Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kajian

Dzikir Bukan Sebatas Pembasah Bibir

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 30 Agustus 2023 12:59 12:59 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 30 Agustus 2023 13:45
Bagikan
Bagikan

Dzikir bukan pembasah bibir, dzikir yang benar terpancar dalam perilaku, selalu mengingat Allah, merasa diawasi, beramal shalih, dan malu berbuat maksiat

Hidayatullah.com | DZIKIR bagi hati laksana air bagi ikan. Tanpa air, ikan akan mati. Begitupun hati yang tak pernah disiram dengan dzikrullah.

Tidak kurang dari seratus faedah dzikrullah yang disebutkan oleh Ibnu Qayyim al-Jauziyah dalam al-Wabil ash-Shayyib. Bagi hati, dzikir bisa membuat tenang, sebagaimana firman-Nya;

اَلَا بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَىِٕنُّ الْقُلُوْبُ

“Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS: ar-Ra’du: 28)

Baca Juga

Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
KH. Abdul Mu’thi: Tetap Berkarya di Balik Penjara
KH. Abdullah Said dalam Liputan Majalah Panji Masyarakat
Jika Bumi Menutup Semua Pintu, Ketuklah Pintu Langit!
Menolak Digaji Negara: Kisah Para Hakim Teladan dalam Sejarah Peradaban Islam

Setan juga terhalang untuk menggodanya. Ibnu Abbas menjelaskan makna al-waswas al-khannas, “Sesungguhnya setan itu memantau kondisi hati anak Adam, jika ia lalai dari dzikir maka dia menggoda (waswasa), jika ia dzikrullah, maka setan akan menjauh (khanasa).”

Maka, dzikir yang benar akan terpancar dalam perilaku zahir. Karena ia selalu mengingat Allah, merasa diawasi oleh Allah, sehingga bersemangat untuk beramal shalih, takut dan malu berbuat maksiat.

Jika dzikir yang kita kerjakan belum membekas dalam tindakan nyata, maka ada yang tidak beres pada dzikir yang kita lakukan. Mungkin lafazh atau cara yang tidak sesuai dengan sunnah, atau hati yang tidak sejalan dengan lisan, atau tidak paham makna ucapan yang kita baca.

Atau bisa jadi, tanpa sadar kita telah memisahkan antara dzikir dengan perilaku zahir. Padahal, dzikrullah memiliki dua syarat, hadirnya hati dan kesungguhan jasad (untuk menunaikan tuntutannya), seperti dijelaskan Ibnu al-Jauzi t dalam at-Tadzkirah fil Wa’zhi.

Atha’ bin Abi Rabah juga mengatakan, “Yang dimaksud dzikir adalah tha’atullah, maka barangsiapa yang taat kepada Allah maka dia tengah berdzikir kepada Allah, dan barangsiapa yang bermaksiat, maka dia tidak dikatakan berdzikir, meskipun ia banyak membaca tasbih dan tahlil.”

Inilah bekas yang paling nyata dari dzikir, bukan sekedar menangis saat mengikuti acara dzikir, tapi tertawa saat bermaksiat. Imam Ibnul Jauzi mengingatkan dalam bukunya Talbis Iblis (Perangkap Iblis);

“Banyak orang yang menghadiri majelis dzikir, ikut menangis dan menampakkan kekhusyu’an, tapi di luar itu mereka tidak meninggalkan praktik riba, curang dalam jual beli, tidak membenahi kekurangannya dalam memahami rukun-rukun Islam, tidak berhenti menggunjing dan mendurhakai orang tua. Mereka adalah orang-orang yang diperdaya oleh Iblis, sehingga mereka beranggapan bahwa majelis dzikir itu bisa menghapus dosa-dosa mereka.”

Dzikir bukan pula sekedar pembasah bibir, tapi tuntutan dzikir adalah amal ketaatan itu sendiri. Memang Nabi n menyuruh kita membasahi lisan kita dengan dzikrullah.

 لاَ يَزالُ لِسَانُكَ رَطْباً مِنْ ذِكْرِ اللهِ

“Hendaknya lisanmu selalu basah dengan dzikrullah.” (HR Tirmidzi, Ibnu Majah)

Tapi, tentu yang dimaksud bukan hanya membasahi bibir. Hadits itu merupakan kinayah (kiasan) tentang anjuran memperbanyak dzikir dan melaziminya, sebagaimana dijelaskan oleh al-Mubaarakfuri dalam Tuhfatul Ahwadzi, syarah Sunan Tirmidzi. Wallahu a’lam.*/Abu Umar A

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:bibirdzikirHeadlinemengingat Allahzikir
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Mahfud MD dan Yasonna Laoly Kunjungi Ceko, Buka Peluang Repatriasi Korban Pelanggaran HAM Berat
Tulisan selanjutnya Hasil Skrining  PERDOSKI dan UNS:  Penyakit Sifilis Muncul Lagi di Solo

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat

Berita
15 Oktober 2026 18:48
IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang
Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
Zionis Sebut Belanda Sarang Anti-Semit usai Suporter ‘Israel’ Dilarang Tandang
Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta

Terbaru

  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Mungkin Anda Juga Suka

Hikmah

Teladan Umar bin Khattab Ra. dalam Mengatasi Problem Gratifikasi

29 September 2026 08:30
Kajian

Al-‘Aqabah: Jalan Terjal Menuju Peradaban Fitrah

15 September 2026 13:13
Kajian

Merdeka Bersuara, Bukan Merampas Ketenangan: Sound Horeg dalam Syariat

22 Agustus 2026 11:43
Kajian

Atas Jasa Ulama Madzhab, Ijtihad Tidak Lagi Harus Dari Nol

22 Agustus 2026 10:58
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?