yasser Abu Shabab yang didukung senjata 'Israel'
Bagikan

Hidayatullah.com— Yasser Abu Shabab, pemimpin milisi Popular Forces yang sempat menantang dominasi Hamas di Rafah, dilaporkan menghilang sejak awal pekan ini. Setelah gencatan senjata berlaku, Hamas meningkatkan operasi keamanan demi menemukan jejaknya dan menegaskan otoritasnya.

Sumber keamanan lokal menyebutkan bahwa Abu Shabab terakhir terlihat di timur Rafah segera setelah razia besar-besaran oleh pasukan keamanan Hamas. Beberapa laporan menyebut kemungkinan ia melarikan diri ke Sinai melalui jalur penyelundupan lama di perbatasan Mesir.

“Sejak dua hari lalu kami tidak menerima kabar apa pun darinya. Sinyal komunikasinya hilang,” kata seorang anggota Popular Forces kepada media lokal Gaza. “Kami percaya dia masih hidup, tapi sedang bersembunyi.”

Jejak Latar dan Keterlibatan Abu Shabab

Yasser Abu Shabab berasal dari suku Beduin Tarabin, yang membentang antara Gaza, Negev (‘Israel’), dan Sinai. Dia pernah dipenjara oleh Hamas pada 2015 atas tuduhan narkoba dan pencurian, dengan vonis 25 tahun.

Baca Juga

Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
OKI mengutuk RUU Penjajah ‘Israel’ Melarang Seruan Azan
Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina
Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah

Abu Shabab muncul kembali sejak konflik 7 Oktober 2023, ketika ia dikabarkan keluar dari penjara yang diserang dalam serangan ‘Israel’ — meski detail pembebasannya tidak jelas.

Sejak pertengahan 2025, ia mulai menguasai sebagian timur Rafah dan mendirikan jaringan milisi yang diklaim oleh beberapa laporan memperoleh dukungan material dari ‘Israel’ atau entitas terkait, lapor The Guardian.

Dalam wawancara dengan Radio ‘Israel’, Abu Shabab menyatakan, “Kami memberi tahu mereka (‘Israel’) tentang operasi kami, tetapi aksi militer tetap kami jalankan sendiri.”

Ia juga mengakui menerima “dukungan logistik dan finansial dari beberapa pihak” tanpa menyebut nama secara eksplisit ‘Israel’.

Abu Shabab telah dituduh berkolaborator dengan penjajah ‘‘Israel’’. Hamas menuduhnya melakukan “pengkhianatan,” mendirikan milisi ilegal, dan membantu pasukan pendudukan dalam operasi keamanan.

“Sekarang setelah perang berakhir, Hamas akan dapat beroperasi dengan bebas. Semoga sukses untuk Yasser Abu Shabab dan organisasi lain di Gaza yang telah bekerja sama dengan ‘Israel’,” tulis situs ‘Israel’ Hadashot dalam cuitan sinis diku.

Premis bahwa milisi Abu Shabab akan dipindahkan ke kamp dalam Jalur Gaza pun ditolak keras oleh ‘Israel’, yang khawatir bahwa elemen-elemen itu akan mengancam pemukim haram ‘‘Israel’’.

Hamas dalam beberapa kesempatan telah menumpas anggota geng criminal tersebut: laporan menyebut bahwa sedikitnya 50 anggota milisi Abu Shabab telah dibunuh.

Dalam operasi keamanan pekan lalu, pasukan Hamas menangkap sekitar 20 anggota milisi Popular Forces dan menewaskan beberapa lainnya di Rafah timur.

Skenario yang Mungkin dan Implikasi Hilangnya Abu Shabab

Hilangnya Yasser Abu Shabab bisa menandai beberapa kemungkinan:

Pertama, ia melarikan diri ke Sinai atau wilayah luar Gaza — beberapa pihak menduga ia melarikan diri untuk menghindari penangkapan oleh Hamas.

Kedua, ia dihabisi atau ditahan diam-diam oleh aparakat keamanan Hamas — dalam operasi keamanan yang saat ini diperketat.

Ketiga, ia merahasiakan keberadaannya dalam struktur bawah tanah untuk kembali muncul ketika situasi memungkinkan.

Dalam konteks ini, penghilangan Abu Shabab menjadi bagian dari upaya yang lebih luas oleh Hamas untuk mengembalikan kontrol penuh atas Gaza selatan, sekaligus meredam upaya delegitimasi internal.*/Al-Araby TV, Al-Araby al-Jadeed, Sky News, Arab News

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:gencatan senjatageng kriminal GazaHAMASHeadlinePopular ForcesYasser Abu Shabab
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kemkomdigi dan OJK Kembali Blokir Puluhan Ribu Rekening Judi Online
Tulisan selanjutnya Studi: Remaja dengan Gangguan Mental Gunakan Media Sosial secara Berbeda

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo

Berita
15 Juli 2026 09:27
Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional

31 Maret 2026 09:08
Palestina Terkini

Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

17 Februari 2026 14:18
Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Palestina Terkini

Netanyahu Tegaskan Tak Akan Ada Lagi Palestina dan Gaza

9 Februari 2026 11:14
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?