Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Iptekes

Ilmuwan Minta Daging Babi yang Dijual di Inggris Diberi Label Bahaya seperti Rokok

Ama Farah
Terakhir diupdate: 27 Oktober 2025 09:49 9:49 am
Ama Farah
Dipublikasikan 25 Oktober 2025 11:02
Bagikan
Label bahaya daging babi seperti label rokok
Bagikan

Hidayatullah.com – Produk daging babi yang dijual dalam bentuk bacon dan ham yang dijual di Inggris seharusnya diberikan label peringatan seperti halnya produk tembakau atau rokok karena zat kimia yang terkandung di dalamnya bisa menyebabkan kanker usus, kata para ilmuwan.

Hari Sabtu 25 Oktober 2025 menandai satu dekade sejak Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada bulan Oktober 2015 menyatakan daging olahan bersifat karsinogenik bagi manusia, menempatkannya dalam kategori yang sama dengan tembakau dan asbes.

Nitrit adalah zat kimia yang ditambahkan pada daging babi bacon dan ham selama pemrosesan untuk mengawetkan dan memberikan warna merah muda, meskipun bukti ilmiah menunjukkan bahwa zat tersebut berbahaya.

“Ketidakpedulian” terhadap penggunaan zat-zat tersebut di Inggris sejak deklarasi WHO telah mengakibatkan 54.000 warga Inggris terkena kanker usus, yang telah merugikan sistem kesehatan Inggris NHS sebesar £3 miliar, menurut para ahli.

Coalition Against Nitrites dalam sebuah surat berisi peringatan yang ditujukan kepada pemerintah mengatakan sekitar 90-95 persen bacon dan ham yang dijual di Inggris mengandung zat kimia berbahaya itu.

Baca Juga

Studi: Kopi Dikaitkan dengan Penurunan Risiko Kanker dan Sirosis Hati
Temuan BRIN, Bahaya Vape: 100% Berdampak Diabetes, 92% pada Paru-Paru
Gemini AI Milik Google Bisa Melakukan Serangan Siber, Menebak Kata Sandi
Nyamuk Datang Naik Pesawat Dua Pekerja Bandara Jerman Meninggal Karena Malaria
Usia Belum Tua, tapi Sering Merasa Tua? Hati-Hati Bisa Sebabkan Imsonia dan Gangguan Kesehatan

“Konsumen berhak mendapatkan informasi yang jelas. Kebanyakan orang tidak menyadari bahwa WHO menggolongkan daging olahan yang mengandung nitrit seperti bacon dan ham dalam kategori karsinogenik sama dengan tembakau dan asbes,” kata Denis Corpet, profesor emeritus bidang keselamatan pangan dan gizi di Universitas Toulouse dan salah satu dari empat ilmuwan yang mendesak pemerintah Inggris untuk mengeluarkan peringatan tersebut.

International Agency for Research on Cancer (IARC) yang berada di bawah naungan WHO mengatakan pada 2015 bahwa hasil analisis data dari 10 penelitian memperkirakan setiap 50 gram daging olahan yang dimakan setiap hari meningkatkan risiko kanker kolorektal [usus] sekitar 18%.

World Cancer Research Fund (WCRF), yayasan yang mengkaji bukti-bukti dalam upaya mencegah dan mengobati penyakit, mengatakan tidak ada keraguan lagi bahwa daging olahan menjadikan orang berisiko lebih besar terkena kanker.

Namun, seorang juru bicara Department of Health and Social Care mengatakan “Food Standards Agency sudah menjelaskan bahwa hubungan antara nitrat dan nitrit dengan kanker masih belum dipastikan,” lansir The Guardian Jumat (24/10/2025).*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:daging babiHeadlinekanker
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Tentara Australia Tentara Wanita Gugat Militer Australia dalam Kasus Seksual
Tulisan selanjutnya Ratusan Pengungsi Suriah di Libya Manfaatkan Tiket Gratis untuk Pulang ke Negeri Asal

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Lebih dari 100 Juta Nama Dihapus dari Daftar Pemilih India, Mayoritas Muslim

Berita
24 Oktober 2026 13:42
Yunani Sahkan Larangan Media Sosial bagi Anak di bawah 15 tahun
Jihad Santri di Era Modern
19 Orang Tewas Akibat Berdesakan saat Festival Hindu Durga Puja India
Cegah Data Jatuh ke Tangan ‘Israel’, Malaysia Larang ASN Pakai Waze

Terbaru

  • Lebih dari 100 Juta Nama Dihapus dari Daftar Pemilih India, Mayoritas Muslim
  • Yunani Sahkan Larangan Media Sosial bagi Anak di bawah 15 tahun
  • Dua Tentara Penjajah ‘Israel’ Tewas dalam Baku Tembak di Tepi Barat
  • Cegah Data Jatuh ke Tangan ‘Israel’, Malaysia Larang ASN Pakai Waze
  • Kelas SPI: Teguh dengan Konsep Din, Lawan Penyimpangan Literasi
  • Jihad Santri di Era Modern
  • Terus Langgar Gencatan Senjata, Serangan ‘Israel’ Bunuh 4 Warga Palestina
  • Sepakati ‘Badr’, Indonesia Perkuat Kerjasama Pertahanan dengan Turki, Qatar dan Pakistan
  • Jelang Pemilu ‘Israel’, Trump Dukung Netanyahu Terpilih Kembali
  • Iran Sebut Puluhan Pesawat Maskapai Nasional Hancur dalam Serangan AS-Israel

Mungkin Anda Juga Suka

Iptekes

Perang Abadi Sistem Imun di Balik Keindahan Tato

8 Juli 2026 08:09
Iptekes

UNICEF: Anak-Anak Gunakan AI 3 Kali Lipat Lebih Banyak Dibanding Orang Dewasa

3 Juli 2026 20:54
Iptekes

Pakar Bilang Suplemen Harian Lebih Banyak Bahaya Dibandingkan Manfaat

21 Juni 2026 13:43
Iptekes

Ketika Gelar Sarjana Tak Lagi Menjamin Masa Depan: Gen Z Mulai Ragu Nilai Kuliah

25 Mei 2026 08:50
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?