Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Gaya Hidup Muslim

Bersama Budayakan Kasih Sayang pada Sesama Muslim

Ahmad
Terakhir diupdate: 5 Februari 2014 08:48 8:48 am
Ahmad
Dipublikasikan 5 Februari 2014 08:48
Bagikan
Bagikan

SATU langkah Nabi yang sangat spektakuler dan belum pernah dilakukan oleh siapapun sebelumnya adalah mempersaudarakan sesama Muslim.

Islam tidak melihat hubungan persaudaraan sebatas pada hubungan darah atau keturunan, tetapi lebih pada aqidah atau keyakinan.

Langkah ini terbukti efektif untuk menguatkan persatuan dan kesatuan umat Islam, sehingga tradisi lama di mana antar satu kabilah dengan kabilah lain sering terlibat konflik bahkan peperangan, sudah lenyap dalam tradisi masyarakat Muslim di Madinah kala itu.

Siapa pun dan dari suku mana pun mampu hidup berdampingan dan saling berkasih sayang atas dasar aqidah. Hal ini dikarenakan dalam Islam, kebaikan seorang Muslim tidak semata-mata diukur dari ketaatannya dalam beribadah tetapi juga kesholehannya dalam pergaulan sehari-hari.

Sungguh masyarakat Madinah kala itu benar-benar tampil sebagai masyarakat yang tiada duanya di dunia. Mereka saling menghormati, berkasih sayang dan saling melindungi, sehingga wajar jika Kota Madinah menjadi satu kota yang sangat kuat dan inspiratif hingga kini dan akhir zaman kelak.

Baca Juga

Gaya Hidup Minimalis: Kunci Kesehatan Mental di Tengah Hidup Serba Cepat
Sya’ban Tangga Penting Sukses Ramadhan
Teladan Rasulullah untuk Para Suami
Tawakkal dalam Bekerja
Awasi Makananmu, Selamat Hidupmu!

Muslim yang Paling Baik

Suatu ketika ada seseorang yang bertanya kepada Nabi, “Bagaimanakah Islam yang paling baik itu?” Beliau menjawab, “Hendaklah engkau memberi makan, mengucapkan salam kepada siapa pun yang engkau kenal maupun yang tidak engkau kenal.” (HR. Bukhari).

Dalam hadits yang lain, sebagaimana dituturkan oleh Abdullah bin Salam, Rasulullah bersabda, “Wahai manusia, sebarkanlah salam, berikanlah makanan, sambunglah tali persaudaraan, shalatlah pada malam hari ketika semua orang sedang tidur, niscaya kalian akan masuk surga dengan damai.” (HR. Tirmidzi).

Artinya, sesama Muslim itu saling peduli, saling bantu dan tentunya saling berkasih sayang, sehingga eksistensi umat Islam benar-benar tampil sebagai khayru ummah. Apabila budaya seperti ini pernah terwujud dalam kehidupan dunia, berarti upaya mengarah pada budaya mulia tersebut bukan kemustahilan.

Tinggal bagaimana inisiatif, kemauan dan kesungguhan dari setiap Muslim untuk kembali secara perlahan membudayakan tradisi mulia yang merupakan syarat utama terbentuknya masyarakat yang damai, adil, tentram dan sentosa.

Pantangan Seorang Muslim

Rasulullah tidak saja menjelaskan atau menunjukkan tentang apa yang harus dilakukan seorang Muslim agar bisa menjadi Muslim yang baik. Tetapi juga menunjukkan tentang perkara-perkara yang harus dijauhi seorang Muslim.

Pertama, jauhi saling benci. Rasulullah bersabda, “Janganlah kalian saling membenci, janganlah saling mendengki, janganlah saling bermusuhan, dan jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara, dan seorang Muslim tidak diperbolehkan mendiamkan saudaranya lebih dari tiga hari.” (HR. Bukhari).

Kedua, jauhi kezaliman. Rasulullah bersabda, “Orang Muslim itu adalah saudara bagi Muslim lainnya, tidak menzalimi dan tidak menelantarkannya. Barangsiapa berada dalam kebutuhan saudaranya maka Allah berada dalam kebutuhannya. Barangsiapa menyingkirkan darinya satu kesusahan maka Allah akan menyingkirkan darinya satu kesusahan dari berbagai macam kesusahan hari akhirat. Barangsiapa menutupi aib orang Muslim maka Allah akan menutupi aibnya pada hari kiamat.” (Bukhari-Muslim).

Ketiga, tidak mencaci. Rasulullah bersabda, “Mencaci orang Mukmin itu adalah kefasikan dan membunuhnya adalah kekafiran.” (HR. Bukhari).

Dengan demikian dapat dipahami bahwa seorang Muslim terhadap Muslim lainnya harus saling berkasih sayang, peduli dan tidak menzaliminya. Sekiranya ini menjadi komitmen yang diupayakan secara sungguh-sungguh oleh setiap Muslim, tentu Indonesia ini akan menjadi negeri yang menjadi dambaan penduduk dunia.

Sebagai Muslim, kita tidak boleh abai terhadap hal-hal penting seperti ini. Sebab, pahala ibadah bisa berkurang bahkan hangus kala dalam pergaulan dengan sesama Muslim kita tidak menjauhi sikap zalim, buruk sangka, dengki apalagi sampai memutus tali silaturrahim.

Bahkan, secara historis, langkah-langkah tersebut merupakan satu tonggak penting terbangunnya masyarakat yang beradab.

Jika Rasulullah memerintahkan demikian maka sudah seharusnya kita mewujudkannya, karena hal itu tidak saja mendatangkan pahala di sisi-Nya, secara kolektif perintah itu bisa menjadi awal terbangunnya masyarakat Muslim yang benar-benar khayru ummah, sehingga Islam tidak samata riuh dalam seminar, dialog atau pun diskusi semata. Tetapi juga semarak dalam kenyataan keseharian, karena memang setiap Muslim terhadap Muslim lainnya benar-benar saling berkasih sayang.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:persaudaraan muslim
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Soal IMB Lippo, Ormas Islam Laporkan Wako Padang
Tulisan selanjutnya Flu Babi Membunuh 24 Orang di Mesir

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Global Sumud FLotilla
Berita

Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki

Berita
30 Mei 2026 09:51
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Gaya Hidup Muslim

Hati-Hati dalam Timbangan dan Takaran

16 November 2022 11:58
Gaya Hidup Muslim

Beginilah Islam Memuliakan Pembantu

7 November 2022 13:30
Gaya Hidup Muslim

Sibuk Mengoreksi Diri Sendiri

18 Oktober 2022 09:00
Gaya Hidup Muslim

Berapa Kali Kita Mengkhatamkan Al-Quran?

9 Oktober 2022 08:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?