Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Saintek

Emoticon Membentuk Pola Baru dalam Kegiatan Otak

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 10 Februari 2014 07:37 7:37 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 10 Februari 2014 07:37
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Sebuah studi baru di Australia menyimpulkan emoticon berupa ekspresi wajah tersenyum (The Smiley Face) telah  menjadi bahasa baru yang mampu mengubah otak manusia. Namun respon otak terhadap emoticon ini ternyata jauh berbeda dengan respon otak terhadap gambar wajah sungguhan.

Sejak diperkenalkan pertama kali pada 1980-an, emoticon yang menampilkan karakter berbagai ekspresi wajah itu telah menjadi bagian dalam komunikasi manusia sehari-hari, terutama dalam pesan tertulis maupun email.

“Emoticon saat ini telah menjadi bentuk bahasa yang diciptakan oleh manusia. Dan untuk bisa memahami makna dari emoticon itu, manusia sampai membentuk pola baru di dalam kegiatan otaknya” kata peneliti, Dr Owen Churches, dari Sekolah Psikologi di Universitas Flinders, Adelaide dikutip Radio ABC, Australia.

Berdasarkan riset yang dilakukan Churches, wajah merupakan suatu bentuk atau objek yang istimewa di dalam sudut pandangan psikologi.

“Sebagian besar dari kita memberikan perhatian yang lebih besar kepada wajah dari pada objek apapun lainnya. Dan dari sejumlah eksperimen diketahui orang merespon ekspresi wajah secara berbeda dibandingkan dengan kategori objek lainnya,” kata Churches, yang  telah mempelajari Ilmu Syaraf khususnya persepsi wajah selama beberapa tahun.

Baca Juga

Lithium Air Laut
China Temukan Cara Baru Menambang Lithium Air Laut
7 dari 10 Warga Malaysia Ingin Medsos Dilarang untuk Anak di Bawah 14 Tahun
Warisi Generasi Old, Milenial Akan jadi ‘Generasi Terkaya dalam Sejarah’
Minum Air Zamzam Sembuhkan Sakit dan Kuatkan Hafalan
Ilmuwan Menemukan Koridor Tersembunyi di Piramida Agung Giza Mesir

Churches mengatakan ketika melihat gambar wajah sungguhan, manusia lebih mengenali letak mulut ketimbang hidung atau mata dan sebagai hasilnya ada bagian yang sangat spesifik dari otak yang diaktifkan.

Dan ketika gambar ini dibalikkan ternyata itu juga membentuk pola spesifik lain dalam aktivitas otak.
Dalam risetnya Churches ingin mengetahui apakah hal serupa akan terjadi juga jika seseorang  melihat emoticon yang mewakili sejumlah ekspresi wajah manusia.

Kebudayaan membentuk otak

Dalam risetnya, Churches dan koleganya melibatkan 20 orang partisipan dan menggunakan pendekatan psikologi elektrik.

Ke-20 orang partisipan disuguhkan sejumlah gambar wajah sungguhan, emoticon dan sejumlah karakter tanda baca tanpa makna.
Hasilnya menunjukan, aktivitas otak yang spesifik terhadap wajah mampu terbentuk ketika merespon gambar wajah sungguhan baik dalam kondisi tegak  maupun terbalik. Sebaliknya aktivitas otak hanya mampu merespon atau dipicu oleh emoticon ketika berbentuk konvensional saja yakni berupa 🙂 saja.

“Tetapi jika bentuk emoticon itu dibalik dengan (-:, sejumlah bagian dari otak yang sudah lebih dulu bersiap merespon persepsi wajah tampaknya tidak bisa memproses gambar itu sebagai sebuah wajah,” kata Churches.

Begitu juga dengan karakter dalam emoticon seperti tanda kurung, titik dua dan garis itu dalam keadaan terpisah ternyata juga tidak mewakili wajah, hidung dan mata tetapi hanya menjadi sekumpulan tanda baca saja.

Emoticon berbentuk wajah tersenyum muncul pertama kali di  Universitas Komputer, Carnegie Mellon,  yang diciptakan oleh Professor Scott E Fahlman pada tahun 1982.  Sejak saat itu, muncul pola aktifitas sama yang memunculkan wajah dari serangkaian unsur yang sebelumnya hanya dikenal sebagai tanda baca.

“Tidak ada respon saraf bawaan untuk emoticon yang terdapat sejak bayi dilahirkan. Sebelum 1982 tidak akan ada alasan bahwa ‘:-)’ akan mengaktifkan area sensitif wajah korteks tapi sekarang tidak karena kita telah belajar bahwa ini mewakili wajah, “kata Churches.

Kondisi ini menurut Churches menunjukan kalau kebudayaan mampu membentuk otak.

“Ini sepenuhnya merupakan respon saraf yang diciptakan oleh kebudayaan, dan ini benar-benar menakjubkan.”

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:otak
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Hotel Ishraq Al Madinah Terbakar, 15 Jamaah Umroh Meninggal Dunia
Tulisan selanjutnya Meningkat, Per Tahun 200 ribu Pasien Kanker Baru Muncul Di Indonesia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Serangan rudal Iran di Tel Aviv Israel
Berita

Timur Tengah Kian Memanas, Iran Tutup Wilayah Udara usai Serangan ke ‘Israel’

Berita
8 Juni 2026 19:30
123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
Penjajah ‘Israel’ Lancarkan Serangan di Berbagai Wilayah Gaza, 10 Orang Syahid
Jenderal ‘Israel’ Naik Pangkat Usai Bunuh Anak Palestina, Kini Dipecat karena Skandal Moral

Terbaru

  • Kemendikdasmen Siapkan Kurikulum PAUD untuk Dukung Program Wajib Belajar 13 Tahun
  • MUI Kembali Dorong Undang-Undang Ketahanan Keluarga untuk Perkuat Fondasi Bangsa
  • Jenderal ‘Israel’ Naik Pangkat Usai Bunuh Anak Palestina, Kini Dipecat karena Skandal Moral
  • Haedar Nashir: Reformasi Pendidikan Harus Bertumpu pada Tradisi Ilmu dan Kebijakan yang Berkelanjutan
  • Timur Tengah Kian Memanas, Iran Tutup Wilayah Udara usai Serangan ke ‘Israel’
  • BPJPH Dorong Pelaku Usaha Urus Sertifikat Halal Jelang Wajib Halal 2026
  • Emil Salim Dorong MUI Perluas Dakwah Ekologis ke Kalangan Menteri Kabinet
  • Turki: Insya Allah Kita akan Saksikan Pembebasan Baitul Maqdis
  • MUI: Kasus Hukum di BGN Harus Jadi Momentum Perbaikan Tata Kelola dan Integritas Pengelola
  • Penjajah ‘Israel’ Lancarkan Serangan di Berbagai Wilayah Gaza, 10 Orang Syahid

Mungkin Anda Juga Suka

Saintek

Para Ilmuwan Lakukan Deteksi Autisme pada Rambut

9 Januari 2023 20:30
Saintek

Tantangan Teknologi, Banyak Orang Oversharing dan Umbar Aib di Media Sosial

26 Desember 2022 14:00
Saintek

(Video) Kuasa Allah, Ilmuwan Berhasil Merekam Tumbuhan yang Bernapas

23 Desember 2022 15:10
Saintek

Selandia Baru akan Siapkan Undang-undang agar Facebook dan Google Membayar Berita

5 Desember 2022 11:21
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?