Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kajian

Imam Syafi’i, Kedokteran dan Kesehatan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 9 Oktober 2024 10:49 10:49 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 9 Oktober 2024 10:43
Bagikan
Bagikan

Imam Asy Syafi`i bersedih umat Islam tidak bersungguh-sungguh terhadap ilmu kedokteran (kesehatan), di mana dianggap telah menyia-nyiakan sepertiga ilmu

Hidayatullah.com | UMAT Islam banyak yang sudah mengetahui bahwa agamanya sempurna dan paripurna. Allah juga menegaskan kesempurnaan agama ini diakhir surat yang turun :

ٱلۡیَوۡمَ أَكۡمَلۡتُ لَكُمۡ دِینَكُمۡ وَأَتۡمَمۡتُ عَلَیۡكُمۡ نِعۡمَتِی وَرَضِیتُ لَكُمُ ٱلۡإِسۡلَـٰمَ دِینࣰاۚ

“Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu menjadi agama bagimu.” (QS: Al-Ma’idah: 3).

Namun, masih sedikit yang membaca dan menyelidiki akan kesempurnaan Islam dalam segala lini kehidupan termasuk di dalamnya berkaitan dengan kesehatan. Jadi banyak umat Islam berhenti pada kata Islam adalah agama yang sempurna dan paripurna. Titik.

Baca Juga

Merdeka Bersuara, Bukan Merampas Ketenangan: Sound Horeg dalam Syariat
Atas Jasa Ulama Madzhab, Ijtihad Tidak Lagi Harus Dari Nol
Syair Ahmad Baktsir dan Detak Jantung Diplomasi Kemerdekaan RI di Kairo
Membangun Ketahanan Mental dengan Nilai-Nilai Al-Qur’an
Prajurit di Balik Layar, Pelita di Pinggir Jalan: Jejak Langkah Chumam Dasuki Merawat Literasi

Akhirnya yang dikenal kesempurnaan dalam Islam hanya ibadah mahdhah / hubungan vertikal. Seakan-akan ilmu dunia tidak ada sangkut-pautnya dengan Islam, padahal banyak ayat dan hadits yang menyinggung akan relasi Islam dengan kesehatan.

Pada tulisan kali ini kami akan menyebutkan tiga poin relasi Islam dan kesehatan.

Pertama, berkaitan dengan aspek kehalalan dan kebaikan dalam makanan. Allah berfirman:

{ یَـٰۤأَیُّهَا ٱلنَّاسُ كُلُوا۟ مِمَّا فِی ٱلۡأَرۡضِ حَلَـٰلࣰا طَیِّبࣰا وَلَا تَتَّبِعُوا۟ خُطُوَ ٰ⁠تِ ٱلشَّیۡطَـٰنِۚ إِنَّهُۥ لَكُمۡ عَدُوࣱّ مُّبِینٌ }

“Wahai manusia! Makanlah dari (makanan) yang halal dan baik yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Sungguh, setan itu musuh yang nyata bagimu.” (QS: Al-Baqarah: 168).

Pada ayat ini Allah memerintahkan umat memperhatikan aspek kehalalan dan juga kebaikan dalam hal makanan. Artinya: Tidak cukup halal namun juga bergizi.

Tidak cukup halal, tapi didorong untuk mengetahui kandungannya. Dan juga harus memperhatikan kebutuhan tubuh masing-masing.

Kedua, berkaitan dengan perintah melakukan preventif di dalam kesehatan. Islam menekankan pentingnya pencegahan penyakit.

Nabi Muhammad ﷺ memberikan pedoman terkait wabah:

“إِذَا سَمِعْتُمْ بِالطَّاعُونِ بِأَرْضٍ فَلَا تَدْخُلُوهَا وَإِذَا وَقَعَ بِأَرْضٍ وَأَنْتُمْ بِهَا فَلَا تَخْرُجُوا مِنْهَا”

Artinya: “Jika kalian mendengar ada wabah di suatu tempat, maka jangan masuk ke sana. Dan jika terjadi wabah di tempat kalian berada, maka jangan keluar dari sana.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Pada hadits di atas, ternyata dalam Islam berkaitan dengan tindakan preventif di dalam kesehatan sudah dijelaskan oleh Rasulullah ﷺ. Umat Islam banyak menggali dan menyadari akan logika nubuwwah setelah kasus Covid-19 kemarin.

Padahal seharusnya umat Islam menggali dengan baik kandungan hadits ini dari sisi kesehatan sehingga tidak kebingungan pada saat ada wabah melanda seperti kemarin.

Ketiga, berkaitan perintah berobat. Nabi ﷺ menganjurkan umatnya untuk berobat ketika sakit:

“تَدَاوَوْا عِبَادَ اللَّهِ فَإِنَّ اللَّهَ لَمْ يَضَعْ دَاءً إِلَّا وَضَعَ لَهُ شِفَاءً”

Artinya: “Berobatlah kalian, wahai hamba Allah, karena sesungguhnya Allah tidak menurunkan penyakit kecuali Allah menurunkan obatnya.” (HR: Tirmidzi-Shahih)

Hadits ini mendorong kaum muslimin memiliki ilmuwan-ilmuwan dalam ilmu kesehatan untuk mengidentifikasi sebuah penyakit beserta mencari dan menemukan obatnya.

Terakhir, patut umat Islam merenungi pernyataan Imam Syafi’i yang diriwayatkan oleh muridnya Harmalah :

قالَ حَرْمَلَةُ بْنُ يَحْيَى: “أَحَسَّ إِمَامُ الشَّافِعِيِّ حَزَنًا عَلَى مَا ضَيَّعَتِ الأُمَّةُ مِنْ عِلْمِ الطِّبِّ، فَقَالَ: “قَدْ ضَيَّعُوا ثُلُثَ الْعِلْمِ، وَأَسْلَمُوهُ إِلَى الْيَهُودِ وَالنَّصَارَى.”

Salah satu murid Imam Asy Syafi’i, Harmalah bin Yahya menyampaikan; ”Suatu saat Imam Asy Syafi`i bersedih atas apa yang disia-siakan umat Islam dari ilmu kedokteran, di mana ia berkata. ’Mereka telah menyia-nyiakan sepertiga ilmu, dan menyerahkannya kepada orang-orang Yahudi dan Nashrani.’” (Manaqib Al Imam Asy Syafi’i).

Setelah mengetahui pernyataan Imam Syafi’i tersebut, dimana di zaman Imam Syafi’i umat Islam menyia-nyiakan ilmu kedokteran termasuk di dalamnya adalah kesehatan. Lalu, bagaimana dengan zaman ini?.*/Herman Anas, dosen Universitas dr. Soebandi Jember

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Headlineimam syafi'ikedokteranKesehatanPilihan Redaksiumat Islam
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Khaled Misy’al: Hamas akan Bangkit seperti Burung Phoenix
Tulisan selanjutnya Temuan Baru: Separuh Pria China Berhenti Kerja, Pilih jadi Bapak Rumah Tangga 

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September

Berita
31 Agustus 2026 20:47
600 Aktivis Wahdah Islamiyah Ikuti Standardisasi Dai MUI
Sembunyikan Pisau di Kaos Kaki Pria Indonesia Terancam Hukuman Cambuk di Singapura
Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
10 Ribu Porsi Bakso untuk Ukhuwah di Muktamar NU

Terbaru

  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
  • PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta
  • Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
  • Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global
  • DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah
  • Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika
  • UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad

Mungkin Anda Juga Suka

Sejarah

Buya Natsir dan 1.000 Sarung untuk Tapol PKI

22 Juli 2026 20:00
Kajian

Jeritan Seorang Homoseksual dan Solusi Drs. Faruq Nasution

30 Juni 2026 22:36
Lentera Hidup

Teladan Jusuf Wibisono : Pejabat Masyumi yang Berintegritas Tinggi

30 Juni 2026 10:26
Ghazwul FikrKajian

Krisis Makna di Era Modern dan Jalan Kembali kepada Wahyu

26 Juni 2026 11:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?