Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Surat Pembaca

Semakin Jelas TEMPO Bela Ahmadiyah

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 17 Februari 2011 09:28 9:28 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 17 Februari 2011 09:28
Bagikan
Bagikan

“SEMAKIN lama semakin jelas terlihat, negara meninggalkan Jemaah Ahmadiyah,” demikian bunyi Tajuk Rencana Majalah Mingguan TEMPO, edisi terbaru, 14-20 Februari 2011. Mungkin, TEMPO hanya ingin menyampaikan pendapat/sikap dan dukungannya pada Ahmadiyah dengan mengatakan, bahwa dilarang sebuah Negara “memusuhi” Ahmadiyah dan/atau haram jika Negara (dalam prinsip demokrasi) terlalu membela mayoritas atau kaum Muslim.

Dalam sikapnya, TEMPO menuduh pemerintah tak berpijak pada konstitusi dan menjamin hak Ahmadiyah. Namun tak satupun tulisan media nasional itu mengatakan juga menjamin hak konstusi mayoritas (kaum Muslim), sungguh tak ada, bahkan satu dua katapun. Majalah ini juga agak sinis terhadap Majelis Ulama Indonesia (MUI).

“Sangat disesalkan, pemerintah tidak berpijak pada konstitusi, yang menjamin hak Ahmadiyah memililih dan menjalankan keyakinannya. Bahkan Surat Keputusan Bersama Tiga Menteri –Menteri Agama, Menteri Dalam Negeri, Jaksa Agung— tentang Ahmadiyah pada tahun 2008 isinya segendang sepenarian dengan Fatwa MUI, “ tulisnya lagi.

Lebih jauh, TEMPO mengatakan, pemerintah akan terseret terhadap pelanggaran keyakinan orang lain. TEMPO juga mengatakan, pihak manapun tak memiliki otoritas menentukan label Islam atau bukan.

“Pemerintah, MUI, atau lembaga manapun tak memiliki otoritas menentukan label Islam atau bukan Islam bagi Ahmadiyah,” tulisanya.

Baca Juga

22 Tahun Wahdah Eksis jadi Ormas
Harga Telur Melambung Tinggi, Bagaimana Islam Mengatasi?
Lemahnya Agama, Penyebab Munculnya Pergaulan Bebas
Uang Kripto sebagai ‘People Money’
Hari HAM Sedunia, Muslim Thailand Selatan Masih dalam Tekanan dan Diskriminasi

Dua hal yang bisa saya simpulkan, bahwa, media –yang katanya sangat kredibel, dan dianggap media bermutu– rupanya juga bisa tidak adil dan bersikap picik.

Sungguh saya sangat kecewa, mengapa semenjak SMU langganan majalah ini –saya langgakan ketika media ini sempat ditutup ketika menulis kapal bekas dari Jerman—hingga sekarang. Akhir-akhirnya, ini, bahkan saya rasakan, media ini sangat membela paham liberal.

Dengan mengatakan pemerintah bisa terseret pelanggaran (dalam kasus Ahmadiyah) dan mengatakan siapapun tak berhak menentukan label Islam, menunjukkan, bahwa media –sekali lagi, yang katanya sangat sangat sangat kridible ini— telah menyesatkan masyarakat dan menafikkan umat Islam.

Alih-alih melindungi kaum minoritas dan liberal, ia justru mengabaikan hak-hak dan perlindungan kaum mayoritas. Dengan kata lain, TEMPO bahkan menganggap kaum Muslim ini tidak ada sama sekali dan tak perlu ada hak dan pembelaan. Menurut saya, ini media besar macam apa?

Bahkan saya tak melihat kasus seperti ini di negeri-negeri di mana mayoritas Kristen sangat besar, sebagaimana di Amerika atau Eropa, di mana . Bahkan dalam kasus penghinaan agama (blasphemy), dalam hukum positif diberlakukan di negeri-negeri Eropa dan Amerika.

Perasaan saya, TEMPO, rupanya ingin semua orang melakukan dan berbuat apa saja, bahkan tak masalah jika seandainya itu “menyakiti” perasaan atau melukai keyakinan mayoritas. Pokoknya, asal jangan minoritas diganggu.

Dugaan saya, TEMPO menyarankan kasus-kasus penghinaan agama (blasphemy) seperti pemerintah tak usah ikut campur tangan dan sebaiknya diselesaikan secara bebas dan langsung oleh masyarakat. What???

Saya khawatir pendapat TEMPO –yang setengah dipaksakan untuk semua orang ini—meniru cara berfikir orang Barat. Di mana dalam banyak kasus, melarang adanya rasisme tapi di sisi lain ketika yang “dihina” adalah Islam mereka hanya menyebutnya “freedom to speak”. Sangat jelas masalah ini dalam kasus pelecehan Nabi dalam bentuk kartun di Koran Denmark.

Nah, kini sudah jelas bagi semua masyarakat dan kaum Muslim untuk melihat, siapa sesungguhnya TEMPO ini.

Saya juga berpesan kepasa kaum Muslim mulai berfikir-fikir dan menimbang-nimbang, dalam berlangganan media.

Jangan sampai kita keliru, seolah meminum obat kuat setiap saat, tapi lama-lama, yang kita anggap obat itu justru “racun” yang semakin lama jsutru melemahkan organ-organ dalam tubuh kita.

salam
Umiyati
Jakarta

NB: foto ilustrasi majalah TEMPO

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Sibuk Cikeusik, Sebuah Masjid di Medan Dibongkar Paksa
Tulisan selanjutnya Kebebasan Internet: Standar Ganda Amerika

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Ragam

Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi

Ragam
4 September 2026 17:26
Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
Komandan Tentara Suriah Era Assad Tewas Saat akan Ditangkap
Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
Seoul Pikir-pikir untuk Ikut Amerika Serikat Mengamankan Selat Hormuz

Terbaru

  • Amerika Serikat Klaim Tembak Jatuh 300 Drone Kartel Narkoba di Perbatasan Meksiko
  • Seoul Pikir-pikir untuk Ikut Amerika Serikat Mengamankan Selat Hormuz
  • Suriah Musnahkan Senjata Kimia Era Rezim Bashar Al-Assad
  • Banjir Nepal: Malaysia Kirim Tim SAR Cari Warganya
  • Khawatir Antibiotik Uni Eropa Hentikan Impor Daging Brazil
  • Amerika Setujui Kemungkinan Penjualan Senjata ke Arab Saudi Bernilai $5 Miliar Lebih
  • Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi
  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air

Mungkin Anda Juga Suka

Surat Pembaca

Racun LGBT Makin Meluas, Jaga Ketahanan Keluarga Indonesia

28 Mei 2022 12:30
cerita
Surat Pembaca

Pentingnya Memilih Cerita Sebagai Hiburan

26 November 2021 13:37
Surat Pembaca

Tanggapan atas Pernyataan Bahwa Semua Agama itu Benar

22 September 2021 15:00
Surat Pembaca

Nasyid untuk Wahdah Islamiyah

8 September 2021 07:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?