Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kesehatan

Capcaisin Diteliti Dapat Bantu Kurangi Resiko Kanker Usus

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 6 Agustus 2014 11:30 11:30 am
Insan Kamil
Dipublikasikan 6 Agustus 2014 11:30
Bagikan
Bagikan

CAPCAISIN, senyawa kimia yang ditemukan dalam gulai atau kare pedas, dapat membantu mengurangi risiko perkembangan kanker usus. Demikian disebutkan satu studi terbaru.

Untuk sampai pada kesimpulan ini, para peneliti memberikan capcaisin –yakni zat yang memberikan cabai rasa panas dan pedas– pada tikus yang secara genetik cenderung mengembangkan berbagai tumor dalam saluran pencernaanya. Berdasarkan percobaan ini, para peneliti menemukan, capcaisin memicu reseptor nyeri di sel-sel dalam lapisan usus, mengatur reaksi yang mengurangi risiko perkembangan tumor usus.

Mereka mengungkapkan, reseptor yang dipicu oleh capcaisin disebut TRPV1 –awalnya ditemukan dalam saraf sensoris yang bereaksi pada panas, zat asam serta rasa pedas. Namun, TPRV1 juga ada pada sel-sel epitel pada lapisan usus, di mana ia diaktifkan oleh EGFR (Epidermal Growth Factor Receptor). EGFR merupakan pendorong penting proliferasi sel di usus, di mana lapisan epitel diganti kira-kira setiap 4-6 hari.

“Tingkat dasar aktivitas EGFR diperlukan untuk menjaga pergantian sel dalam usus secara normal. Namun, jika sinyal EGFR dibiarkan tak terkendali, maka risiko perkembangan tumor secara sporadis meningkat,” ujar Dr Petrus de Jong, seperti dilansir Daily Mail belum lama ini.

“Hasil ini menunjukkan kepada kita bahwa TRPV1 epitel biasanya bekerja sebagai penekan tumor di usus,” tambahnya.

Baca Juga

Usia Belum Tua, tapi Sering Merasa Tua? Hati-Hati Bisa Sebabkan Imsonia dan Gangguan Kesehatan
Jangan Anggap Sepele Hernia
Riset: Remaja Pengguna Vape Lebih Berisiko Jadi Perokok
Vape Ancaman Baru Remaja, Perlu Ada UU yang Tegas
Makanan Cepat Saji Tingkatkan Risiko Kanker Paru-Paru

Di samping itu, para peneliti juga menemukan, pengobatan melalui cara ini dapat memperpanjang usia tikus lebih dari 30 persen.

Studi yang dipublikasikan dalam Journal of Clinical Investigation ini, merekomendasikan pasien yang berisiko menderita kanker usus harus diberikan capcaisin sebagai bagian dari dietnya untuk menghambat pertumbuhan tumor.

Capcaisin sendiri baru-baru ini digunakan sebagai analgesik dalam salep topikal, di mana bisa mengurangi nyeri untuk waktu yang lama.

Studi molekuler dari sampel kanker usus besar pada manusia baru-baru ini menemukan beberapa mutasi pada gen TRPV1, meskipun tidak ada bukti langsung bahwa kekurangan TRPV1 adalah faktor risiko untuk kanker usus pada manusia.

Kanker usus merupakan tipe kanker ketiga yang umum di Inggris. Para dokter mendiagnosa terdapat sekitar 41 ribu kasus baru setiap tahun.*

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Jelang Pensiun Uskup Glouchester Jadi Tersangka Kejahatan Seksual
Tulisan selanjutnya GNB Serukan Mahkamah Internasional Adili Pejabat Zionis

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Sejarah

Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya

Sejarah
16 Oktober 2026 09:32
Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
Zionis Sebut Belanda Sarang Anti-Semit usai Suporter ‘Israel’ Dilarang Tandang
Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
Halal Ditunda, Kepastian Dipertaruhkan?

Terbaru

  • Halal Ditunda, Kepastian Dipertaruhkan?
  • Mesir Tegaskan Siap Bela Arab Saudi di Tengah Meningkatnya Serangan Houthi
  • Arab Saudi Tembak Jatuh 4 Drone di Riyadh dan Dua Wilayah Lain
  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta

Mungkin Anda Juga Suka

Kesehatan

Tekanan Akademis dan Dampaknya terhadap Kesehatan Mental

19 Januari 2025 17:25
Kesehatan

Studi: Manfaat Utama Kopi Bagi Kesehatan Tergantung Waktu Meminumnya

15 Januari 2025 07:30
Kesehatan

Hindari Tertular HMPV, Pakar UGM Anjurkan Masyarakat Ikuti Pola Hidup Sehat

10 Januari 2025 13:20
Kesehatan

Terbukti, Konsumsi Alkohol Penyebab hampir 1 Juta Kasus Kanker di Amerika Serikat

7 Januari 2025 11:10
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?