Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kajian

Semangat Menyambut Ramadhan

Ahmad
Terakhir diupdate: 17 Februari 2025 06:12 6:12 am
Ahmad
Dipublikasikan 17 Februari 2025 07:10
Bagikan
Bulan Ramadhan
Bagikan

Kegembiraan selalu ditampak Rasulullah saat datangnya Ramadhan, bulan berkah, ketika pintu langit dibuka, dan pintu neraka Jahim ditutup  

Hidayatullah.com | BULAN Ramadhan merupakan tamu istimewa yang selalu dinantikan oleh umat Islam di seluruh dunia. Ia hadir dengan membawa keberkahan, limpahan pahala, serta kesempatan emas untuk memperbaiki diri dan mendekatkan diri kepada Allah.

Sejak dahulu kala, kedatangan bulan suci ini telah disambut dengan suka cita, baik dalam lingkup masyarakat maupun dalam karya sastra, baik dalam bentuk prosa maupun puisi. Tradisi menyambut Ramadhan dengan penuh kegembiraan.

Para salafus saleh –sebagaimana yang disebutkan Ibnu Rajab Al-Hanbali—begitu antusias menyambut Ramadhan bahkan 6 bulan sebelum Ramadhan. Mereka terinspirasi kepada Rasulullah yang sangat gembira dalam menyambut Ramadhan. Bahkan, dalam momentum bulan Sya’ban sebagai gerbang menuju Ramadhan, beliau memberi penjelasan mengapa di dalamnya disyariatkan amal sebagaimana bulan Ramadhan:

وَلَمَّا كَانَ شَعْبَانُ كَالْمُقَدِّمَةِ لِرَمَضَانَ شُرِعَ فِيهِ مَا يُشْرَعُ فِي رَمَضَانَ مِنَ الصِّيَامِ وَقِرَاءَةِ الْقُرْآنِ؛ لِيَحْصُلَ التَّأَهُّبُ لِتَلَقِّي رَمَضَانَ، وَتَرْتَاضَ النُّفُوسُ بِذَلِكَ عَلَى طَاعَةِ الرَّحْمَنِ.

Baca Juga

KH. Abdul Mu’thi: Tetap Berkarya di Balik Penjara
KH. Abdullah Said dalam Liputan Majalah Panji Masyarakat
Jika Bumi Menutup Semua Pintu, Ketuklah Pintu Langit!
Menolak Digaji Negara: Kisah Para Hakim Teladan dalam Sejarah Peradaban Islam
Teladan Umar bin Khattab Ra. dalam Mengatasi Problem Gratifikasi

“Dan karena bulan Sya’ban seperti pengantar untuk bulan Ramadhan, maka disyariatkan di dalamnya apa yang disyariatkan di bulan Ramadhan berupa puasa dan membaca Al-Qur’an, agar mendapatkan persiapan untuk menyambut Ramadhan dan jiwa-jiwa terlatih dengan ketaatan kepada Ar-Rahman (Allah Yang Maha Pengasih).”

Semua ini dilakukan sebagai bentuk serius menyambut Ramadhan.

Di dalam Riwayat Nasa’i, saat Ramadhan tiba, kegembiraan itu tampak pada sikap dan perkataan Rasulullah: “Ramadhan telah datang kepada kalian, -ia adalah- bulan berkah, Allah -Azza wa Jalla- telah mewajibkan kepada kalian berpuasa. Di buan itu pintu langit dibuka, dan pintu neraka Jahim ditutup dan syetan pembangkang dibelenggu. Demi Allah di bulan itu ada satu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Barangsiapa yang tidak mendapat kebaikannya, maka sungguh ia tidak mendapatkannya.” (2004: 135).

Ini menunjukkan betapa besar apresiasi Rasulullah terhadap hadirnya bulan agung ini.

Tradisi Ucapan Selamat dan Doa

Sejak masa lampau, ucapan selamat dan doa di awal Ramadhan telah menjadi kebiasaan yang terus berlangsung hingga kini. Para ulama, cendekiawan, dan bahkan para pemimpin telah mengirimkan ucapan selamat dan doa keberkahan kepada keluarga, sahabat, dan kolega.

Salah satu ucapan yang terkenal berasal dari Imam Ja’far Ash-Shadiq, yang mengatakan:

الصَّوْمُ جُنَّةٌ مِنْ آفَاتِ الدُّنْيَا، وَحِجَابٌ مِنْ عَذَابِ الْآخِرَةِ، فَإِذَا صُمْتَ فَإِنَّهُ بِصَوْمِكَ كَفُّ النَّفْسِ عَنِ الشَّهَوَاتِ وَقَطْعُ الْهِمَّةِ عَنْ خُطُوَاتِ الشَّيَاطِينِ

“Puasa adalah perisai dari berbagai bencana dunia dan tirai dari siksa akhirat. Maka ketika engkau berpuasa, tahanlah dirimu dari syahwat dan memutus keinginan (mengikuti)  langkah-langkah setan.” (Muhammad Rajab As-Saamirra’i, Ramadhaan fiil Hadhaarah al-‘Arabiyyah al-Islaamiyyah)

Begitu pula dengan Imam Hasan Al-Bashri yang menegaskan bahwa Ramadhan adalah medan perlombaan bagi kaum Muslimin untuk meraih keberkahan Allah. Beliau berkata:

إِنَّ اللهَ تَعَالَى قَدْ جَعَلَ رَمَضَانَ مِضْمَارًا لِخَلْقِهِ، يَسْتَبِقُونَ فِيهِ بِطَاعَتِهِ، فَسَبَقَ قَوْمٌ فَفَازُوا، وَتَخَلَّفَ آخَرُونَ فَخَابُوا

“Sesungguhnya Allah telah menjadikan Ramadhan sebagai arena perlombaan bagi makhluk-Nya untuk berlomba dalam ketaatan kepada-Nya. Maka ada kaum yang berlomba-lomba hingga menang dan ada pula yang tertinggal hingga merugi.” (Muhammad Abul Abbas, Al-Kaamil fi al-Lughah wa al-Adab, 2004: I/85)

Hal ini mengingatkan kita bahwa Ramadhan bukan sekadar bulan untuk menahan lapar dan dahaga, tetapi juga bulan untuk meningkatkan ibadah, menahan hawa nafsu, dan memperbanyak amal kebaikan.

Tradisi Kesenian dalam Menyambut Ramadhan

Dalam sastra Arab klasik, banyak ditemukan ungkapan-ungkapan indah dalam bentuk puisi dan prosa untuk menyambut Ramadhan. Salah satu contohnya adalah ungkapan dari penyair Andalusia, Ibnu Hamadis Ash-Shiqilli, yang berkata:

واقتَضَى الشَّهرُ من مَعَالِيكَ صُنْعَاً

مُعْلِياً مِنْهُ هِمّةً باهتِمَامِ

صُمْتَ للهِ صَوْمَ خَرْقٍ هُمَامٍ

 مُفِطِّر الكَفايا بالعَطايا الجِسَامِ

أطلعَ اللهُ للصِيامِ هِلالاً

ولنـا مِنْ عُلاَكَ بَـدْرَ تَمَامِ

“Bulan (Ramadhan) ini menuntut dari ketinggianmu sebuah tindakan, Meninggikan semangat dengan penuh perhatian. Engkau berpuasa untuk Allah dengan puasa yang penuh keberanian, Memberi makan kepada yang membutuhkan dengan pemberian yang besar. Allah telah menampakkan hilal untuk puasa, Dan bagi kita dari keagunganmu adalah bulan purnama yang sempurna.”

Selain itu, penyair Ibn Darraj Al-Qasthalli menulis puisi untuk mengucapkan selamat datang kepada Ramadhan, menyatakan bahwa bulan suci ini menjadi saksi di hadapan Allah bahwa penerima puisi ini adalah orang yang berbakti dalam berpuasa dan mendapat pahala dari Allah. Ia menekankan bahwa usaha dan kesabaran dalam berpuasa akan mendapatkan balasan yang baik dan diterima oleh Allah.

Tamim bin Al-Mu’izz juga menulis puisi yang mengucapkan selamat datang kepada bulan Ramadhan, menegaskan bahwa puasa adalah kewajiban yang telah ditetapkan oleh Allah atas setiap Muslim. Ia mengungkapkan bahwa cinta dan kasih sayang kepada penerima puisi adalah seperti kewajiban puasa, yakni berdasarkan kebenaran, bukan ilusi.

Seorang penyair lainnya mengirim beberapa bait puisi kepada temannya untuk menyambut Ramadhan. Dalam puisinya, ia menggambarkan bagaimana bulan puasa datang dengan keberkahan, menghiasi istana temannya, dan menyambut tamu dengan meja-meja yang terisi penuh.

Syair ini mencerminkan kebahagiaan dan kemuliaan dalam menyambut bulan suci Ramadhan. Dari sini kita bisa melihat bagaimana para penyair dan sastrawan memandang bulan Ramadhan sebagai waktu yang penuh makna dan keberkahan.

Semangat menyambut Ramadhan harus senantiasa dijaga dengan penuh kegembiraan, bukan hanya secara fisik tetapi juga secara spiritual. Tradisi mengucapkan selamat dan doa, memperbanyak ibadah, serta meneladani para ulama dan sastrawan dalam menggambarkan keindahan bulan ini, adalah bagian dari semangat menyambut Ramadhan.*/Mahmud Budi Setiawan

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:bulan berkahBulan RamadhanBulan Sya'banHeadlineMenyambut RamadhanPilihan RedaksiPuasa Ramadhan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya ‘Israel’ Paksa Tahanan Palestina Pakai Baju Bergambar Lambang Yahudi
Tulisan selanjutnya Turki Bantu Renovasi Bandara Internasional Damaskus

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bangun Sinergi Strategis, Hidayatullah Sumut dan Kadin Medan Jajaki Kolaborasi Penguatan Ekonomi Serta SDM

Berita
9 Oktober 2026 18:15
‘Israel’ Klaim Tutup Konsulat Inggris dan Usir 20 Stafnya
Bandara King Khalid Riyad Ditutup Hingga 15 Oktober Imbas Serangan Houthi
Serangan Drone Paramiliter Sudan Tewaskan 41 Orang Dekat Perbatasan Ethiopia
Pilot Berkewarganegaraan Indonesia, Pesawat Ethiopian Airlines Dilarang Mendarat di ‘Israel’

Terbaru

  • Zionis Sebut Belanda Sarang Anti-Semit usai Suporter ‘Israel’ Dilarang Tandang
  • Wakaf Al-Qur’an: Menghadirkan Cahaya Qur’an bagi Santri di Tolitoli
  • Pilot Berkewarganegaraan Indonesia, Pesawat Ethiopian Airlines Dilarang Mendarat di ‘Israel’
  • PBB Catat Kenaikan Angka Kemiskinan Dunia, 1 Miliar Orang Terdampak
  • Bandara King Khalid Riyad Ditutup Hingga 15 Oktober Imbas Serangan Houthi
  • Kecam Serangan Bandara King Khalid Saudi, Dewan Dakwah: Tidak Dapat Dibenarkan
  • Tiga Pria Mengaku Merencakan Serangan Terhadap Masjid Maryam di Galway
  • Serangan Drone Paramiliter Sudan Tewaskan 41 Orang Dekat Perbatasan Ethiopia
  • ‘Israel’ Klaim Tutup Konsulat Inggris dan Usir 20 Stafnya
  • Bangun Sinergi Strategis, Hidayatullah Sumut dan Kadin Medan Jajaki Kolaborasi Penguatan Ekonomi Serta SDM

Mungkin Anda Juga Suka

Kajian

Al-‘Aqabah: Jalan Terjal Menuju Peradaban Fitrah

15 September 2026 13:13
Kajian

Merdeka Bersuara, Bukan Merampas Ketenangan: Sound Horeg dalam Syariat

22 Agustus 2026 11:43
Kajian

Atas Jasa Ulama Madzhab, Ijtihad Tidak Lagi Harus Dari Nol

22 Agustus 2026 10:58
Sejarah

Syair Ahmad Baktsir dan Detak Jantung Diplomasi Kemerdekaan RI di Kairo

17 Agustus 2026 07:05
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?