Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Gaya Hidup Muslim

Saatnya Mencurigai Batas Umur

Ahmad
Terakhir diupdate: 25 Desember 2013 09:28 9:28 am
Ahmad
Dipublikasikan 25 Desember 2013 09:26
Bagikan
Sebuah poster mengingatkan datangnya kematian: "Shalatlah di belakang imam, sebelum dishalatkan di depan imam"
Bagikan

BERITA wafatnya Ustadz Jefri Al Buchori pada akhir April 2013 sempat membuat banyak orang tidak percaya. Ketika itu tidak sedikit pula yang menganggap berita tersebut hoax atau cerita bohong yang sengaja disebarkan oleh pihak tidak bertanggungjawab.

Bahkan, sebagian orang menganggap kematian Ustadz Jefri ini hanyalah mimpi, meskipun mereka secara langsung sudah melihat berita di berbagai media massa terkait pemulangan jenazah dari rumah sakit, prosesi shalat jenazah di Masjid Istiqlal, dan prosesi pemakaman Ustadz Jefri. “Seperti mimpi menyaksikan kematian Ustadz Jefri,” celetuk salah seorang rekan kepada penulis.

Keterkejutan masyarakat atas wafatnya Ustadz Jefri bisa dimaklumi. Karena, wafatnya Ustadz Jefri sangat mendadak, dengan cara yang tragis (akibat kecelakaan lalulintas), dan ketika ajal menjemput usianya pun tergolong masih muda, 40 tahun. Sebetulnya kematian mendadak seseorang sudah sering terjadi sebelum-sebelumnya.

Baca Juga

Gaya Hidup Minimalis: Kunci Kesehatan Mental di Tengah Hidup Serba Cepat
Sya’ban Tangga Penting Sukses Ramadhan
Teladan Rasulullah untuk Para Suami
Tawakkal dalam Bekerja
Awasi Makananmu, Selamat Hidupmu!

Setiap yang Hidup Pasti Mati

Sebelum Ustadz Jefri, kita juga pernah dikejutkan dengan kematian mendadak seorang politisi muda, Adjie Massaid, akibat serangan jantung. Jika dilihat dari riwayat penyakit, Adjie tidak memiliki riwayat penyakit jantung. Bahkan menjalani gaya hidup sehat dan ia rutin berolahraga. Itulah takdir kematian yang tidak mengenal istilah ketuk pintu.

Mengenai hal ini, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman

وَلَن يُؤَخِّرَ اللَّهُ نَفْساً إِذَا جَاء أَجَلُهَا وَاللَّهُ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

“Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila telah datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengenal apa yang kamu kerjakan.” (Al-Munaafiquun [63]:11)

Ayat di atas menjadi peringatan bagi kita bahwa kematian itu bisa terjadi kapan saja. Karena itu meskipun manusia berusaha menghindar dari kematian, dia tidak akan bisa mengelak dari dari kematian itu sendiri, meskipun bersamanya ada banyak dokter spesialis yang ahli dan dilengkapi dengan peralatan kedokteran yang canggih dan mahal harganya.

Kematian akan menghampiri siapa pun, baik ia seorang yang shalih atau durhaka, baik yang tua maupun yang muda, baik yang miskin maupun yang kaya, seorang yang turun ke medan perang ataupun duduk diam di rumahnya, seorang yang bersemangat mengejar kehidupan akhirat, ataupun yang lalai dan malas-malasan.

Mengenai fenomena kematian mendadak seperti halnya kasus Ustadz Jefri al-Buchori dan politisi Adjie Massaid ini, beberapa abad yang lalu sudah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam sudah memberi isyarat. Dalam Haditsnya Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya di antara tanda-tanda hari kiamat adalah munculnya kematian mendadak.” (Riwayat Thabarani)

Dalam pandangan Islam, mati bukanlah akhir dari kehidupan manusia, tetapi hanyalah fase perpindahan dari kehidupan di dunia kepada kehidupan akhirat. Oleh sebab itu, kita dapat menyatakan bahwa mati sebenarnya awal dari kehidupan yang baru. Bahagia atau sengsaranya seseorang dalam kehidupan akhirat bergantung apakah dia menjalani kehidupan di dunia ini sesuai dengan nilai-nilai Islam atau tidak. Manakala seseorang sudah menjalani kehidupan dengan baik hingga kematiannya, kematiannya sering disebut husnul khatimah (akhir kehidupan yang baik).

Manfaat Dzikrul Maut

Seorang Mukmin sejatinya tidak mengenal kata malas atau menunda-nunda waktu dalam beribadah kepada Allah Subhanahu Wata’ala.  Dalam benaknya harus selalu dipenuhi rasa curiga; jangan-jangan batas usianya di dunia akan berakhir lusa, besok atau bahkan hari ini. Dengan mengingat kematian (dzikrul maut), seseorang  selalu berhati-hati dalam menapaki hidup di dunia. Rasulullah bersabda, “Cukuplah kematian itu sebagai nasihat.” (Riwayat Thabrani  dan Baihaqi)

Jika pun terjerembab dalam maksiat, buru-buru ia bangkit dan bertaubat kepada Allah Subhanahu Wata’ala.  Rasulullah bersabda: “Orang yang cerdas adalah orang yang mengevaluasi dirinya dan melakukan sesuatu untuk hidup setelah mati.” (Riwayat At Tirmizi, Ibnu Majah, dan Ahmad).

Coba tanyakan dengan jujur pada diri kita, seberapa sering kita mengingat kematian? Hanya kita sendiri yang bisa menjawabnya. Jika kenyatannya kita masih sangat sedikit dalam mengingat kematian di tengah kesibukan dan semua urusan keduniaan, maka segeralah mengubah langkah.

Banyak manfaat yang diperoleh jika kita mengingat kematian. Umar bin Abdul Aziz pernah berkata, “Barangsiapa yang mendekatkan hatinya pada kematian, niscaya dia akan banyak mendermakan apa yang dia punya.”

Mengingat kematian juga merupakan satu cara yang sangat efektif untuk dapat menaklukan dan mengendalikan hawa nafsu. Perhatikan sabda Rasulullah berikut ini : “Perbanyaklah mengingat sesuatu yang melenyapkan semua kelezatan, yaitu kematian!” (Riwayat Tirmidzi)

Dari uraian di atas, secara garis besar dzikrul maut akan membuat seseorang meraih kemulian lantaran: segera bertaubat, qana’ah hatinya, dan semangat dalam beribadah. Sementara orang yang lupa dengan kematian dapat dicirikan: suka menunda-nunda taubat, tidak puas dengan apa yang ada (rakus bin tamak), dan bermalas-malas dalam beribadah.

Cara Mengingat Kematian

Di antara perkara yang dapat mendorong seseorang untuk beramal dan bersemangat adalah menyaksikan orang-orang yang sedang menghadapi sakaratul maut. Bisa jadi pengaruhnya akan membekas pada diri seseorang sampai ia meninggal dunia.

 Suatu ketika, Hasan Al Bashri, seorang ulama pada masa kekhalifahan Umayyah, menjenguk seseorang yang sedang sakit. Didapati orang tersebut sedang menghadapi sakaratul maut. Secara langsung Hasan menyaksikan kesulitan dan derita yang dialami orang itu. Kemudian Hasan Al- Bashri pulang kepada keluarganya dengan raut muka yang berbeda saat ia keluar rumah meninggalkan mereka. Oleh karenanya mereka bertanya kepadanya, “Apakah engkau ingin makan? Semoga Allah Subhanahu Wata’ala memberi rahmat kepadamu.”

Imam Hasan Al-Bashri menjawab, “Wahai keluargaku, ambilah makanan dan minuman! Demi Allah, sesungguhnya aku telah melihat kematian, aku akan terus beribadah hingga bertemu dengan-Nya.” (dinukil dari At-Tadzkirah fi Ahwalil Mauta wa Umuuri Akhirat karya Imam Al-Qurthubi)

Sementara Umar bin Abdul Aziz punya cara unik untuk selalu mengingat kematian. Biasanya secara rutin Umar bin Abdul Aziz mengumpulkan para fukaha setiap malam untuk mengingat kematian, kemudian mereka menangis seolah-olah di hadapan mereka ada jenazah.

Ziarah kubur juga termasuk hal yang dapat mengingatkan kita pada akhirat (termasuk di dalamnya kematian, sebagai pintu menuju akhirat), sebagaimana sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi Wassalam:  “Dahulu aku melarang kalian berziarah kubur, namun sekarang berziarahlah, karena hal itu akan menjadikan sikap hati-hati di dunia dan akan dapat mengingatkan pada akhirat.” (Riwayat Ahmad)

Pada akhir tulisan, marilah kita renungi Hadits Rasulullah berikut ini, “Orang yang paling banyak mengingat kematian dan paling siap menghadapinya. Mereka itulah orang-orang cerdas. Mereka pergi dengan membawa kemuliaan dunia dan kemuliaan akhirat.”  (Riwayat Ibnu Majah) *

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:mati
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Makanan Halal dan Larangan Merokok di Negeri Gajah Putih
Tulisan selanjutnya Tips “Toleransi Natal” ala Yusuf Mansur

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Berita
31 Mei 2026 05:00
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Gaya Hidup Muslim

Hati-Hati dalam Timbangan dan Takaran

16 November 2022 11:58
Gaya Hidup Muslim

Beginilah Islam Memuliakan Pembantu

7 November 2022 13:30
Gaya Hidup Muslim

Sibuk Mengoreksi Diri Sendiri

18 Oktober 2022 09:00
Gaya Hidup Muslim

Berapa Kali Kita Mengkhatamkan Al-Quran?

9 Oktober 2022 08:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?