Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kesehatan

Satu Miliar Orang akan Mati Akibat Merokok di Abad Ke-21

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 21 Oktober 2015 11:49 11:49 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 21 Oktober 2015 14:20
Bagikan
[Ilustrasi] Gambar peringatan bahaya merokok.
Bagikan

Hidayatullah.com–Konferensi kesehatan di Perth menyebutkan, satu miliar orang di seluruh dunia akan mati akibat merokok pada abad ini, dan dua pertiga dari perokok Australia akan menyerah pada penyakit yang terkait tembakau.

Profesor Alan Lopez dari Universitas Melbourne, yang juga mantan epidemiolog dari program pengendalian tembakau Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), mengatakan, merokok telah menjadi epidemi kesehatan terbesar satu-satunya dari abad ke-20, yang telah membunuh 100 juta orang.

Dalam pidatonya di konferensi pengendalian tembakau Dewan Kanker Australia Barat pada Selasa (20/10/2015), ia memperkirakan, hal itu akan meningkat 10 kali lipat pada tahun 2100.

“Ini akan membunuh 1 miliar orang pada abad ini kecuali kita mampu melakukan sesuatu tentang hal itu,” kata Profesor Alan dikutip laman Radio ABC.

Walau tingkat merokok telah menurun tajam di Australia dan di beberapa negara maju lainnya, ia mengatakan, ada peningkatan besar di China dan Indonesia, di mana 60% dari pria di sana merokok, begitu pula dengan India dan Vietnam.

Baca Juga

Jangan Anggap Sepele Hernia
Riset: Remaja Pengguna Vape Lebih Berisiko Jadi Perokok
Vape Ancaman Baru Remaja, Perlu Ada UU yang Tegas
Makanan Cepat Saji Tingkatkan Risiko Kanker Paru-Paru
Tekanan Akademis dan Dampaknya terhadap Kesehatan Mental

Pembicara lain dalam konferensi tersebut, yakni epidemiolog dari Universitas Nasional Australia (ANU)- Profesor Emily Banks -,adalah peneliti dari studi skala besar pertama tentang hubungan antara merokok dan kematian di Australia.

Profesor Emily mengatakan, dua dari tiga perokok akan meninggal dunia akibat kebiasaan mereka, mempengaruhi 1,8 juta dari 2,7 juta perokok di Australia.

“Kemungkinan itu akan menghampiri Anda,” sebutnya.

Profesor Emily menganjurkan adanya pengenalan global terhadap langkah-langkah pengendalian tembakau yang komprehensif, seperti pajak tembakau yang tinggi seperti di Australia dan kemasan polos rokok.

“Anda bisa beralasan untuk 100 juta itu karena tak tahu apa yang terjadi pada sebagian waktu ketika itu mulai terbentuk,” jelas Profesor Emily.

“Kami tahu persis apa yang dilakukannya sekarang,” sambungnya.

Tingkat merokok di antara warga dewasa Australia telah jatuh dari 35% pada tahun 1980 menjadi 12-13% sekarang ini.

Profesor Alan memperkirakan, hal itu akan turun hingga di bawah 10% pada tahun 2018.

Namun, ia mengingatkan bahwa prevalensi tembakau tak lagi berlaku pada laki-laki dewasa.

“Itu terdengar seperti alarm bagi kita,” katanya.

Merokok menjadi terkonsentrasi di antara sejumlah kelompok yang kurang beruntung ketika tingkat keseluruhan-nya menurun, jelas Profesor Emily.

Pekerjaan rumah yang harus dilakukan Australia semakin tentang mengurangi kesenjangan kesehatan.

“Kita bicara tentang 40% dari warga dewasa Aborijin yang merokok, dalam perkiraan terakhir ini. Jadi kita benar-benar membutuhkan program berbasis komunitas yang sangat kuat untuk membantu penghentian kebiasaan merokok di antara warga Aborijin,” utaranya.

Ia menambahkan, “Ini juga tentang mengurangi kesenjangan kesehatan karena di saat tingkat merokok turun, orang-orang miskin makin menderita.”

Profesor Ekonomi dari Universitas Illinois di Chicago, Frank Chaloupka, mengatakan, pengendalian tembakau baik untuk ekonomi, dengan pajak rokok yang lebih tinggi dan biaya kesehatan yang berkurang.

Ia mengatakan, Amerika Serikat saat ini menghabiskan 180 miliar dolar (atau setara Rp 2,5 kuadriliun) setiap tahunnya untuk mengatasi penyakit yang disebabkan oleh tembakau.

Ia menunjukkan bahwa di China, di mana tingkat merokok masih tinggi, 3,1% dari biaya perawatan kesehatan, atau 1,9% dari PDB (pendapatan domestic bruto) dihabiskan untuk penyakit akibat tembakau.

“Biaya itu akan meningkat pesat pada tahun-tahun mendatang,” katanya.*

 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Inilah Awal Mula Merebaknya Gereja Ilegal di Aceh Singkil
Tulisan selanjutnya PM Baru Kanada akan Hentikan Serangan Udara atas ISIS

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Berita
4 Juni 2026 10:00
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Kesehatan

Studi: Manfaat Utama Kopi Bagi Kesehatan Tergantung Waktu Meminumnya

15 Januari 2025 07:30
Kesehatan

Hindari Tertular HMPV, Pakar UGM Anjurkan Masyarakat Ikuti Pola Hidup Sehat

10 Januari 2025 13:20
Kesehatan

Terbukti, Konsumsi Alkohol Penyebab hampir 1 Juta Kasus Kanker di Amerika Serikat

7 Januari 2025 11:10
Kesehatan

Studi: Setiap Batang Rokok Merampas 20 Menit Kehidupan Perokok

5 Januari 2025 14:10
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?