Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kesehatan

Akademisi Bali: Obat Herbal Mampu Melawan Virus Corona

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 20 Maret 2020 19:23 7:23 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 16 Maret 2020 05:00
Bagikan
[Ilustrasi] Jahe
Bagikan

Hidayatullah.com– Akademisi Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri (STAHN) Mpu Kuturan Singaraja, Bali, I Gede Sutana SKesH MSi mengatakan, obat herbal meningkatkan kekebalan tubuh secara signifikan, sehingga mampu melawan serangan virus corona asal China (Covid-19).

I Gede Sutana mengatakan bahwa konsumsi minuman herbal telah menjadi budaya orang Bali dan Nusantara sejak dulu.

Ia mencontohkan tanaman herbal ‘taru pramana’ atau herbal Bali yang mampu memperkuat kekebalan tubuh.

“Tanaman-tanaman tersebut seperti meniran, temulawak dan segala buah yang mengandung vitamin C seperti jeruk dan sejenisnya,” ujarnya di Singaraja, Kabupaten Buleleng, Bali, kutip Antaranews.com semalam (15/03/2020).

Baca: Siswa Muslim Sidoarjo Buat Cairan Pencuci Tangan ‘Anti-Corona’

Sutana memaparkan jenis umbi-umbian seperti temulawak, kunyit, kencur, jahe (merah/putih), lengkuas, temu putih, temu mangga sangat baik digunakan meningkatkan kekebalan tubuh. Sehingga, tubuh mampu melawan berbagai jenis virus ataupun penyakit.

Baca Juga

Jangan Anggap Sepele Hernia
Riset: Remaja Pengguna Vape Lebih Berisiko Jadi Perokok
Vape Ancaman Baru Remaja, Perlu Ada UU yang Tegas
Makanan Cepat Saji Tingkatkan Risiko Kanker Paru-Paru
Tekanan Akademis dan Dampaknya terhadap Kesehatan Mental

Disebutkan bahwa kesemua jenis umbi itu mengandung kurkumin, zat anti inflamasi dan anti bakteri. Juga mengandung anti oksidan yang bisa meningkatkan sistem imunitas tubuh, sehingga membantu tubuh mengatasi serangan bakteri/virus yang masuk ke dalam tubuh.

Selain jenis umbi, jenis buah pun sangat baik. Seperti jeruk, lemon, pepaya, anggur, berry, mengkudu, segala jenis buah yang mengandung antioksidan dan vitamin C, sangat baik dalam menjaga daya tahan tubuh dan meningkatkan sistem metabolisme.

Bahkan, kata akademisi muda itu, jenis daun pun sangat baik. Seperti daun kelor, sirih, dan meniran.

“Jenis daun ini kaya akan zat anti oksidan dan anti inflamasi dan antiseptik mampu mengatasi serangan bakteri/virus yang menyerang tubuh,” ungkapnya.

Baca: Corona dan Tradisi Kita Menjaga Sunnah

Sutana melanjutkan, jenis daun pegagang (piduh) baik pula untuk meregenerasi sel-sel tubuh yang rusak akibat serangan virus/bakteri. Bahan herbal ini pun bisa diolah dengan sangat sederhana.

“Bisa dijadikan bumbu seperti jenis umbi-umbian semisal jahe, kencur, kunyit, lengkuas, serta rempah-rempah seperti pala, cengkih yang biasa digunakan oleh orang Indonesia sejak dulu,” tutur Sutana.

Bumbu-bumbu itu biasa dikonsumsi masyarakat setiap hari. Mengonsumsi bumbu yang berasal dari rempah dan umbi, katanya, secara tak sadar telah memelihara kesehatan.

Sutana juga menjelaskan, pengolahan lain bisa dengan cara dibuat jamu. Jenis umbi dan daun ini dijadikan jamu dengan cara sederhana. Yaitu, bahan-bahan diolah tunggal (satu jenis umbi saja) atau bisa dengan beberapa jenis dicampur dan diracik menjadi satu.

Misalnya, temulawak, jahe, kencur, kunyit direbus dengan 3 gelas air. “Direbus hingga mendidih, kemudian airnya disaring dan diminum,” imbuhnya.

Begitu pula temulawak, kunyit, jahe, kencur dapat diparut, diperas, disaring lalu diambil saripatinya, lantas ditambah sedikit air hangat dan perasan jeruk nipis, lalu diminum. “Bisa juga dengan cara dikonsumsi langsung seperti aneka buah dan daun,” ujarnya.

Baca: Peneliti UI Kembangkan Senyawa Propolis untuk Pengobatan Virus Corona

Sutana mengatakan, budaya mengonsumsi minuman herbal sebagai tradisi orang dulu sudah mulai ditinggalkan. Sebab, masyarakat modern saat ini menggantinya dengan minuman modern yang lebih praktis dan mudah didapat maupun diolah (siap saji).

Padahal, jelas Sutana, minuman-minuman yang instan tersebut bukan malah menyehatkan, tapi bisa saja merugikan bagi tubuh, sebab telah bercampur dengan senyawa kimia dan pengawet.

Ia mencontohkan minuman temulawak yang banyak ditemukan di pasaran yang lebih praktis tinggal minum, tapi dicampur dengan pengawet dan perasa. “Orang kadang lebih memilih yang praktis. Tanpa melihat efek samping dan bahayanya,” ungkapnya.

Dewasa ini, pengamatan hidayatullah.com, budaya kembali ke alam (mengonsumsi herbal) kembali menjadi tren bagi sebagian masyarakat.

Bahkan sejak virus corona mulai mewabah dari China akhir tahun 2019 lalu, herbal seperti jahe mulai ramai diburu masyarakat di pasaran, harganya pun cukup melonjak. Fenomena ini didorong beredarnya pesan di media sosial bahwa jahe mampu menangkal virus corona.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:covid-19herbalkekebalan tubuhKesehatanobat virus coronarempah-rempahvirus corona
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Coronavirus: Tunisia Perintahkan Semua yang Tiba dari Luar Negeri Mengisolasi Diri
Tulisan selanjutnya Kemenag Akan Tetap Gelar Seleksi 400 Petugas Haji di Pondok Gede

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak

Berita
1 Juni 2026 13:00
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Kesehatan

Studi: Manfaat Utama Kopi Bagi Kesehatan Tergantung Waktu Meminumnya

15 Januari 2025 07:30
Kesehatan

Hindari Tertular HMPV, Pakar UGM Anjurkan Masyarakat Ikuti Pola Hidup Sehat

10 Januari 2025 13:20
Kesehatan

Terbukti, Konsumsi Alkohol Penyebab hampir 1 Juta Kasus Kanker di Amerika Serikat

7 Januari 2025 11:10
Kesehatan

Studi: Setiap Batang Rokok Merampas 20 Menit Kehidupan Perokok

5 Januari 2025 14:10
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?