Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kajian

Muhasabah dan Istiqomah Menyambut Tahun Baru

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 2 Januari 2024 13:43 1:43 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 2 Januari 2024 13:45
Bagikan
Bagikan

Mari sambut tahun baru 2024  dengan muhasabah, memperbaiki diri dalam segala hal dan istiqomah

Hidayatullah.com | WAKTU berlalu begitu cepat, perputaran waktu siang dan malam kita lalui tak terasa tahun 2023 tinggal menghitung hari lagi sudah akan akan berakhir.

Lembaran demi lembaran di tahun 2023 telah di lalui rasanya tahun 2023 ini berlalu sangat cepat, inilah sunnatullah waktu akan terus berjalan di setiap detiknya.

Setelah bergantinya tahun ini artinya bertambahla pula umur kita hal itu menunjukkan semakin berkurangnya waktu hidup kita di dunia ini dan mengingatkan semakin dekatnya ajal kita, sedangkan kematian pasti akan datang tanpa menunggu apakah kita sudah siap atau belum.

Allah SWT telah mengingatkan kita:

Baca Juga

Prajurit di Balik Layar, Pelita di Pinggir Jalan: Jejak Langkah Chumam Dasuki Merawat Literasi
Buya Natsir dan 1.000 Sarung untuk Tapol PKI
Jeritan Seorang Homoseksual dan Solusi Drs. Faruq Nasution
Teladan Jusuf Wibisono : Pejabat Masyumi yang Berintegritas Tinggi
Krisis Makna di Era Modern dan Jalan Kembali kepada Wahyu

وَلِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٌ ۖ فَإِذَا جَآءَ أَجَلُهُمْ لَا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً ۖ وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ

“Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu, maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkan-nya barang sesaatpun dan tidak dapat pula memajukan-nya.” (QS: Al-A’raf:34).

Maka sungguh aneh ketika kita mendapati tahun baru justru bersenang-senang, berfoya-foya bahkan melakukan maksiat ketika malam tahun baru. Seakan-akan dia lupa bahwa dengan bertambahnya tahun maka bertambah dekat pula dengan kematian.

Oleh karenanya, wajib bagi kita untuk meninggal kan kebiasaan kita selama ini ketika melewati malam tahun baru masehi, dan merobah acara-acara yang bersifat mengundang kemaksiatan dengan acara-acara yang baik seperti kajian, seminar dan yang terpenting adalah muhasabah diri.

Lalu muncul sebuah pertanyaan, apa yang harus kita lakukan dalam memuhasabah diri di ahir tahun ini?

Pertama; kenali diri sendiri

Ada sebuah ungkapan dalam bahasa Arab “Man arafah nafsahu, faqod arafa Rabbahu” (Barangsiapa yang mengenali dirinya maka dia akan mengenali Tuhanya).

Ungkapan ini sangat bagus jikalau kita tau siapa kita, betapa kita sangat lemah dan sangat membutuhkan Allah dalam setiap detik kehidupan kita, niscaya kita tidak akan pernah terlewatkan dalam melaksakan kewajiban kita sebagai hamba-Nya.

Di sepertiga malam hendaknya kita intropeksi diri kita tentang dosa-dosa apa yang telah kita lakukakan, berapa kali panggilan Allah untuk melaksanakan sholat kita lewatkan dengan alasan berbagai kesibukan, betapa banyak dosa-dosa kita terhadap saudara kita sendiri, dan masih banyak lagi dosa-dosa yang menumpuk dan akan di pertanggung jawabkan di aherat nanti. Dengan mengenali diri sendiri, kita bisa introfeksi dan melakukan taubat kepada Allah dan berazam untuk berusaha semampunya untuk mejalankan perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya.

Kedua: perbaiki niat

Niat adalah kunci dari setiap diterimanya amalan seorang manusia disisi Allah SWT. Sebanyak apapun amalan seseorang kalau niat awalnya sudah salah maka amalan tersebut tidak akan diterima oleh Allah SWT.

Jadi, kita juga harus selalu merefresh niat setiap detiknya, dikarenakan setan pertama kali dalam menggagalkan manusia dalam beribadah maka ia akan merusak niat manusia tersebut.

Apakah amalan kita masih terkontaminasi oleh sifat-sifat perusak amal? Apakah riya, ujub, dsb masih menggebu dalam diri kita saat melakukan kebaikan?

Inilah pentingnya kita harus selalu menjaga kebersiha hati, menjaga niat agar selalu di jauhkan dari sifat-sifat yang bisa merusak kadar amalan yang kita kerjakan bahkan sifat-sifat ini jika dibiarkan maka dia akan berubah menjadi tertolaknya setiap amalan tersebut.

Ketiga: istiqomah

Istiqomah adalah sesuatu amalan yang dilakukan berkelanjutan atau terus-menerus. Istiqomah sendiri tidaki semudah yang kita bayangkan.

Dibalik kata istiqomah pasti ada tekad yang kuat, pengorbanan yang banyak dalam mengenggam ajaran Allah dan sunnah Rasulullah ﷺ.

Di zaman sekarang yang serba modern ini istiqomah dalam kebiakan itu akan terasa sangat sulit, akan banyak godaan-godaan yang datang silih berganti untuk menjerumuskan kita kejalan setan.

Hanya orang yang istiqomah yang akan mampu melewati semuanya dan dicap oleh Allah SWT orang yang beruntung.

Semoga kita dalam menyongsong tahun baru 2024 ini, bisa memperbaiki diri dalam segala hal dan bisa istiqomah dalam menjalankan perintah Allah dan sunah Rasulullah ﷺ sehingga kita termasuk orang-orang yang bertaqwa. Wallahua’lam.*/ M. Fibra Wijaya

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:HeadlineistiqomahmuhasabahaPilihan Redaksitahun baru
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Senator Bali Arya Wedakarna Dihujani Kecaman Warganet karena Dinilai Lecehkan Hijab
Tulisan selanjutnya Pemerintah Tutup Lebih dari 800 Ribu Konten Judi Online dalam Waktu 4 Bulan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pemukim Ilegal ‘Israel’ Serbu Sejumlah Desa Tepi Barat

Berita
3 Agustus 2026 19:26
Gempa M 5,6–5,7 Guncang Mesir, Getaran Terasa hingga Sejumlah Negara Timur Tengah 
Rektor UIN Tulungagung: Jangan Jauhkan Anak dari Masjid
Pakar: Pernikahan adalah Jalan Peradaban, Jangan Biarkan Medsos Meracuninya
Laznas BMH dan Baitul Wakaf Gelar Penanaman Perdana Pisang Cavendish di Sleman untuk Kemandirian Ekonomi Umat

Terbaru

  • Rektor UIN Tulungagung: Jangan Jauhkan Anak dari Masjid
  • Gelombang Kekerasan Pemukim Ilegal ‘Israel’ Kini Menyasar Gereja Armenia di Tepi Barat yang Diduduki
  • Masjid Perlu Dikondisikan sebagai Tempat Berkumpul Anak Muda
  • Pemukim Ilegal ‘Israel’ Serbu Sejumlah Desa Tepi Barat
  • Iran Eksekusi Dua Pria Terpidana Mata-mata Israel
  • Presiden Suriah: Tergulingnya Rezim Assad Diperlukan Bagi Timur Tengah
  • Puluhan Warga Palestina Syahid dalam Dua Hari Serangan ‘Israel’, Turki: Netanyahu Sabotase Perdamaian
  • ‘Masjidnya Rasulullah Berfungsi sebagai Sekretariat Negara’
  • Gempa M 5,6–5,7 Guncang Mesir, Getaran Terasa hingga Sejumlah Negara Timur Tengah 
  • 152 Warga Palestina Syahid pada Juli, Tertinggi Tahun Ini

Mungkin Anda Juga Suka

Kajian

Khutbah Jumat: Tauhid, Fondasi Peradaban yang Tak Pernah Runtuh

24 Juni 2026 14:35
Sejarah

Jejak Langkah Wanita Pejuang: Nyonya Hafni Zahra Abu Hanifah

15 Juni 2026 07:41
Hikmah

Sikap Prof. H. M. Rasjidi terhadap Jabatan

13 Juni 2026 04:49
Kajian

Keutamaan Puasa Tarwiyah dan Puasa Arafah

26 Mei 2026 09:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?