Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kesehatan

Vodka, Mati Muda Cara Rusia

Ama Farah
Terakhir diupdate: 2 Februari 2014 12:01 12:01 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 2 Februari 2014 12:01
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Tingginya angka kematian muda di Rusia terutama disebabkan karena orang menenggak minuman beralkohol terlalu banyak, khususnya vodka. Demikian menurut penelitian terbaru.

Laporan riset yang dipublikasikan The Lancet itu menyebutkan, 25% pria Rusia mati sebelum mencapai usia 55 tahun dan sebagian besar disebabkan karena minuman keras, lapor BBC (31/1/2014).

Penyebab kematian pria Rusia terkait kebiasaan menenggak miras di antaranya karena gangguan liver dan keracunan alkohol, kecelakaan di jalan dan terlibat baku hantam.

Peneliti dari Pusat Riset Kanker Rusia di Moskow, Universitas Oxford Inggris dan Riset Kanker WHO di Prancis bekerjasama melacak kebiasaan minum minuman keras 151.000 orang dewasa di tiga kota di Rusia selama lebih dari 10 tahun.

Pada masa itu, 8.000 orang di antaranya meninggal dunia. Peneliti dalam riset sebelumnya juga menanyakan keluarga dari 49.000 orang yang telah meninggal tentang kebiasaan menenggak miras orang bersangkutan.

Baca Juga

Jangan Anggap Sepele Hernia
Riset: Remaja Pengguna Vape Lebih Berisiko Jadi Perokok
Vape Ancaman Baru Remaja, Perlu Ada UU yang Tegas
Makanan Cepat Saji Tingkatkan Risiko Kanker Paru-Paru
Tekanan Akademis dan Dampaknya terhadap Kesehatan Mental

“Tingkat kematian di Rusia mengalami fluktuasi yang sangat beragam selama 30 tahun, sebab kebijakan larangan alkohol dan stabilitas sosial di bawah presiden Gorbachev, Yeltsin dan Putin berbeda-beda. Penyebab utama kematian fluktuatif itu adalah vodka,” kata Prof Sir Richard Peto salah satu peneliti dari Oxford.

Di tahun 1985, presiden kala itu Michael Gorbachev memangkas besar-besaran produksi minuman keras khas Rusia vodka dan tidak memperbolehkannya dijual sebelum waktu makan siang.

Peneliti mengatakan, akibat kebijakan itu konsumsi minuman beralkohol turun sekitar seperempat dan juga menekan angka kematian.

Namun, begitu komunisme runtuh, orang kembali lagi ke kebiasaannya menenggak miras. Akibatnya angka kematian kembali naik.

“Ketika Presiden Yeltsin mengabil alih kekuasaan dari Presiden Gorbachev, angka kematian pria muda secara keseluruhan meningkat lebih dari dua kali lipat, seiring dengan terpuruknya masyarakat dan vodka semakin bebas tersedia,” kata Sir Richard.

Boris Yeltsin sendiri dikenal sebagai sosok yang senang menenggak minuman keras. Foto-fotonya saat berkuasa yang beredar luas di media tidak jarang menunjukkan Yeltsin dengan wajah seperti orang sedang teler, termasuk di acara-acara resmi kenegaraan dan jamuan makan dengan pemimpin negara asing.

Tingkat kematian wanita juga fluktuatif mengikuti perubahan politik di Rusia. Namun, karena mereka tidak terlalu banyak menenggak miras maka angka kematiannya pun rendah.

Kebanyakan peminum miras juga perokok, sehingga hal itu semakin meningkatkan resiko kematiannya.

Tahun 2006 Rusia menerapkan aturan lebih ketat atas minuman beralkohol dengan menaikkan pajak dan membatasi penjualannya.

Sejak itu konsumsi alkohol turun sekitar sepertiga dan proporsi kematian pria sebelum usia 55 tahun turun dari 37% menjadi 25%.

Setengah liter vodka di Rusia harganya sekitar 150 rubel atau 52.000 rupiah. Penenggak miras kelas berat menurut penelitian itu sedikitnya minum vodka 3,5 liter per minggu.

Tahun 2011, rata-rata orang dewasa minum 13 liter minuman keras selama setahun, di mana 8 liter di aantaranya vodka.

“Orang Rusia punya kebiasaan banyak minum [miras]. Mereka kadang mengatakan karena hawanya dingin. Tapi itu cuma alasan. Ini merupakan gaya hidup bangsa yang perlu diubah,” kata Prof David Zaridze dari Pusat Riset Kanker Rusia.

Rata-rata angka harapan hidup pria Rusia hanya 64 tahun, termasuk 50 terendah di dunia.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya hukuman Ikhwanul Muslimin Mesir Sidang Mursy Diundur 4 Februari
Tulisan selanjutnya “Cabe-Cabean”, Permisivisme dan Implementasi Feminisme tanpa Sadar

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Berita
3 Juni 2026 13:00
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Kesehatan

Studi: Manfaat Utama Kopi Bagi Kesehatan Tergantung Waktu Meminumnya

15 Januari 2025 07:30
Kesehatan

Hindari Tertular HMPV, Pakar UGM Anjurkan Masyarakat Ikuti Pola Hidup Sehat

10 Januari 2025 13:20
Kesehatan

Terbukti, Konsumsi Alkohol Penyebab hampir 1 Juta Kasus Kanker di Amerika Serikat

7 Januari 2025 11:10
Kesehatan

Studi: Setiap Batang Rokok Merampas 20 Menit Kehidupan Perokok

5 Januari 2025 14:10
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?