Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Gaya Hidup Muslim

Jadikan Perjalanan Penguat Iman

Ahmad
Terakhir diupdate: 3 November 2015 17:08 5:08 pm
Ahmad
Dipublikasikan 3 November 2015 17:08
Bagikan
Mudik motor (ilustrasi)
Bagikan

 SETIAP orang pasti akan menemui suatu masa dimana ia mesti menempuh perjalanan. Setidaknya sedari kecil, hampir semua orang pernah melakukan perjalanan dari rumah ke sekolah, masjid, pasar atau madrasah. Dan, seiring bergulirnya waktu, jangkauan perjalanan kian jauh, sehingga tidak jarang mesti meninggalkan keluarga dalam waktu yang tidak sebentar.

Dalam sejarah peradaban Islam, perjalanan yang hingga kini manfaatnya bisa dirasakan sangat penting bagi kelangsungan hidup kaum Muslimin adalah perjalanan perawi hadits, katakanlah Imam Bukhari yang tidak jemu-jemu melakukan perjalanan untuk mendapatkan hadits-hadits Nabi Muhammad Shallallahu alayhi wasallam. Diriwayatkan tidak kurang dari 16 tahun Imam Bukhari menghabiskan waktu untuk berjalan memburu hadits.

Fenomena Alam

Menariknya, Al-Qur’an juga memberikan penekanan cukup kuat terhadap aktivitas yang kini biasa disebut dengan traveling ini.

أَفَلَمۡ يَسِيرُواْ فِي ٱلۡأَرۡضِ فَتَكُونَ لَهُمۡ قُلُوبٞ يَعۡقِلُونَ بِهَآ أَوۡ ءَاذَانٞ يَسۡمَعُونَ بِهَاۖ فَإِنَّهَا لَا تَعۡمَى ٱلۡأَبۡصَٰرُ وَلَٰكِن تَعۡمَى ٱلۡقُلُوبُ ٱلَّتِي فِي ٱلصُّدُورِ ٤٦

Baca Juga

Gaya Hidup Minimalis: Kunci Kesehatan Mental di Tengah Hidup Serba Cepat
Sya’ban Tangga Penting Sukses Ramadhan
Teladan Rasulullah untuk Para Suami
Tawakkal dalam Bekerja
Awasi Makananmu, Selamat Hidupmu!

“Maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada.” (QS: Al-Hajj [22]: 46).

Dengan demikian, perjalanan sejatinya erat hubungannya dengan kondisi hati dan panca indera kaitannya dalam upaya langsung meneguhkan keimanan kita kepada Allah Ta’ala.

Seperti yang belakangan ini dialami oleh saudara-saudara kita yang melakukan perjalanan dengan burung besi ke beberapa daerah yang terkena musibah asap, seperti Riau dan Pontianak. Acapkali mereka mesti menginap di hotel karena penundaan penerbangan karena asap tebal di daerah tujuan. Dalam situasi seperti itu, tidak ada pilihan selain menunda.

Secara empiris, tentu ini tidak mengenakkan, mungkin terasa amat menyebalkan. Tetapi, kalau diri mau berpikir dan memahami, tentu akan timbul ketenangan dalam hati dan penguatan iman, bahwa kalau Allah berkehendak lain, apa saja bisa tertunda bahkan tidak terjadi sama sekali, meski segenap daya telah dikerahkan agar semua bisa berjalan sesuai rencana.

Sementara itu, di langit Jakarta, terutama beberapa saat setelah lepas landas, lalu kita melihat melalui jendela pesawat ke bawah, maka pandangan mata yang biasa termanjakan dengan kecerahan sinar mentari, beberapa pekan terakhir ini tidak bisa dinikmati. Ada asap yang menyelimuti. Beruntung asap itu tidak sampai turun menyapa kita di permukaan tanah (semoga tidak pernah terjadi).

Demikianlah fenomena alam negeri ini untuk saat ini. Asap telah menjadikan banyak aktivitas manusia terkendala, bahkan sebagian telah menjadi korban. Oleh karena itu, berjalanlah di muka bumi dan amatilah fenomena alam agar bekerja akal kita dan tercerahkan hati kita bahwa Allah benar-benar Maha Kuasa.

Kemurahan Allah Ta’ala

Hal yang melekat dalam setiap perjalanan adalah munculnya rasa lelah. Oleh karena itu, seorang Muslim idealnya memahami bagaimana tuntunan Islam kala seorang Muslim dalam perjalanan. Misalnya mengetahui bahwa dibolehkannya menjama’ dan mengqashar sholat fardhu. Bahkan, andaikata perjalanan itu sangat penting dan bertepatan dengan bulan Ramadhan, Allah pun memberikan rukhsoh (keringanan) untuk tidak berpuasa (mengganti di hari yang lain).

Subhanallah, terhadap orang yang melakukan perjalanan amat jelas dan konkret kasih sayang yang Allah berikan. Oleh karena itu, jangan karena alasan lelah dalam perjalanan, lantas sholat ditinggal. Padahal, sudah ada keringanan dari Allah Ta’ala.

Doa Mustajab

Tidak cukup disitu, Allah juga memberikan jaminan dikabulkannya doa mereka yang dalam perjalanan. Safar (perjalanan jauh) adalah kesempatan untuk banyak berdo’a. Sebab di situlah waktu mustajab, dan dikabulkan do’a.

ثَلَاثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتٌ لَا شَكَّ فِيهِنَّ: دَعْوَةُ الْمَظْلُومِ، وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ، وَدَعْوَةُ الْوَالِدِ عَلَى وَلَدِهِ

“Tiga waktu diijabahi (dikabulkan) do’a yang tidak diragukan lagi yaitu: (1) do’a orang yang terzholimi, (2) do’a seorang musafir, (3) do’a orang tua pada anaknya.” (HR. Ahmad, At Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Dengan demikian, jadikanlah setiap perjalanan kita sebagai media terbaik untuk memohon kepada Allah Ta’ala, sehingga sepanjang perjalanan hati kita terus tersambung dengan Allah dan semakin tertutup pintu setan untuk menjerumuskan kita pada dosa dan kemaksiatan dalam perjalanan.

Jadi, buat siapa saja yang hobi traveling alias bepergian, hendaknya tidak semata-mata memikirkan keindahan alam dan kesenangan diri. Tapi juga mesti berpikir bagaimana menguatkan iman dalam dada. Karena dalam perjalanan ada banyak pelajaran dan keutamaan yang langsung Allah berikan. Wallahu a’lam.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:doakemudahanperjalan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya [Berita Foto] Para Pelajar Ini Sering Tercebur di Kampung Laut
Tulisan selanjutnya Ulama Aceh Sambut Gembira Kemenangan AK Parti Turki

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia

Berita
13 Juli 2026 15:40
Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
ASN Jabar Bisa Dipecat Jika Terbukti Jadi Bagian Kelompok LGBT, Wagub Erwan Tegaskan Sanksi Terberat
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Gaya Hidup Muslim

Hati-Hati dalam Timbangan dan Takaran

16 November 2022 11:58
Gaya Hidup Muslim

Beginilah Islam Memuliakan Pembantu

7 November 2022 13:30
Gaya Hidup Muslim

Sibuk Mengoreksi Diri Sendiri

18 Oktober 2022 09:00
Gaya Hidup Muslim

Berapa Kali Kita Mengkhatamkan Al-Quran?

9 Oktober 2022 08:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?