Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Saintek

lmuwan AS Temukan Sel Hidup Sintetis Pertama

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 22 Mei 2010 01:01
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Tim yang dipimpin oleh Dr Craig Venter dari J Craig Venter Institute (JCVI) di Maryland dan California membangun “perangkat lunak genetik”, sebuah bakteri yang kemudian ditransplantasikan ke sebuah sel.

Sebelumnya tim Dr Venter berhasil membuat genome bakteri sintetis dan memindahkan genome dari satu bakteri ke bakteri lainnya.

Namun kini para ilmuwan menerapkan dua metoda secara bersamaan untuk menciptakan –yang mereka sebut sebagai– “sel sintetis”, walau hanya genomnya saja yang benar-benar sintetis.

Mikroba yang dihasilkan itu terlihat dan berperilaku seperti spesis yang didikte oleh DNA sintetis.

Baca Juga

Lithium Air Laut
China Temukan Cara Baru Menambang Lithium Air Laut
7 dari 10 Warga Malaysia Ingin Medsos Dilarang untuk Anak di Bawah 14 Tahun
Warisi Generasi Old, Milenial Akan jadi ‘Generasi Terkaya dalam Sejarah’
Minum Air Zamzam Sembuhkan Sakit dan Kuatkan Hafalan
Ilmuwan Menemukan Koridor Tersembunyi di Piramida Agung Giza Mesir

Diharapkan pada akhirnya akan bisa dirancang sebuah sel bakteri yang akan menghasilkan obat, minyak, maupun bisa menyerap efek rumah kaca.

Kode genetik

Temuan yang dimuat di majalah Science ini disambut sebagai tonggak penting dalam ilmu pengetahuan, namun para pengkritik mengingatkan resiko yang muncul dari organisme sintetis.

Dr Venter sendiri mengibaratkan temuan tersebut seperti membuat perangkat lunak untuk sel.

Para peneliti mengkopi sebuah genome bakteri yang ada. Mereka kemudian menelusuri kode genetiknya dan kemudian menggunakan mesin sintetis untuk menyusun tiruan kimianya.

“Kini kita sudah mampu mengambil kromosom sintetis dan mentranplantasikan ke sel penerima, sebuah organisme yang berbeda,” jelasnya kepada BBC.

“Begitu perangkat lunak baru ini masuk ke sel, maka sel membaca dan mengubahnya ke dalam spesis yang ditentukan oleh kode genetik itu.”

Bakteri baru tersebut mengalami reproduksi miliaran kali dan menghasilkan tiruan yang dikendalikan oleh DNA sintetis.

“Inilah untuk pertama kalinya DNA sintetis mengendalikan penuh sebuah sel,” kata Dr Venter.

Dan Dr Venter bersama rekannya berharap pada akhirnya mereka mampu merancang sebuah bakteri yang bisa berguna.

“Saya kira ini akan berpotensi pada revolusi industri yang baru,” tambahnya

“Jika kita benar-benar mendapatkan sel-sel yang melakukan produksi yang kita inginkan, mereka bisa membantu kita terhenti dari kehabisan minyak dan memutar kembali kerusakan lingkungan, dengan menangkap karbon dioksida.”
Potensi bahaya

Tim yang dipimpin Dr Venter sudah berkolaborasi dengan perusahaan farmasi dan minyak dalam merancang dan mengembangkan kromosom untuk bakteri yang bisa menghasilkan vaksin baru maupun minyak.

Namun para pengkritik mengatakan, potensi keuntungan yang dibawa oleh organisme sintetis dilebih-lebihkan.

Dr Helen Wallace dari Genewatch UK -yang mengawasi perkembangan teknologi genetika- mengatakan kepada BBC bahwa bakteri sintetis bisa berbahaya.

“Jika anda melepas organisme baru ke lingkungan, Anda akan lebih banyak merusak daripada memperbaiki,” katanya.

“Dengan melepas mereka ke kawasan polusi untuk tujuan membersihkannya, Anda sebenarnya melepas jenis polusi yang baru,” tuturnya.

“Kita tidak tahu bagaimana organisme baru ini akan berperilaku dalam lingkungan.”

Dan Dr Wallace menuduh Dr Venter mengecilkan dampak buruk yang terkandung.

“Dia bukan Tuhan. Dia sebenarnya amat manusiawi: mencoba mendapatkan uang untuk diinvestasikan ke dalam teknologinya dan menghindar dari regulasi yang akan membatasi penggunaannya.”

Namun Dr Venter mengatakan, dia hanya mengarahkan diskusi tentang regulasi dalam lapangan ilmu pengetahuan yang relatif baru dan juga tentang implikasi etis dari kerjanya.

“Tahun 2003, ketika kita pertama kali membuat virus sintetis yang pertama, hal itu melewati kajian etis yang meluas sampai mencapai ke level Gedung Putih,” jelasnya.

Dia menambahkan, masalah ini amat penting serta medesak agar diskusi diteruskan dan timnya ingin mengambil bagian di dalamnya. [bbc/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kebebasan Pers di Arab Terkekang
Tulisan selanjutnya Komnas HAM: Tembak Langsung Rendahkan Martabat Manusia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Bendera Palestina dan Bendera Irlandia di Balai Kota Dublin
Berita

Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli

Berita
1 Juni 2026 11:20
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Terbaru

  • 123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Mungkin Anda Juga Suka

Saintek

Para Ilmuwan Lakukan Deteksi Autisme pada Rambut

9 Januari 2023 20:30
Saintek

Tantangan Teknologi, Banyak Orang Oversharing dan Umbar Aib di Media Sosial

26 Desember 2022 14:00
Saintek

(Video) Kuasa Allah, Ilmuwan Berhasil Merekam Tumbuhan yang Bernapas

23 Desember 2022 15:10
Saintek

Selandia Baru akan Siapkan Undang-undang agar Facebook dan Google Membayar Berita

5 Desember 2022 11:21
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?