Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Saintek

Terobosan Pengobatan Diabetes, Ilmuwan Mengkloning Sel Penghasil Insulin

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 29 April 2014 21:38 9:38 pm
Insan Kamil
Dipublikasikan 29 April 2014 21:38
Bagikan
Bagikan

PARA ilmuwan mengatakan Senin (28/4/2014), mereka telah menggunakan teknologi kloning untuk membuat sel induk embrio dari gen seorang wanita penderita diabetes, dan mengubahnya menjadi sel beta penghasil insulin yang mungkin suatu hari bisa menyembuhkan penyakitnya.

Tim melaporkan, pihaknya berusaha mengatasi rintangan penting dalam upaya membuat “sel induk pribadi” untuk digunakan dalam terapi penyakit, tetapi para pemerhati etika dalam bidang biologi berkata, terobosan ini perlu diatur dalam regulasi yang lebih baik terhadap laboratorium pengembangbiakan embrio.

“Kita sekarang satu langkah lebih dekat untuk dapat mengobati pasien diabetes dengan sel mereka sendiri dalam memproduksi insulin,” kata Dieter Egli dari New York Stem Cell Foundation (NYSCF), yang memimpin penelitian dan telah diterbitkan dalam jurnal Nature, sebagaimana dilansir laman Emirates247, Selasa (29/4/2014).

Egli dan tim telah mentransplantasikan inti sel yang diambil dari kulit wanita ke dalam sel telur manusia untuk menciptakan sel induk, yang kemudian bisa mengubah menjadi sel-sel beta. Penurunan sel-sel beta dalam tubuh ini yang menyebabkan insulin berkurang dan meningkatkan gula darah pada penderita diabetes.

Dengan demikian, sebagaimana dikatakan tim, penelitian ini berpotensi menjadi sumber penting untuk terapi sel pengganti di masa depan.

Baca Juga

Lithium Air Laut
China Temukan Cara Baru Menambang Lithium Air Laut
7 dari 10 Warga Malaysia Ingin Medsos Dilarang untuk Anak di Bawah 14 Tahun
Warisi Generasi Old, Milenial Akan jadi ‘Generasi Terkaya dalam Sejarah’
Minum Air Zamzam Sembuhkan Sakit dan Kuatkan Hafalan
Ilmuwan Menemukan Koridor Tersembunyi di Piramida Agung Giza Mesir

Namun demikian penelitian ini bukan studi yang pertama untuk menciptakan sel induk dengan cara ini. Tapi ini adalah yang pertama dalam hal penggunaan sel-sel yang bersumber dari orang dewasa yang sakit dengan tujuan menghasilkan sel-terapi tertentu.

Insoo Hyun, seorang pemerhati etika dalam biologi dari Fakultas Kedokteran Universitas Case Western Reserve di Cleveland, Ohio, mengatakan, penelitian terbaru untuk menghasilkan sel induk embrio dari genom orang hidup, berada dalam bahaya.

“Kloning embrio yang berulang kali ini dan membiakkan sel induk, kemudian sekarang menggunakan sel-sel yang dikumpulkan dari orang dewasa, meningkatkan kemungkinan embrio manusia akan diproduksi untuk menghasilkan terapi untuk individu tertentu,” tulisnya dalam komentar di Nature.

“Struktur regulasi harus mengawasi penelitian itu.”

Sel batang embrio –sel-sel bersifat netral, asli yang dapat berkembang menjadi sel-sel jaringan tisu di dalam tubuh- dipandang sebagai sumber potensial untuk membangun kembali organ yang rusak oleh penyakit atau kecelakaan.

Tapi aktivitas ini masih bersifat kontroversial, kecuali nanti sel induk yang dikembangkan hanya berasal dari embrio manusia.

Mereka dapat tumbuh di laboratorium dengan mengambil inti sel jaringan, antara lain dari kulit yang berisi DNA seseorang, dimasukan ke dalam telur manusia yang intinya telah dibuang.

Telur tersebut kemudian diberi aliran listrik untuk mulai pemecahan sampai membentuk satu blastocyst, yakni tahapan awal embrio yang terdiri dari sekitar 150 sel DNA dari donor sel jaringan.

Teknologi Kloning

Secara teknis dikenal sebagai sel-somatik transfer inti (SCNT), teknik yang digunakan untuk penelitian terapi dalam langkah pertama kegiatan kloning, dan telah digunakan untuk membuat domba Dolly.

SCNT dilarang di banyak negara. Untuk studi baru, para ilmuwan di Amerika Serikat dan Israel mengatakan, mereka telah membuat “perbaikan teknis  –dengan mengubah bahan kimia yang digunakan.

Sel-sel induk pada gilirannya dapat dibujuk untuk menjadi berbagai jenis sel dewasa, termasuk sel beta, kata tim.

“Melihat hasil hari ini memberi saya harapan bahwa kita suatu hari akan memiliki obat untuk penyakit (diabetes) ini,” kata kepala eksekutif NYSCF Susan Solomon.

Tim yang sama sebelumnya telah membuat sel-sel beta dengan metode yang sama, tetapi menggunakan telur inti yang masih utuh — menghasilkan sel induk dengan tiga set kromosom yang tidak dapat digunakan dalam terapi.

Tetapi dengan menggunakan metode baru yang lebih baik, sel-sel induk muncul dengan dua set kromosom normal, tulis tim dalam jurnal tersebut.

Hyun mengatakan, penelitian tersebut bisa meningkatkan kekhawatiran di masa depan, di mana bayi manusia hasil kloning atau embrio tanpa perasaan diciptakan, kemudian dihancurkan untuk penelitian. Ia menyerukan penguatan struktur pengawasan.

Tapi Salomo mengatakan, penelitian ini “benar-benar untuk tujuan pengobatan” dengan secara ketat mematuhi etika.

“Dalam situasi kita atau kelompok ilmiah yang bertanggung jawab memiliki niat menggunakan teknik ini untuk mengobati manusia, apakah itu tidak dimungkinkan?” katanya kepada AFP.

Sel-sel beta yang dihasilkan dalam penelitian ini belum dapat digunakan dalam penggunaan terapi, kata tim.

Sejauh ini sistem kekebalan tubuh penderita diabetes ‘menyerang sel-sel beta’ dan belum ditemukan cara untuk mengatasinya.*

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:diabetes
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Calhaj Usia 83 Tahun Diprioritaskan Dapat Sisa Kuota Nasional
Tulisan selanjutnya Jalaluddin Rakhmat Dinilai Akan Suarakan Aspirasi Syiah di Parlemen

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah

Berita
4 Juni 2026 21:20
Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Terbaru

  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Saintek

Para Ilmuwan Lakukan Deteksi Autisme pada Rambut

9 Januari 2023 20:30
Saintek

Tantangan Teknologi, Banyak Orang Oversharing dan Umbar Aib di Media Sosial

26 Desember 2022 14:00
Saintek

(Video) Kuasa Allah, Ilmuwan Berhasil Merekam Tumbuhan yang Bernapas

23 Desember 2022 15:10
Saintek

Selandia Baru akan Siapkan Undang-undang agar Facebook dan Google Membayar Berita

5 Desember 2022 11:21
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?