Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kajian

Para Jawara Al-Qur’an pada Bulan Ramadhan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 27 Maret 2023 22:22 10:22 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 27 Maret 2023 13:05
Bagikan
keutamaan bulan sya'ban
Bagikan

Hidayatullah.com | BULAN Bulan Ramadhan biasa disebut dengan bulan Al-Qur`an karena di dalamnya adalah momentum diturunkannya Al-Qur`an. Tidak mengherankan jika sejak masa Nabi hingga saat ini, ibadah yang khas di antaranya yang terdapat pada bulan ini adalah: tilawah dan tadarus Al-Qur`an.

Banyak sekali data melimpah mengenai interaksi umat Islam bersama Al-Qur`an khususnya di bulan Ramadhan. Secara global bisa disebutkan dalam ringkasan berikut. Untuk pengkhataman Al-Qur`an durasinya, ada yang setengah, satu, tiga, tujuh hari hingga satu bulan.

Dari sisi kuantitas pengkhataman, ada yang bisa mengkhatamkan satu kali, sepuluh, hingga enam puluh bahkan sembilan puluh kali. Adapun dari sisi kualitas, maksudnya dari paradigma bacaan yang disertai tadabbur itu kalau dilihat dari durasi waktunya berbeda dengan yang sekadar membaca.

Data yang akan diungkap pertama secara global adalah berasal dari kitab “Lathā`ifu al-Ma’ārif” karya Al-Hafidz Ibnu Rajab Al-Hanbali. Diceritakan bahwa para salafush-shālih ada yang mengkhatamkan Al-Qur`an dalam bulan Ramadhan setiap tiga hari sekali. Ada juga yang seminggu sekali. Contohnya adalah Qatadah di luar Ramadhan. Adapun di dalam Ramadhan beliau khatam hari sekali, sedangkan pada 10 terakhir, beliau khatam tiap malam sekali.

Misal lainya: Abu Raja Al-Atharidi (dalam sepuluh hari sekali). Contoh lain: Al-Aswad (tiap dua malam sekali). An-Nakha’i mengkhatamkan tiap dua malam sekali pada sepuluh terakhir bulan Ramadhan. Adapun 20 hari pertama tiap tiga hari sekali. Mereka membaca Al-Qur`an pada saat shalat dan di luar shalat. Sehingga tidak mengherankan jika nanti terdapat jumlah yang sangat mencengangkan dalam mengkhatamkan Al-Qur`an pada bulan Ramadhan.

Baca Juga

Keutamaan Puasa Tarwiyah dan Puasa Arafah
Rahasia Hari Arafah yang Dibenci Iblis: Inilah 10 Keutamaannya
H.O.S. Tjokroaminoto dan Pembelaan terhadap Palestina
Kongres Al-Islam di Indonesia Era Kolonial dan Kepedulian terhadap Palestina
Menyiapkan Kurban Terbaik tanpa Memaksa Diri di Luar Kesanggupan

Imam Syafi’i Rahimahullah biasanya dalam bulan Ramadhan bisa mengkhatamkan Al-Qur`an sebanyak 60 kali yang kebanyakan dibaca dalam shalatnya. Data ini bisa dibaca juga dalam buku “Hilyah al-Auliyā” karya Abu Nu’aim Al-Ashbahani. Imam Ahmad bin Hanbal, sebagaimana penuturan anaknya yang bernama Abdullah, terbiasa mengkhatamkan Al-Qur`an seminggu sekali.

Dalam kitab “Qūt al-Qulūb” (I/73) Abu Thalib Al-Makky dikatakan bahwa nama seperti Malik bin Dinar, Yazid Ar-Raqasyi, Habib bin Abi Tsabit dan masih banyak yang lainnya, bisa mengkhatamkan dalam sebulan sebanyak 90 kali. Dalam kitab “at-Tabshirah” (I/380) karya Ibnu Jauzi seorang bernama Kahmas bin Al-Hasan bisa mengkhatamkan Al-Qur`an sebanyak sembilanpuluh kali. Masih dalam kitab yang sama ada data cukup mencengangan, adalah terkait sosok bernama Kurz bin Wabarah yang bisa mengkhatamkan Al-Qur`an tiga kali dalam sehari.

Abu Abbas bin Atha’ setiap hari bisa khatam Al-Qur`an. Sedangkan dalam bulan Ramadhan sehari semalam bisa khatam tiga kali. Dalam khataman terakhirnya beliau membacanya dengan tadabbur dan ini berlangsung 12 sampai 19 tahun lamanya dan sampai akhir hayatnya belum bisa menyelesaikannya karena dibaca dengan tadabbur. (Ibnu Jauzi, Shifatu ash-Shafwah, I: 533). Mereka yang disebutkan dalam contoh ini bisa dikatakan sebagai jawara Al-Qur`an. Baik di dalam maupun di luar Ramadhan.

Dari data-data ini, ada pertanyaan yang cukup menarik: dari sekian banyak khatam Al-Qur`an itu, apa mereka sekadar berhenti pada membaca saja? Kalau dilihat dari contoh-contoh yang disebutkan tadi, rata-rata adalah orang alim yang menguasai bahasa Arab. Sangat kecil kemungkinan kalau mereka membaca Al-Qur`an tanpa pemahaman dan tadabbur.

Dalam kitab “Ihyā ‘Ulumiddīn” (I/282), Imam Al-Ghazali menjelaskan kondisi salaf dalam mengkhatamkan Al-Qur`an. Ada yang setiap Jum’at sekali, sebulan sekali, setahun sekali bahkan ada yang sudah tiga puluh tahun belum juga khatam Al-Qur`an. Intensitas khatam mereka –menurut Imam Ghazali—berdasarkan tingkatan tadabburnya terhadap Al-Qur`an.

Oleh karena itu, beliau memberi nasihat penting:

فَقِرَاءَةُ آيَةٍ بِتَفَكُّرٍ وَفَهْمٍ خَيْرٌ مِنْ خَتْمَةٍ بِغَيْرِ تَدَبُّرٍ وَفَهْمٍ

“Membaca Al-Qur`an dengan pemikiran dan pemahaman, lebih baik daripada khatam tanpa tadabbur dan pemahaman.” Senada dengan hal ini, ada juga ungkapan:

وَلَا خَيْرَ فِي عِبَادَةٍ لَا عِلْمَ فِيهَا، وَلَا خَيْرَ فِي عِلْمٍ لَا فَهْمَ فِيهِ، وَلَا خَيْرَ فِي قِرَاءَةٍ لَا تَدَبُّرَ فِيهَا»

“Tidak ada kebaikan dalam suatu ibadah yang tidak ada ilmu padanya, dan tidak ada kebaikan pada suatu ilmu yang tidak ada pemahaman di dalamnya. Dan tidak ada kebaikan pada bacaan yang tidak ada tadabbur di dalamnya.” (Hilyah al-Auliyā, I: 77).

Dari kisah para salafush-shalih tersebut ada banyak pelajaran penting selain banyaknya mereka bisa mengkhatamkan Al-Qur`an, yaitu: mereka juga berusaha untuk meresapi dan mentadabburi Al-Qur`an yang mereka baca. Mengapa mereka bisa berlama-lama dengan Al-Qur`an? Apa rahasia di balik intensitas mereka dalam berinteraksi dengan Al-Qur`an.

Salah satu jawabannya adalah yang pernah disampaikan oleh Utsman bin Affan Radhiyallahu ‘anhu:

لَوْ طَهُرَتْ قُلُوبُكُمْ مَا شَبِعْتُمْ مِنْ كَلامِ رَبِّكُمْ.

“Sekiranya hati kalian suci, kalian tidak akan merasa kenyang dengan kalam Rabb kalian (Al-Qur`an.” (Ibnu Jauzi, at-Tabshirah, 380).

Rahasianya adalah hati mereka suci. Mereka membaca Al-Qur`an bukan karena pamrih duniawi, bacaannya diorientasikan untuk kepentingan akhirat. Terlebih di bulan suci Ramadhan, semangat mereka seakan meledak. Hari-harinya seolah-olah dipenuhi dengan Al-Qur`an. Maka jika para pembaca ingin menjadi jawara Al-Qur`an pada bulan Ramadhan, bahkan pada bulan lainnya, maka bisa belajar dari mereka. Dalam membaca Al-Qur`an mereka bukan sekadar berlomba-lomba paling banyak khatam, tapi juga berusaha untuk mentadabburinya.

Mereka sangat memahami tujuan diturunkannya Al-Qur`an:

كِتَابٌ أَنزَلْنَاهُ إِلَيْكَ مُبَارَكٌ لِّيَدَّبَّرُوا آيَاتِهِ وَلِيَتَذَكَّرَ أُولُو الْأَلْبَابِ

“Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai fikiran.” (QS. Shad [38]: 29). */Mahmud B Setiawan

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Keutamaan al-Quranmembaca al-QuranMotivasi Membaca Al-QuranRamadhan 2023
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Makna dan Tujuan Berpuasa
Tulisan selanjutnya Menelan Dahak dan Ingus Membatalkan Puasa?

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Berita
31 Mei 2026 05:00
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran

Terbaru

  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Mungkin Anda Juga Suka

Sejarah

Membungkam Suara Kritis: Kriminalisasi Ulama Masyumi di Orde Lama

8 Mei 2026 08:59
Sejarah

KH. Ahmad Dahlan dan Peran sebagai Jembatan Ukhuwah Islamiyah

6 Mei 2026 08:34
Hikmah

Kisah Jenaka Qurban: 1 Ekor Ayam Ditebus 30 Domba

5 Mei 2026 11:04
Jendela Keluarga

Anak Saleh Buah dari Kesalehan Orang Tua?

26 April 2026 14:13
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?