Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Gaya Hidup Muslim

Jadilah Pribadi Sederhana

Ahmad
Terakhir diupdate: 22 Juli 2017 07:23 7:23 am
Ahmad
Dipublikasikan 22 Juli 2017 07:22
Bagikan
Ismail Haniyah, memilih tinggal di sebuah gang sempit di Gaza, sejak menjadi PM Palestina hingga saat ini
Bagikan

SEORANG guru pernah bercerita perbedaan pandangan bagaimana menjadi pribadi sederhana. Satu orang mengatakan, sederhana itu seperti Nabi yang hidup dengan tidak begitu mementingkan duniawi. Bila tiba harta di tangannya, tak sampai esok semua harta itu telah habis dibagikan.

Satu lagi mengatakan, Nabi itu makannya kurma terbaik, minumnya susu kambing, konsumsinya daging kambing terbaik, pakaiannya pun wangi dan kendaraannya pun paling gagah.

Perbedaan sudut panang tentang sederhana itu pun terus berlangsung dan tidak ditemukan titik temu tentang bagaimana sebenarnya menjadi pribadi yang sederhana.

Namun, menurut Buya Hamka dalam bukunya Falsafah Hidup, orang yang sederhana adalah orang yang tidak terlalu condong, tidak juga terlalu rebah.

“Syahwat yang dibolehkan syara’ sekalipun, tidaklah melebihi mesti, ketika mengambil kesempatan dari keharusan itu. Misalnya boleh memakan makanan yang enak! Mentang-mentang harus (boleh) tidaklah dilahapnya lebih dari kekuatan perutnya” (halaman 168).

Baca Juga

Gaya Hidup Minimalis: Kunci Kesehatan Mental di Tengah Hidup Serba Cepat
Sya’ban Tangga Penting Sukses Ramadhan
Teladan Rasulullah untuk Para Suami
Tawakkal dalam Bekerja
Awasi Makananmu, Selamat Hidupmu!

Baca: Tingkatkan Kepedulian dengan Tradisi Hidup Sederhana …

Lebih lanjut pengarang Tafsir Al-Azhar itu menegaskan, “Dibolehkan oleh syara’ beristri sampai berempat, asal saja sanggup, adil, dan mampu. Mentang-mentang mampu dia lupa kesanggupan dan keadilan, dia hanya ingat pada kemampuan, lalu dia beristri dua, tiga, dan empat, salah sedikit ceraikan satu, tingggalkan dua, ganti lagi, cari pula janda muda atau perawan yang lain. Akhirnya tidak ada kesempatan lagi baginya untuk mengurus rohaninya, hidup, jiwa, dan ibadahnya kepada Tuhan. Hanyalah mengurus giliran malam para istrinya. akhirnya anak-anaknya kocar-kacir.”

Islam menghendaki kehidupan yang sederhana, yang oleh Buya Hamka bisa disebut dengan istilah “istiqomah” yang berarti tegak lurus di tengah-tengah. Dan, “i’tidal” yang berarti sama berat.

Buya Hamka pun memberikan tuntunan bagaimana agar bisa menjadi pribadi sederhana, yakni dengan menjadi pribadi yang jujur.

“Kita harus jujur. Karena kejujuran itulah yang sederhana dan yang lurus. Kita tidak boleh bohong, kita mesti lurus, tak boleh menipu. Kita tidak boleh royal dan tidak boleh bakhil. Kita tidak boleh terlalu pendorong dan kita tidak boleh pengecut. Karena semuanya itu merusakkan tali hubungan kita dengan Allah dan dengan insan. Dan menghilangkan sederhana” (halaman 171).

Dengan demikian, sederhana dalam pribadi Nabi adalah hidup yang seimbang, sama berat, dan tegak lurus di atas landasan syariat. Apapun yang beliau lakukan adalah semata-mata menjalankan titah Ilahi, memberikan keteladanan yang ideal, sehingga tidak ada orang miskin yang bersedih karena Nabi orang yang pernah kaya raya. Juga tidak ada orang kaya yang merasa rugi, hanya karena Nabi pernah tidak makan hingga diganjal perutnya dengan batu.

Baca: Kunci Sukses dan Bahagia Para Sahabat Nabi

Semua kondisi, kaya atau miskin disikapi secara sederhana alias tegak lurus dan sama berat. Prinsipnya bagaimana kemiskinan tetap menguatkan ketaqwaan. Dan, kekayaan tidak merusak ketaqwaan kepada Allah Ta’ala.

Buya Hamka kembali memberikan penjelasan. “Yang akan disederhanakan ialah iat dan tujuan, bukan bekas keluar. Banyak orang menyangka, lantaran seseorang berpakaian yang koyak dan murah atau rumahnya kurang indah, orang itu dikatakan sederhana. Kalau dari sana hendak diukur kesederhanaan, kita tidak akan bertemu hakikat yang sebenarnya.

Kita tidaklah dapat berpedoman kepada yang lahir menunjukkan kesederhanaan. Banyak orang-orang kaya yang termasyhur, terpandang, terkemuka dalam masyarakat. banyak pula penulis, penganjur, pengarang dan ahli seni yang tidak memperdulikan pakaiannya, rumah tangganya. Bukan karena loba tamak kepada uang dan ingin mengumpul-ngumpulkan harta. Bukan pula karena bakhil, tetapi oleh karena tidak sampai pikirannya hendak menimbang perkara-perkara yang berkecil-kecil.

Bagi mereka asal sudah dapat berkhidmat kepada umum, walaupun pakaian dan kediaman itu tidak bagus kelihatannya, sehingga tidak sepadan dengan kedudukannya yang ditinggikan orang, semuanya itu tidaklah menjadi kenangan kepada mereka.” >> (bersambung)

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
12Halaman selanjutnya
TAG:Buya Hamkahidup sederhanakayakekayaankesederhanaanNafsutujuan hidup
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pimpinan DPRD Bandung Ingatkan Pemerintah Serius Dukung Kemerdekaan Palestina
Tulisan selanjutnya Pakar IT: Dalang Peretas Kantor Berita Qatar Dilakukan dari Uni Emirat Arab

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

Berita
18 Juli 2026 10:26
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’
Indonesia Prioritaskan Promosi Produk Halal Lewat HEI 2026

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Gaya Hidup Muslim

Hati-Hati dalam Timbangan dan Takaran

16 November 2022 11:58
Gaya Hidup Muslim

Beginilah Islam Memuliakan Pembantu

7 November 2022 13:30
Gaya Hidup Muslim

Sibuk Mengoreksi Diri Sendiri

18 Oktober 2022 09:00
Gaya Hidup Muslim

Berapa Kali Kita Mengkhatamkan Al-Quran?

9 Oktober 2022 08:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?