Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
KajianRamadhan

Menjaga Stamina Ruhiyah di Akhir Ramadhan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 26 April 2022 10:47 10:47 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 26 April 2022 11:00
Bagikan
Bagikan

Bulan Suci Ramadhan tahun ini hampir berakhir, mari kita menjaga stamina ruhiyah  di akhir Ramadhan ini agar ibadah kita diterima

Oleh: Abduh Rijal

Hidayatullah.com | Bulan Suci Ramadhan di tahun in sudah hampir berakhir, namun pemandangan keramaian justru banyak terlihat di pusat perbelanjaan daripada tempat beribadah. Padahal Rasulullah ﷺ pernah bersabda Bahwa “Adalah bulan Ramadhan, awalnya rahmat, pertengahannya maghfiroh dan akhirnya pembebasan dari api Neraka.”

Sepertiga malam terakhir merupakan malam yang teristimewa diantara malam – malam yang ada di semua bulan. Saking istimewanya, Nabi sendiri diceritakan oleh istri beliau Sayyidatina Aisyah bahwa “Nabi ﷺ ketika memasuki sepuluh hari terakhir ‘mengencangkan gamisnya’, menghidupkan malamnya, dan membangunkan keluarganya.”. Tidak ada kata kendor di malam – malam itu.

Selain sebagai pembebas api Neraka, sepuluh malam terakhir dalam Bulan ramadhan juga memiliki keistimewaan dengan adanya malam Lailatul Qadr.

Baca Juga

Jeritan Seorang Homoseksual dan Solusi Drs. Faruq Nasution
Teladan Jusuf Wibisono : Pejabat Masyumi yang Berintegritas Tinggi
Krisis Makna di Era Modern dan Jalan Kembali kepada Wahyu
Khutbah Jumat: Tauhid, Fondasi Peradaban yang Tak Pernah Runtuh
Jejak Langkah Wanita Pejuang: Nyonya Hafni Zahra Abu Hanifah

لَيۡلَةُ الۡقَدۡرِ  ۙ خَيۡرٌ مِّنۡ اَلۡفِ شَهۡرٍؕ

تَنَزَّلُ الۡمَلٰٓٮِٕكَةُ وَالرُّوۡحُ فِيۡهَا بِاِذۡنِ رَبِّهِمۡ‌ۚ مِّنۡ كُلِّ اَمۡرٍ

Artinya: “Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan.” (QS: al Qadr ayat 3 – 4).

Dalam kitab Durratun Nasihin Syeikh Utsman bin Hasan bin Ahmad Asy-Syakir berkata bahwa Kata ‘qadar’ dalam Lailatul Qadar juga memiliki arti ‘sempit’. Pada malam itu, silih berganti malaikat turun ke bumi, sehingga bumi bagai sangat sempit dengan kehadiran malaikat.

Nabi berpesan : “Carilah Lailatul Qadar itu pada malam-malam ganjil dari sepuluh hari terakhir (bulan Ramadhan).”

Namun sayangnya waktu – waktu mulia ini banyak disia-siakan oleh banyak orang dengan kegiatan belanja atau buka bersama hingga meninggalkan kegiatan tarawih atau membaca al-Quran. Ibarat sebuah perlombaan marathan, semakin mendekati finish, makin banyak yang mulai lemas berguguran di tengah jalan.

Sandiaga Uno dalam tulisannya “Hidup adalah Marathon” menulis sebuah filosofi menarik tentang marathon dan kehidupan.  “Dan saat berlari di ajang marathon pun, kita harus tetap disiplin menjaga fisik, mental dan emosi. Dari awal start saat badan masih segar kita tidak boleh terbawa emosi dan berlari terlalu kencang karena akan membuat stamina anjlok. Kita harus konsisten, menjaga nafas, menjaga kecepatan berlari agar saat kita sudah di km 30 ke atas, kita akan tetap kuat sampai finish. Mental merupakan tantangan berat saat lari marathon, bagaimana kita melawan diri sendiri.”

Maka sebagaimana marathon, Ramadhan juga merupakan aktifitas yang membutuhkan perisapan fisik dan juga mental. Jika ada fenomena masjid yang mendadak ramai di awal Ramadhan kemudian sepi di ujung, itu merupakan bahwa tanda bahwa banyak yang mentalnya jatuh atau sudah kehabisan nafas. Mereka memasuki ramadhan hanya dengan modal semangat tanpa ilmu dan persiapan yang matang. Akhirnya kesempatan yang mulia itu tidak bisa dimaksimalkan atau bahkan gagal hanya karena kurang persiapan. Padahal Rasulullah ﷺ Bersabda:

وَرَغِمَ أَنْفُ رَجُلٍ دَخَلَ عَلَيْهِ رَمَضَانُ ثُمَّ انْسَلَخَ قَبْلَ أَنْ يُغْفَرَ لَهُ

“Celaka Orang yang berjumpa dengan bulan Ramadhan kemudian keluar dari bulan tersebut namun dosa dosanya tidak diampuni oleh Allah.”*

Penulis adalah santri peserta program Takhassus   Kuliyah Dirasah Islamiyyah Pandaan

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:lailatul qadarmaghfirahRamadhanRuhiyah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Masjidil Haram Meluncurkan Gelang Pintar untuk Membantu Menemukan Anak Hilang
Tulisan selanjutnya Bahrain Larang Penggunaan Tas Plastik Sekali Pakai Mulai 18 September

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI

Berita
14 Juli 2026 14:52
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Hikmah

Sikap Prof. H. M. Rasjidi terhadap Jabatan

13 Juni 2026 04:49
Kajian

Keutamaan Puasa Tarwiyah dan Puasa Arafah

26 Mei 2026 09:00
Kajian

Rahasia Hari Arafah yang Dibenci Iblis: Inilah 10 Keutamaannya

26 Mei 2026 08:30
Sejarah

H.O.S. Tjokroaminoto dan Pembelaan terhadap Palestina

23 Mei 2026 15:57
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?