Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Saintek

Kebebasan Internet: Standar Ganda Amerika

Ahmad
Terakhir diupdate: 17 Februari 2011 09:50 9:50 am
Ahmad
Dipublikasikan 17 Februari 2011 09:50
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Pemberontakan di Mesir dan Tunisia tidak akan efektif tanpa Facebook, Twitter dan YouTube. Bukan tanpa alasan pemerintah Mesir ‘membunuh’ internet dengan satu libasan.

Amerika Serikat mendukung penuh akses global internet tanpa sensor, kata Hillary Clinton. Sementara di negerinya sendiri masih banyak kritik akan kebijakan tersebut dan Amerika sedang menggodok peraturan sendiri untuk bisa menutup internet, demikian laporan Willemien Groot dari Radio Nederland.

Sejak menjabat, Menteri Luar Negeri Hillary Clinton selalu menekankan pentingnya kebebasan internet. Bagi Amerika, ini merupakan bagian dari politik luar negeri dan bahkan HAM. Clinton pernah menyebut sensor internet sebagai ‘contoh Tembok Berlin jaman sekarang’.

Kontras

Seluruh negara harus memeluk ‘kebebasan berkoneksi’, demikian Clinton. Diplomasi Amerika sejak saat itu dihubungkan dengan teknologi, jaringan distribusi yang aman dan dukungan penuh akan ‘mereka yang berada di garis depan’. Washington ingin melindungi kebebasan sipil dan HAM di dunia cyber.

Baca Juga

Lithium Air Laut
China Temukan Cara Baru Menambang Lithium Air Laut
7 dari 10 Warga Malaysia Ingin Medsos Dilarang untuk Anak di Bawah 14 Tahun
Warisi Generasi Old, Milenial Akan jadi ‘Generasi Terkaya dalam Sejarah’
Minum Air Zamzam Sembuhkan Sakit dan Kuatkan Hafalan
Ilmuwan Menemukan Koridor Tersembunyi di Piramida Agung Giza Mesir

Namun pernyataan tegas ini sangat kontras dengan kenyataan di Amerika. Kemarahan politik tentang publikasi dokumen rahasia pemerintah oleh WikiLeaks cuma satu contoh saja.

WikiLeaks dipandang sebagai ancaman nasional. Dan dalam praktek, berlawanan dengan kebijakan resmi, Amerika tidak banyak berbuat untuk kebebasan internet.

Akhir minggu ini saja bocor sebuah laporan pemerintah yang bertentangan dengan usaha Amerika membasmi sensor internet di China (The Great Firewall) dan negara lain.

Di tahun 2008, Kongres mengucurkan dana 50 juta dolar kepada Kementerian Luar Negeri untuk sebuah program yang melawan sensor internet. Program ini disebut Internet Censorship Circumvention Technology (ICCT). Tapi 30 juta dari yang dianggarkan belum cair dan yang sudah dibelanjakan, hampir tidak ditujukan untuk program ICCT sama sekali.

Kode Terpecahkan

Warga Amerika sepertinya juga hampir tidak menyadari bahaya yang dihadapi para pembangkang. Software pemecah kode yang dikenal dengan nama ‘Haystack’ seharusnya membuat pemerintah tidak bisa melacak kegiatan para dissiden Iran. Tapi dalam kenyataannya, kode bisa dipecahkan dalam waktu 6 jam saja, dan lebih parah lagi, identitas pengguna juga langsung ketahuan.

Ahli keamanan dan WikiLeaks hacker Jacob Appelbaum menyebut Haystack ‘software terburuk yang dengan enggan dia hancurkan’. Appelbaum memperingatkan, software tersebut bisa membahayakan hidup seseorang. Pimpinan proyek Haystack mengundurkan diri. Tidak jelas berapa banyak pemberontak Iran yang pernah menggunakan software tersebut.

Blokade Total

Pemblokiran internet Mesir bukan satu-satunya di dunia. Aksi yang dikenal dengan nama ‘internet kill switch’ ini juga merupakan mimpi mantan presiden George W Bush. Sewaktu menjabat, Bush mendapat kuasa untuk mengumumkan keadaan darurat cyber, di mana hubungan dengan dunia luar akan terputus. Usulan ini tidak sampai memutus seluruh hubungan internet, hanya jaringan yang berada di tangan sektor swasta. Proposal yang dengan dukungan politisi Republiken maupun Demokrat, dibicarakan kembali tahun ini.

Cara efisien pemerintah Mesir memblokir dunia luar, mengejutkan masyarakat internasional. Sebelumnya orang tidak pernah berpikir sambungan internet bisa sedemikan cepat dan efektif diputus. Ini dimungkinkan karena Mesir hanya punya 5 penyedia jasa internet dan hubungan terbatas dengan luar negeri. Dan ini semua berada di tangah pemerintah.

Benci

Di negara Arab lain, keadaannya kurang lebih sama. Di Suriah, Iran atau Yordania, blokade total internet bukan suatu hal yang mustahil. Hingga saat ini, hal tersebut bisa dilakukan tanpa konsekuensi internasional.

Pemerintah, organisasi HAM dan PBB tidak bisa berbuat banyak selain mengungkapkan kebencian akan sensor internet. Revolusi Mesir setidaknya sudah menyebabkan kebebasan internet internasional lebih banyak masuk dalam agenda perundingan. *

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Semakin Jelas TEMPO Bela Ahmadiyah
Tulisan selanjutnya Sibuk Hitung Pahala, Malah Lupa Beribadah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

ASN Jabar Bisa Dipecat Jika Terbukti Jadi Bagian Kelompok LGBT, Wagub Erwan Tegaskan Sanksi Terberat

Berita
13 Juli 2026 06:04
Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Saintek

Para Ilmuwan Lakukan Deteksi Autisme pada Rambut

9 Januari 2023 20:30
Saintek

Tantangan Teknologi, Banyak Orang Oversharing dan Umbar Aib di Media Sosial

26 Desember 2022 14:00
Saintek

(Video) Kuasa Allah, Ilmuwan Berhasil Merekam Tumbuhan yang Bernapas

23 Desember 2022 15:10
Saintek

Selandia Baru akan Siapkan Undang-undang agar Facebook dan Google Membayar Berita

5 Desember 2022 11:21
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?