Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kesehatan

Cacing Pita Bertelur di Otak Akibat Makan Daging Babi Setengah Matang

Ahmad
Terakhir diupdate: 18 Maret 2024 21:31 9:31 pm
Ahmad
Dipublikasikan 19 Maret 2024 03:25
Bagikan
Sistiserkosis disebabkan oleh larva parasit Taenia solium, atau cacing pita babi (foto stok)
Bagikan

Hidayatullah.com—Penderitaan pria yang kerap menderita sakit kepala atau migrain ini terungkap saat ditemukan telur cacing pita di kepalanya.

Hal ini terungkap setelah seorang pria Amerika berusia 52 tahun menemui dokter setelah mengeluh sakit kepala parah dan obat yang diminumnya tidak memberikan kesembuhan.

Dokter lalu melakukan pemindaian menemukan sejumlah telur cacing pita ‘bersarang’ di otaknya.

Peneliti mengatakan, awalnya mereka dibuat bingung setelah mengetahui pria tersebut mengaku belum pernah mengunjungi daerah berisiko tinggi.

Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, pria tersebut didiagnosis mengidap neurosistiserkosis, sejenis infeksi larva cacing pita babi yang dapat masuk ke jaringan seperti otak dan otot.

Baca Juga

Usia Belum Tua, tapi Sering Merasa Tua? Hati-Hati Bisa Sebabkan Imsonia dan Gangguan Kesehatan
Jangan Anggap Sepele Hernia
Riset: Remaja Pengguna Vape Lebih Berisiko Jadi Perokok
Vape Ancaman Baru Remaja, Perlu Ada UU yang Tegas
Makanan Cepat Saji Tingkatkan Risiko Kanker Paru-Paru

Sistiserkosis adalah jenis infeksi yang disebabkan oleh larva parasit taenia solium (T.solium), juga dikenal sebagai cacing pita babi, yang dapat menyebabkan berkembangnya kista (cysticerci) di otak.

Seseorang yang mengidap cacing pita dapat menginfeksi dirinya sendiri dengan telur cacing pita – sebuah proses yang dikenal sebagai autoinfeksi – yang dapat keluar dari tubuh sebagai limbah dan menginfeksi orang lain di rumah yang sama.

Makan daging babi setengah matang tidak bisa langsung menyebabkan sistiserkosis pada seseorang.

American Journal of Case Reports menjelaskan, para dokter menulis bahwa “hanya dapat berspekulasi” sistiserkosis pada pria tersebut ditularkan melalui autoinfeksi akibat “mencuci tangan yang tidak benar”.

Setelah diperiksa, pasien menyangkal makan daging mentah atau jajanan pinggir jalan.

“Pada saat yang sama dia mengaku menikmati daging setengah matang sepanjang hidupnya,” demikian laporan penelitian yang dimuat American Journal Of Case Report.

Namun nasib baik pria tersebut ketika diberi obat anti parasit dan anti inflamasi dan dilaporkan sudah pulih seperti sedia kala.

Pusat Pengendalian Penyakit Menular Amerika Serikat (AS) menyatakan dalam situsnya bahwa sistiserkosis dapat terjadi pada individu yang belum pernah bepergian ke luar negeri.

Misalnya, seseorang yang terinfeksi cacing pita dan tidak mencuci tangannya bisa saja secara tidak sengaja mengkontaminasi makanan dengan telur cacing pita saat menyiapkan makanan untuk orang lain, ujarnya.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:cacing pitadaging babidaging setengah matangHeadlineotakparasit
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Penjarahan Merebak di Haiti Unicef dan Konsulat Guatemala Jadi Korban
Tulisan selanjutnya Will Smith Al-Quran Khatamkan Al-Quran Selama Ramadhan, Will Smith Kagum dengan Kisah Nabi Musa

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad

Berita
31 Agustus 2026 18:22
Mengapa Kolombia Ingin Pulihkan Hubungan dengan ‘Israel’?
600 Aktivis Wahdah Islamiyah Ikuti Standardisasi Dai MUI
Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
Suriah Angkat Pemimpin YPG Jadi Penasihat Kepresidenan

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Kesehatan

Tekanan Akademis dan Dampaknya terhadap Kesehatan Mental

19 Januari 2025 17:25
Kesehatan

Studi: Manfaat Utama Kopi Bagi Kesehatan Tergantung Waktu Meminumnya

15 Januari 2025 07:30
Kesehatan

Hindari Tertular HMPV, Pakar UGM Anjurkan Masyarakat Ikuti Pola Hidup Sehat

10 Januari 2025 13:20
Kesehatan

Terbukti, Konsumsi Alkohol Penyebab hampir 1 Juta Kasus Kanker di Amerika Serikat

7 Januari 2025 11:10
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?