Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Gaya Hidup Muslim

Enam Kiat Merajut Benang Ukhuwah

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 18 April 2011 14:55 2:55 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 18 April 2011 14:55
Bagikan
Bagikan

PERJUANGAN Islam tidak akan tegak tanpa adanya ukhuwah islamiyah, begitu istilah yang sering kita dengar. Sayangnya, menjadikan persaudaraan dalam Islam dan iman sebagai dasar bagi aktifitas perjuangan untuk menegakkan agama Allah di muka bumi bukan sesuatu yang mudah, seolah membalik telapak tangan.
Yang banyak terjadi adalah sebaliknya. Perpecahan di kalangan umat yang disebabkan pada hal-hal tidak subtansial.

Oleh karena itu untuk mencapai nikmatnya ukhuwah, perlu kita ketahui beberapa proses terbentuknya. Dr. Abdul Halim Mahmud dalam bukunya “Merajut Benang Ukhuwah Islamiyah” merinci satu persatu permasalahan itu, sebagai berikut:

Ta’aruf

Kata ta’aruf berarti saling mengenal. Hendaknya seorang Muslim mengenal saudaranya yang seiman, menyangkut nama, nasabnya dan status sosialnya. Di samping itu, kenalilah juga apa yang disukai dan yang tidak disukainya. Mengenal secara baik karakteristik saudara kita, akan menjadi kunci pembuka hati persaudaraan.

Banyak orang bersahabat pecah karena di antara mereka tidak mengenal apa-apa yang disukai dan apa-apa yang tidak disukai. Sering seseorang berkata, melakukan tindakan yang dinilainya sudah benar, padahal hal itu justru menyakiti hati saudaranya. Itulah fungsi ta’aruf.

Baca Juga

Gaya Hidup Minimalis: Kunci Kesehatan Mental di Tengah Hidup Serba Cepat
Sya’ban Tangga Penting Sukses Ramadhan
Teladan Rasulullah untuk Para Suami
Tawakkal dalam Bekerja
Awasi Makananmu, Selamat Hidupmu!

Ta’aluf

Ta’aluf adalah menyatunya seorang Muslim dengan saudaranya sesama Muslim. Bahwa semangat bersatu kepada saudara seiman dan seakidah hendaknya menjadi jiwa Muslim.

Rasulullah bersabda,”Orang mukmin itu mudah disatukan. Tidak ada kebaikan bagi orang yang tidak bisa menyatu dan tidak bisa mempersatukan.” (HR.Imam Ahmad

Tafahum

Tafahum adalah sikap saling memahami antara seorang Muslim dengan saudaranya sesama Muslim. Dengan menciptakan kesepahaman dalam prinsip-prinsip pokok ajaran Islam (ushuluddin), lalu hal-hal yang berkaitan dengan masalah cabang (furu’iyyah).

Kita sering bertengkar pada urusan furu’ (hal cabang), padahal pada urusan lebih penting, yang pokok-pokok sudah sama.

Bahkan untuk urusan yang furu’ ini energi kita tiada habis-habisnya saling bantah-menbantah. Kita diperingatkan oleh Allah SWT agat tidak saling berbantah-bantahan. “Tatalah kepada Allah dan Rasul-Nya serta janganlah berbantah-bantahan yang akan mengakiibatkan kalian menjadi gentar dan hilang kekuatan kalian.” (QS.Al-Anfal:46)

Ri’ayah dan Tafaqud

Ia adalah sikap respek seorang Muslim dengan yang lainnya. Bila saudaranya membutuhkan bantuan, maka tanpa dimintanya segera bergegas memberikan bantuannya sesuai dengan kemampuannya.

Termasuk dalam pengertian ri’ayah dan tafaqud adalah menutupi aibnya, serta berusaha menghilangkan rasa cemasnya.

Nah, yang ada di sekitar kita justru sebaliknya. Di media sering kita perhatikan, banyak orang justru membuka aib saudaranya, padahal Islam memerintahkan kita menutupinya.

Hal-hal seperti ini juga akan menjadi luka dan melukai perasaan yang lain. Akibatnya, di antara mereka menjauhi kita yang berakibat hubungan menjadi tidak dekat dan kurang harmonis.

Ta’awun

Ta’awun berarti saling membantu. Allah SWT memerintahkan kita untuk saling membantu melaksanakan kebaikan (al-birr), dan meninggalkan kemunkaran (at-taqwa). Dengan ber-ta’awun yakni memberi petunjuk kepada saorang Muslim untuk mendapatkan ridha Allah, serta melakukan amal sholeh lebih berharga dari pada memperoleh suatu yang sangat istimewa.

Adalah kisah yang patut jadi contoh kita semua. Ketika media ini menulis hubungan Jamaah Tabligh (JT) dan Salafi terjadi di Pesantren Al Fatah, Temboro, Magetan Jawa Timur.

Di pesantren basis Jamaah Tabligh ini, Salafi dan JT dan Salafi justru tampak ‘mesra’ dan menjalin hubungan bisnis yang baik.

“Dalam hal kejujuran, teman-teman Salafi bisa dipercaya,” kata Ustadz Ubaidillah Ahror, salah seorang putra pendiri Temboro yang akrab dipanggil Gus Ubeid kepada hidayatullah.com.

Sungguh indah jika umat Islam bisa berbisni dan memberikan kesempatan peluang usaha pada teman/saudara seiman yang paling dekat dibanding memberikan peluang itu kepada orang lain yang tidak seiman meski andaikata untuk membeli di orang lain lebih murah harganya.

Alangkah indah jika semuah ormas Islam atau harakah Islam bisa bersikap seperti ini. Mereka lebih suka berhubungan dengan saudaranya sendiri, dibanding orang lain.Itulah semangat ukhuwah.

Rasulullah Saw bersabda, “Demi Allah, jika Allah memberi hidayah kepada seseorang karena dakwah yang kau sampaikan kepadanya, sungguh hal itu lebih baik bagimu daripada unta merah..” (HR.Abu Dawud)

Tanashur

Langkah ukhuwah yang terakhir ini adalah sejenis dengan ta’awun.Hanya pengertian tanashur lebih mendalam dan lebih luas lagi, bahkan di sana menggambarkan semangat cinta dan loyalitas.

Tanashur memiliki makna:

-Tidak menjerumuskan saudaranya kepada sesuatu yang buruk
-Mencegah sudaranya agar tidak tergelincir dalam tindak dosa dan kejahatan
-Menolongnya menghadapi setiap orang yang menghalanginya dari jalan kebenaran, hidayah dan dakwah.
-Membrikan pertolongan kepada orang yang dizhalimi maupun yang menzhalimi (mencegah perbuatan zhalim) tersebut.
Jika kunci-kunci itu bisa kita laksanakan, maka kita akan mendapatkan apa yang pernah dijanjikan Allah atas semua hal itu.

Dalam sebua hadits disebutkan, ada sebanyak 7 golongan yang mendapatkan perlindunganNya dihari kiamat.

“Di antara yang kelompok itu adalah dua orang yang menjalin cinta karena Allah,berkumpul karena Allah dan berpisah karena Allah juga.” (HR. Ibnu Hibban dari Anas ra.).

Semoga kita termasuk dari bagian yang dijanjikan itu, dan bisa menjadi sosok yang mencintai saudaranya karena Allah dan karena iman. */Tamrin

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Jadilah Penulis Muslim yang Bisa Menggerakkan Dunia
Tulisan selanjutnya Oposisi Teguh Turunkan Saleh

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

Berita
17 Juli 2026 14:04
Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital
Kelompok Houthi Nyatakan Blokade Laut terhadap Arab Saudi
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air

Terbaru

  • Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam
  • AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
  • Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam
  • Kelompok Houthi Nyatakan Blokade Laut terhadap Arab Saudi
  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza

Mungkin Anda Juga Suka

Gaya Hidup Muslim

Hati-Hati dalam Timbangan dan Takaran

16 November 2022 11:58
Gaya Hidup Muslim

Beginilah Islam Memuliakan Pembantu

7 November 2022 13:30
Gaya Hidup Muslim

Sibuk Mengoreksi Diri Sendiri

18 Oktober 2022 09:00
Gaya Hidup Muslim

Berapa Kali Kita Mengkhatamkan Al-Quran?

9 Oktober 2022 08:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?