Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Saintek

Riset: Abu Vulkanik Kelud hasilkan Kekuatan sampai 150 kg Persatuan Beban

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 5 Maret 2014 17:12 5:12 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 5 Maret 2014 17:12
Bagikan
Akibat musibah Gunung Kelud banyak penerbangan dibatalkan, Bandara Juanda ditutup
Bagikan

Hidayatullah.com—Abu vulkanik ternyata memiliki dampak positif dan manfaat bagi manusia. Bukan hanya bermanfaat sebagai pupuk tanaman, tapi ia juga bisa memperbaiki sifat fisika tanah dan mempunyai kemampuan mengikat air.

Sebuah penelitian yang baru dilakukan Universitas Muhammadiyah Yogjakarya (UMY) terhadap abu vulkanik Gunung  Kelud juga menunjukkan, abu vulkanik juga bisa dijadikan bahan campuran adonan semen sebagai bahan konstruksi yang cukup bagus, karena bisa menghasilkan kekuatan sampai 150 kg persatuan beban.

Demikian disampaikan Dr. Ir. Gunawan Budiyanto, MP, Wakil Rektor I Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) saat menyampaikan penelitiannya mengenai manfaat abu Gunung Kelud, di laboratorium Tanah, Fakultas Pertanian Kampus Terpadu UMY sebagaimana dikutip laman Muhammadiyah, belum lama ini.

Penelitian yang dilakukannya ini juga merupakan kegiatan dari serangkaian acara UMY Peduli Bencana Abu Gunung Kelud, yang dilaksanakan sejak Selasa (18/02/2014) hingga Maret 2014.

Menurut Gunawan, manfaat atau dampak positif dari abu vulkanik itu diketahui setelah dirinya serta timnya melakukan penelitian terhadap abu vulkanik dari letusan gunung Merapi pada tahun 2010. Sehingga, histori dari hasil penelitian gunung Merapi itu akan diulangi lagi pada abu vulkanik dari letusan Gunung Kelud.

Baca Juga

Lithium Air Laut
China Temukan Cara Baru Menambang Lithium Air Laut
7 dari 10 Warga Malaysia Ingin Medsos Dilarang untuk Anak di Bawah 14 Tahun
Warisi Generasi Old, Milenial Akan jadi ‘Generasi Terkaya dalam Sejarah’
Minum Air Zamzam Sembuhkan Sakit dan Kuatkan Hafalan
Ilmuwan Menemukan Koridor Tersembunyi di Piramida Agung Giza Mesir

“Perbedaannya hanya satu, abu Gunung Kelud itu lebih halus ukurannya dibanding abu Merapi. Abu Gunung Kelud itu ukuran halusnya seperti lempung atau clay dengan diameter di bawah 0,002 milimeter,” ungkapnya.

Gunawan juga mengatakan bahwa abu Gunung Kelud itu menjadi lebih halus karena ia menempuh jarak yang lebih jauh, yaitu sekitar 200 kilometer lebih.

Selain itu, karena ia lebih halus, kandungan pasirnya tidak ikut terbawa angin. Sehingga dari hal itu, abu Gunung Kelud sudah memiliki kelebihan dibanding abu gunung Merapi dalam pemanfaatannya.

“Abu yang lebih halus itu lebih mudah untuk mengikat air. Dengan begitu juga, waktu yang dibutuhkan untuk pengolahannya menjadi pupuk tanaman, dan bahan untuk memperbaiki sifat tanah akan lebih singkat. Karena ia sudah berpisah dengan material lain, seperti pasir itu,” ujarnya.

Dosen pertanian UMY ini kemudian melanjutkan secara lebih rinci hasil penelitian yang didapatnya dari abu gunung Merapi. Menurutnya, pengaruh positif dari abu letusan gunung itu bisa dilihat dari tiga sisi, yakni dari sisi kimia, fisika, dan teknik sipil.

Kandungan Mineral

Dari segi kimiawi dapat diketahui bahwa abu vulkanik mengandung cadangan mineral yang cukup banyak.

“Bahkan kemungkinan juga mengandung magnesium dan serum yang bisa menjadi sumber nutrien bagi pertanian. Namun sebelumnya, abu itu sudah mengalami lapukan, yaitu proses pelepasan unsur-unsur yang terkandung dalam abu letusan gunung, sehingga terlepas dari unsur primernya.  Maka unsur yang baru itu bisa digunakan untuk pertanian,” jelasnya.

Kemudian dari segi fisika, abu vulkanik ini memiliki kelebihan bisa memperbaiki sifat tanah dan mengikat air, atau bisa meningkatkan daya adhesi tanah. Sehingga, jika digunakan pada tanah berpasir akan mudah menyerap air.

“Sementara dari teknik sipil bisa digunakan untuk bahan konstruksi, juga untuk bahan campuran membuat adonan semen. Campuran adonan semen dengan abu vulkanik ini bisa mengurangi bahan dari semennya sendiri sampai 10 persen. Dan hasil campurannya juga cukup bagus, hingga bisa memiliki kekuatan 150kg persatuan beban,” ungkapnya.

Adapun untuk penelitian abu vulkanik dari letusan Gunung Kelud sendiri, menurut Gunawan terlebih dahulu akan diteliti mengenai sebaran abunya, sifat-sifat fisika tentang teksturnya atau distribusi diameter partikel tanahnya, kemampuannya untuk menyimpan air, dan mengukur pH atau tingkat keasamannya. “Apakah pH-nya sekitar 7 atau tidak. Sebab kemarin kita ukur pH-nya sekitar 5 setengah, dan artinya itu tidak mengganggu tanaman. Jadi kami juga berharap, abu dari Kelud ini juga bisa digunakan untuk hal-hal yang berguna,” paparnya.

Hal lain yang juga menjadi kelebihan dari abu Kelud ini yaitu abu vulkanik dari Kelud lebih lembab, karena dia bersifat higroskopis atau mudah menyerap kelembaban lingkungan. Selain itu, kandungan mineralnya juga banyak besinya, dan kadar air yang dikandungnya dalam kondisi kering bisa mencapai 8 hingga 10 persen.

“Ini artinya, abu Kelud bisa dimanfaatkan untuk menyuburkan tanah dan pertanian. Abu Kelud ini juga memiliki kandungan Fe (besi), Mn (mangan), Si (silikat), Al (aluminium), Ca (kalsium), K (kalium), dan P (fosfor). Jadi abu ini kalau sudah menjadi pupuk, bisa menjadi cadangan jangka panjang. Dan rencananya, kami juga akan menjadikan abu Kelud ini sebagai bahan penelitian untuk pembuatan pupuk pelet,” ujarnya.

Adapun penelitian yang dilakukan semenjak Senin (17/02/2014) ini melibatkan 14 tim, yang terdiri dari Pertanian, Teknik Sipil dan Teknik Mesin.

Sementara untuk sampel abu Gunung Kelud sendiri diambil khusus dari atas genteng dengan berat jenis 2,8 gram/cm3. Dan penelitian ini kemungkinan juga akan memakan waktu sekitar 2,5 tahun, karena juga melibatkan penelitian dalam bidang teknik sipil dan teknik mesin.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kemenag Tetapkan Dam Haji Tamattu’ Lebih Murah
Tulisan selanjutnya Berada di Dekat Perokok Pembuluh Darah Anak Dapat Rusak Permanen

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Berita
3 Juni 2026 12:08
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Saintek

Para Ilmuwan Lakukan Deteksi Autisme pada Rambut

9 Januari 2023 20:30
Saintek

Tantangan Teknologi, Banyak Orang Oversharing dan Umbar Aib di Media Sosial

26 Desember 2022 14:00
Saintek

(Video) Kuasa Allah, Ilmuwan Berhasil Merekam Tumbuhan yang Bernapas

23 Desember 2022 15:10
Saintek

Selandia Baru akan Siapkan Undang-undang agar Facebook dan Google Membayar Berita

5 Desember 2022 11:21
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?