Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Gaya Hidup Muslim

4 Sehat 5 Sempurna, Plus Halal

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 15 Oktober 2014 13:55 1:55 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 15 Oktober 2014 13:54
Bagikan
Bagikan

SEORANG filsuf dan antropolog Jerman Ludwig Andreas von Feuerbach (lahir di Landshut, Bavaria, 28 Juli 1804 pernah mengatakan “Der Mann ist vas er isst” (Manusia adalah apa yang dia makan). Lebih dari satu abad sebelumnya, pada 1728, seorang ahli kimia Italia Bartolomeo Beccari menyampaikan penghakiman “Quid Alius sumus, nisi itu unde alimur?” (Apa lagi kita, jika tidak apa yang kita makan?)

Selama ada kehidupan, kegiatan berkaitan dengan makan tak akan pernah berakhir. Begitu pula kegiatan manusia dengan hal-hal berkaitan dengan makanan. Sebab makanan merupakan kebutuhan pokok manusia, sebagai sumber energi vital manusia agar ia dapat melaksanakan kegiatan sehari.

Umumnya di alam hewan karnivora sangat kejam dan agresif, sementara non-carnivorous yang damai dan sociable. Penelitian menemukan, makan dalam jumlah besar protein hewani memiliki efek yang lebih mendalam pada perilaku manusia. Demikian hasil penelitian yang resumenya pernah disampaikan naturalis dan ahli dalam vegetarian dietetics, Armando D’Elia (dalam Consequences of Meat Protein on Human Behaviour).

Makanan dan Perilaku

Makanan mempunyai pengaruh yang dominan bagi diri orang yang memakannya. Makanan sehat akan membentuk jiwa dan fisik yang sehat. Sementara makanan tidak sehat akan mengakibatkan pemakannya sakit.

Baca Juga

Gaya Hidup Minimalis: Kunci Kesehatan Mental di Tengah Hidup Serba Cepat
Sya’ban Tangga Penting Sukses Ramadhan
Teladan Rasulullah untuk Para Suami
Tawakkal dalam Bekerja
Awasi Makananmu, Selamat Hidupmu!

Pembahasan tentang pengaruh makanan terhadap perilaku manusia ini pernah diseminarkan di Italia bertajuk “6th European Vegetarian Congress Bussolengo” pada 21-26 September 1997.

Sebuah penelitian yang diterbitkan pada 2006 di Chemical Senses menyarankan bahwa makan daging dapat membuat bau badan kurang sedap. Dalam studi tersebut, 17 laki-laki makan daging rutin dan 17 lainnya tidak selama dua pekan.

Ahli Kesehatan, Cynthia Sass juga pernah mengatakan bahwa hubungan antara makanan dan dorongan seksual memiliki kaitan. Studi menunjukkan bahwa makanan dan nutrisi tertentu memainkan peran dalam meningkatkan libido dan mendukung kehidupan seks seseorang, demikian dilansir dari Health.Com.

Dalam penelitian terbaru, apa penyebab terjadinya gangguan perilaku seperti autisme, ADHD ada kaitannya dengan reaksi pola makanan dan konsumsi makanan yang salah. Dr. Wayne Callaway, ahli gizi endokrinologi dan ahli gizi Klinik Mayo, Minnesota, AS pernah mengatakan, susunan makanan dapat memengaruhi suasana hati seseorang. Reaksi yang tidak diinginkan terhadap makanan tertentu dapat mengakibatkan gangguan kebocoran pada saluran cerna yang selanjutnya dapat mengganggu susunan saraf pusat manusia.

Di zaman Orde Baru kita mengenal kampanye yang cukup popular, “Makanan 4 Sehat, 5 Sempurna.” Maksudnya, makanan penuh gizi plus susu. Saya kira, kampanye seperti itu menyesatkan. Sebab, orang tak diajarkan dari mana dan dengan cara apa makanan sehat itu
diperoleh. Memakan makanan yang salah saja akan berpengaruh pada kesehatan dan perilaku, apalagi makanan yang haram baik substansi dan cara memperolehnya. Gizi dan vitamin yang cukup mungkin menyehatkan. Tapi belum tentu menumbuhkan perilaku yang baik. Sebaliknya bisa  merusak.

Manusia yang lahir dari makanan yang haram itu secara otomatis akan mendorong perilaku yang jahat, yang menyebabkan kecelakaan yang bersifat abadi di akhirat nanti. Karenanya, untuk dunia super gila seperti sekarang ini, istilah yang tepat adalah,
“Makanan 4 Sehat 5 Sempurna Plus Halal.”

 

Ada kisah tentang ulama sufi. Suatu siang ia mengalami muntah-muntah setelah makan. Padahal, selama bertahun-tahun ia menempuh hidup secara teratur. Tak pernah makan aneh-aneh, bahkan selalu sesuai dengan kadar kesehatan.

Untuk mengusut kasus ini, ia memanggil pembantunya untuk menjelaskan perihal makanan yang ia konsumsi. “Dari mana dibeli sayuran yang dimasak hari ini?,” tanya sang ulama sufi. “Saya agak kesiangan ke pasar. Sayuran yang dijual di pasar sudah habis. Untunglah sawah tetangga kita ada daun kacang panjang. Saya memetiknya segenggam, itulah sayuran yang saya masak hari ini,” jawab pembantu polos. Sang ulama akhirnya paham, yang membuat ia sakit karena makanan haram tadi.

Suatu hari, Sahabat Abu Bakar As Shiddiq Radhiyallahu ’Anhu menyuruh budak laki-lakinya mengambil uang upah untuk beliau. Saat itu, si budak usai mengambil upah, Abu Bakar menggunakannya untuk membeli makanan. Setelah semuanya dihabiskan, tak lama kemudian, si budak mengakan, ”Anda tahu, apa yang telah Anda makan?” Abu Bakar menjawab,”Apa?”.

Si budak mengatakan,”Di masa jahiliyah saya telah melakukan ramalan untuk seseorang, akan tetapi saya menipunya, dan ia mendatangiku dengan memberi sesuatu, yakni barang yang telah Anda makan itu. Mendengar ucapan si budak, Abu Bakar segera memasukkan jarinya ke kerongkongan, hingga beliau memuntahkan seluruh isi perutnya.

Sebagaimana disebutkan Al Bukhari dalam Bab Al Manaqib, Abu Bakar mengatakan,”Celakalah engkau! Hampir saja engkau mencelakakanku! Aku takut kalau dagingku tumbuh karena harta haram ini. Bagaimana bisa aku melakukan hal itu, sedangkan aku telah mendengarkan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda,”Sesungguhnya daging tidak akan tumbuh dari harta haram, kecuali neraka lebih utama untuknya.”

Bahkan, dari riwayat lain yang dibawakan Abu Nuaim disebutkan, bahwa Abu Bakar mengatakan, ”Kalau seandainya tidak keluar (makanan haram itu), kecuali bersama nyawaku, niscaya akan aku tetap mengeluarkannya.”

Karena kehati-hatian terhadap makanan, Imam Abu Hanifah menahan diri tidak memakan daging kambing, hanya karena mendengar bahwa ada seekor kambing dicuri.

Imam Abu Hanifah bahkan menahan untuk tidak memakan daging kambing selama beberapa tahun, sesuai dengan usia kehidupan kambing pada umumnya, hingga diperkirakan kambing itu telah mati. (Dalam Ar Raudh Al Faiq, hal. 215)..*/“..perbaikilah makananmu”

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
12Halaman selanjutnya
TAG:anakdoahalalharammakananperilaku
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya MUI Akan Lakukan Gerakan Nasional Anti-Narkoba
Tulisan selanjutnya Nusron Wahid, Aswaja Terapan dan Tongkat Nabi Musa

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Berita
4 Juni 2026 08:06
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Gaya Hidup Muslim

Hati-Hati dalam Timbangan dan Takaran

16 November 2022 11:58
Gaya Hidup Muslim

Beginilah Islam Memuliakan Pembantu

7 November 2022 13:30
Gaya Hidup Muslim

Sibuk Mengoreksi Diri Sendiri

18 Oktober 2022 09:00
Gaya Hidup Muslim

Berapa Kali Kita Mengkhatamkan Al-Quran?

9 Oktober 2022 08:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?