Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Gaya Hidup Muslim

Selamatkan Diri dan Keluarga dari Penyakit Materialisme

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 9 Juni 2012 07:22 7:22 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 9 Juni 2012 07:22
Bagikan
Bagikan

Oleh: Abdullah al-Mustofa

SEBUAH penelitian di Amerika Serikat yang dilakukan tiga orang ahli dari tiga universitas yang berbeda di Amerika Serikita yang hasil penelitian mereka dipublikasikan oleh Association for Consumer Research, sebuah lembaga penelitian konsumen di University of Minnesota Duluth, Amerika Serikat, meneliti pengaruh frekuensi menonton program televisi pada pengadopsian nilai-nilai materialistis. Penelitian tersebut membuktikan semakin banyak jam yang dihabiskan seseorang dalam menonton televisi maka yang bersangkutkan semakin materialistis. Hubungan antara menonton televisi dengan materialisme lebih besar bagi mereka yang lebih fokus memperhatikan ketika menonton televisi, dan bagi mereka yang lebih mengembangkan apa yang ditonton dengan berfantasi.

Untuk mengurangi tingkat materialisme pada seseorang, para peneliti tersebut menyarankan untuk mengurangi jumlah waktu yang dihabiskan di depan televisi. Namun, tren menonton televisi di mana-mana menunjukkan hanya sedikit yang mau atau mampu melakukan hal ini. Sebagai obat alternatif, kata mereka, seseorang dapat memerangi materialisme dengan menyadari apa yang mereka menonton dan efeknya, dan menahan dorongan untuk berfantasi tentang gaya hidup makmur yang digambarkan di televisi.

Dengan kata lain, mengingatkan diri kita bahwa dunia pertelevisian terdistorsi. Lanjut mereka, tentu saja, ini mungkin bukan cara yang menyenangkan untuk menonton televisi karena pemirsa cenderung memaksimalkan kenikmatan dengan berfantasi.

Cara untuk mengurangi tingkat materialisme dan memerangi materialisme tersebut di atas ternyata kurang efektif, bahkan sulit untuk dilakukan. Namun lain halnya dengan Islam.

Baca Juga

Gaya Hidup Minimalis: Kunci Kesehatan Mental di Tengah Hidup Serba Cepat
Sya’ban Tangga Penting Sukses Ramadhan
Teladan Rasulullah untuk Para Suami
Tawakkal dalam Bekerja
Awasi Makananmu, Selamat Hidupmu!

Islam telah menyediakan vaksin untuk mencegah dan obat mujarab untuk menyembuhkan penyakit materialisme. Dalam Islam ada satu cara yang sangat efektif dan praktis untuk mencegah dan mengobati materialisme, yaitu dengan cara mengingat mati.

Dari Abu Hurairah, dari Nabi saw, beliau berkata:

أَكْثِرُوا ذِكْرِ هَاذِمِ اللَّذَّاتِ

“Perbanyaklah mengingat hal yang akan memutuskan berbagai kenikmatan. – yaitu maut.” (HR. Ashabus Sunan, dishahihkan Al-Albani dalam Al-Irwa’)

Salah satu efek positif dari mengingat mati adalah menyebabkan hati memiliki sikap qana’ah.

“Barangsiapa banyak mengingat mati maka dia akan dimuliakan dengan tiga perkara: segera bertaubat, hatinya qana’ah terhadap dunia, dan semangat beribadah. Sedangkan barangsiapa yang melupakan mati, dia akan dibalas dengan tiga perkara: menunda-nunda taubat, hatinya tidak qana’ah terhadap dunia, dan malas beribadah. Maka ingat-ingatlah kematian, sakaratul maut, dan susah serta sakitnya, wahai orang yang tertipu dengan dunia!.” (Abu Ali Ad-Daqqaq rahimahullah)

Menurut bahasa, qana’ah berarti merasa cukup. Sedangkan menurut istilah, qana’ah berati merasa cukup dan menerima atas apa yang telah diberikan Allah swt, sehingga mampu menjauhkan diri dari sikap tamak, dan sikap tidak puas yang berlebihan.
Dari Fadlolah bin Ubaid bahwasanya dia mendengar Rasulullah saw bersabda:

“Sungguh berbahagialah orang yang mendapatkan hidayah Islam dan penghidupannya sederhana serta mau qana’ah (menerima apa adanya).” (HR. Tirmidzi)

“Qana’ah itu mengandung lima perkara: Menerima dengan rela akan apa yang ada. Memohonkan kepada Tuhan tambahan yang pantas, dan berusaha. Menerima dengan sabar akan ketentuan Tuhan. Bertawakal kepada Tuhan. Tidak tertarik oleh tipu daya dunia.” (Hamka)

Mari latih dan biasakan diri dan anggota keluarga kita untuk selalu mengingat mati agar mempunyai gaya dan pola hidup qana’ah dan bukannya kebalikannya yakni gaya dan pola hidup materialistis yang mengajak “meminum air laut”. Semoga diri dan keluarga kita bebas dari penyakit al-Wahn (cinta dunia dan benci/takut mati) yang telah Rasulullah saw sebut 15 abad yang lalu. Semoga diri dan keluarga kita bukan orang-orang yang fasik, yakni yang lebih mencintai harta benda dari pada Allah dan Rasul-Nya serta berjihad di jalan-Nya dengan jiwa dan harta benda. Wallahu a’lam.*

Penulis peneliti ISFI (Islamic Studies Forum for Indonesia) Kuala Lumpur Malaysia

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Granat Minta Pemerintah Serius Berantas Narkotika
Tulisan selanjutnya Jika Orangtua Melek Media, Mudah Mengawasi Anak dari Penggunaan Internet

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Bendera Palestina dan Bendera Irlandia di Balai Kota Dublin
Berita

Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli

Berita
1 Juni 2026 11:20
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Gaya Hidup Muslim

Hati-Hati dalam Timbangan dan Takaran

16 November 2022 11:58
Gaya Hidup Muslim

Beginilah Islam Memuliakan Pembantu

7 November 2022 13:30
Gaya Hidup Muslim

Sibuk Mengoreksi Diri Sendiri

18 Oktober 2022 09:00
Gaya Hidup Muslim

Berapa Kali Kita Mengkhatamkan Al-Quran?

9 Oktober 2022 08:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?