Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Saintek

Polisi dan Penjahat Facebook-an

Ama Farah
Terakhir diupdate: 25 Februari 2013 11:29 11:29 am
Ama Farah
Dipublikasikan 25 Februari 2013 11:29
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Kongres Polisi Eropa tanggal 19-20 Februari 2013 di Berlin menyoroti perang siber yang belakangan semakin marak dengan diretasnya situs-situs milik pemerintah maupun perusahaan besar di berbagai negara. Dan polisi ternyata bisa berhasil membekuk targetnya dengan bantuan situs jejaring sosial Facebook.

Dilansir Deutsche Welle (21/2/2013), berdasarkan laporan perusahaan sekuriti Symantec, terjadi 5,5 milyar serangan siber di dunia internet sepanjang tahun 2011. Angka itu naik 81 persen dari tahun sebelumnya.

Wakil presiden Symantec Jurgen Maurer mengatakan, di Jerman saja menurut data Kantor Kepolisian Kriminal Federal (BKA), pada periode yang sama terjadi sekitar 60.000 serangan siber. Dia menambahkan, tidak ada orang yang tahu pasti mengenai ancaman siber ini.

Para penjahat internet seringkali satu langkah di depan dibanding aparat keamanan, oleh karenanya di dalam dan di luar negeri diperlukan intelijen siber yang kuat. Demikian dikatakan Hans-Georg Maasen, mantan presiden lembaga intelijen luar negeri Jerman BfV.

Menurut Maasen, Kantor Federal untuk Keamanan Informasi yang bermarkas di Bonn, hanya bertanggungjawab menjaga agar infrastruktur berjalan dengan baik, tetapi mereka tidak punya wewenang melakukan investigasi atau pemantauan.

Baca Juga

Lithium Air Laut
China Temukan Cara Baru Menambang Lithium Air Laut
7 dari 10 Warga Malaysia Ingin Medsos Dilarang untuk Anak di Bawah 14 Tahun
Warisi Generasi Old, Milenial Akan jadi ‘Generasi Terkaya dalam Sejarah’
Minum Air Zamzam Sembuhkan Sakit dan Kuatkan Hafalan
Ilmuwan Menemukan Koridor Tersembunyi di Piramida Agung Giza Mesir

Dalam konferensi itu Maasen menjelaskan bagaimana lembaganya melacak orang-orang yang menjadi target intelijen seperti para peretas, jihadis, ekstrimis sayap kanan di internet.

Perangkat teknologi bisa digunakan untuk melacak keberadaan mereka, seperti dengan memfilter informasi teks dan video tentang target, atau dengan mengamati simbol dan tanda khusus yang biasa dipakai oleh kelompok mereka. Pelacakan lewat IP-address target dalam prakteknya tidak sesederhana kedengarannya, sebab pelaku kerap mengganti komputer dan server mereka, kata Maasen.

Nick Keane dari Akademi Kepolisian Inggris berpendapat, internet ibarat jalan bebas hambatan yang tidak memiliki batas kecepatan.

Sebagian besar pakar setuju bahwa pihak keamanan siber Jerman tidak banyak memiliki “senjata perang” dibandingkan sejawat mereka di angkatan bersenjata. Oleh karena itu menurut mantan direktur Europol Max-Peter Ratzel, polisi siber juga harus aktif di media sosial.

Polisi, kata Ratzel, tidak hanya melacak target lewat situs jejaring sosial, tetapi mereka juga harus memiliki akun di media semacam Facebook atau Twitter. Aktif di forum-forum diskusi di internet juga menjadi bagian penting dari investigasi oleh aparat keamanan.

Axel Brockmann kepala kepolisian di Honover negara bagian Niedersachsen, Jerman, menyoroti peran media sosial dalam memerangi kriminalitas di dunia nyata. Dia mengatakan sedikitnya ada delapan macam kasus kejahatan yang bisa diselesaikan dengan bantuan media sosial, termasuk tindak perkosaan, penganiayaan berat dan pencurian barang pribadi. Caranya adalah dengan mengumumkan ke publik kasus dan tersangka yang sedang diburu oleh polisi di Facebook.

Tidak hanya memburu penjahat lewat Facebook, Kepolisian Niedersachsen juga membuka pendaftaran calon taruna polisi lewat media sosial. Dengan demikian, mereka akan mudah diketahui latar belakangnya.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Sabar Modal Para Pelajar untuk Raih Kesuksesan
Tulisan selanjutnya Pelawak Senior Dihantam RPG Rezim Suriah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Berita
31 Mei 2026 05:00
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Saintek

Para Ilmuwan Lakukan Deteksi Autisme pada Rambut

9 Januari 2023 20:30
Saintek

Tantangan Teknologi, Banyak Orang Oversharing dan Umbar Aib di Media Sosial

26 Desember 2022 14:00
Saintek

(Video) Kuasa Allah, Ilmuwan Berhasil Merekam Tumbuhan yang Bernapas

23 Desember 2022 15:10
Saintek

Selandia Baru akan Siapkan Undang-undang agar Facebook dan Google Membayar Berita

5 Desember 2022 11:21
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?