Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Hikmah

Tolak Lamaran Khalifah, Demi Keteguhan Agama Putrinya

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 7 Oktober 2015 16:14 4:14 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 7 Oktober 2015 18:00
Bagikan
ilustrasi
Bagikan

TELAH tersebar di masyarakat Madinah bahwa Sa’id bin Musayyab memiliki seorang putri nan jelita, sholihah lagi sangat faham ayat-ayat Allah dan hadits-hadits Nabi-Nya. Hal ini pula yang mengilhami sang penguasa kaum muslimin saat itu, Abdul Malik, untuk menyunting putri ulama juhud itu untuk putranya, al-Walid.

Di luar dugaan, sang imam menolak pinangan sang khalifah. Peristiwa ini sempat menggegerkan penduduk Madinah, termasuk anak-anak sang khalifah yang lainnya. Mereka sangat tidak percaya dengan penolakan itu. Pernah suatu kejadian, sang Imam menolak panggilan sang khalifah.

Mendapati kejadian itu, putra Abdul Malik yang bungsu mencoba menelusuri siapa gerangan yang berani menolak permintaan yang ayah. Ia mencoba bertanya kepada kakaknya.

Mendapat pertanyaan demikian, sang kakakpun menjawab pertanyaan adiknya, “Dia adalah orang yang putrinya pernah dipinang oleh ayah untuk saudara kita, al-Walid, tetapi dia menolak untuk menikahkannya”.

Yang menyengangkan, di hari yang lain, Sa’id bin Musayyab justru menawarkan putrinya kepada salah seorang muridnya. Dia adalah Abu Wad’ah; duda miskin yang baru saja ditinggal mati istrinya.
Cermin kemiskinan calon menantu tersirat dengan jelas, ketika ia mencoba menyelidiki siapa gerangan yang sudi menikahkan putrinya dengan dirinya yang papa.

Baca Juga

Teladan Umar bin Khattab Ra. dalam Mengatasi Problem Gratifikasi
Sikap Prof. H. M. Rasjidi terhadap Jabatan
Menyiapkan Kurban Terbaik tanpa Memaksa Diri di Luar Kesanggupan
Kisah Jenaka Qurban: 1 Ekor Ayam Ditebus 30 Domba
Empat Kategori Ucapan: Mana yang Layak Disampaikan?

“Wahai Syeikh, semoga Allah senantiasa merahmati Anda. Kiranya, siapa gerangan yang mau menikahkan putrinya dengan aku, sedang aku hanyalah seorang pemuda yang lahir dalam keadaan yatim dan hidup dalam keadaan fakir. Harta yang kumiliki tidak lebih dari dua atau tiga dirham saja”.

Terhadap pertanyaan sang calon menantunya ini, sang Syeikh dengan spontan menjawab, “Aku akan menikahkan engkau dengan putriku”.

Terkejutlah Abu Wad’ah dengan apa yang didengarnya dari lisan guru yang sangat dihormatinya itu.

“Anda waha Syeikh? Anda akan menikahkan putrid anda denganku padahal anda telah mengetahui keadaanku seperti ini”, tanyanya dengan diselimuti rasa keheranan.

“Ya, benar. Aku akan menikahkan engkau dengan putriku. Sesungguhnya bila ada seseorang yang datang kepada kami dan kami suka kepada agama serta akhlaknya, maka akan kami nikahkan ia dengan putrid kami. Sedangkan engkau di mata kami termasuk yang kami sukai agama dan akhlaknya”, tegas Syeikh.

Banyak yang terheran dengan peristiwa pernikahan putri Sa’id bin Musayyab ini. Mereka tidak habis fikir, bagaimana mungkin ada seorang ayah lebih memilih menikahkan anaknya dengan orang yang miskin dan menolak pinangan dari sang khalifah.

Hal ini pula yang saban hari disoal oleh seorang sahabat sang Sa’id bin Musayyab.

Dia bertanya; “Mengapakah Anda menolak pinangan Amirul Mukminin lalu kau nikahkan putrimu dengan orang awam?” Syeikh yang teguh pendirian itu menjawab, “Putriku adalah amanat di leherku, maka kupilihkan apa yang sesuai untuk kebaikan dan keselamatan dirinya,” terang Sa’id bin Musayyab.

Merasa belum menangkap secara utuh maksud dari jawaban sang imam, ia pun mencoba menyelidiki lebih detail; “Apa maksud Anda wahai Syeikh?”

Sa’id bin Musayyab pun menjelaskan maksud dari jawabannya, “Bagaimana pandanganmu bila misalnya dia (sang putri) pindah ke istana Bani Umayyah lalu bergelimang di antara ranjang dan perabotannya? Para pembantu dan dayang mengelilingi di sisi kanan dan kirinya dan dia mendapati dirinya sebagai istri sang khalifah. Bagaimana kira-kira keteguhan agamanya nanti?” tegas sang Syeikh.*/Khairul Hibri, anggota Asosiasi Penulis Islam Indonesia. Diambil dari kitab: Shuwaru Min Hayaati at-Tabi’in, karangan, Dr. Abdurrahman Ra’fat Basya

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Khalifahlamaranmenikahpinangansyeikhulama
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Tahun 2017, Bayi Lahir Bakal ber-KTP
Tulisan selanjutnya Pemerintah Indonesia Diharapkan Turut Aktif dalam Penyelesaian Konflik Suriah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Berita
15 Oktober 2026 16:32
Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
Bandara King Khalid Riyad Ditutup Hingga 15 Oktober Imbas Serangan Houthi
Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun

Terbaru

  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Mungkin Anda Juga Suka

Hikmah

Ujian 1.000 Dinar: Antara Perut Lapar dan Integritas yang Tak Terbeli

8 April 2026 10:00
Hikmah

Hamba Allah: Antara Mengejar dan Dikejar Rezeki

4 April 2026 18:18
HikmahKajian

100 Dinar yang Berputar: Spirit Berbagi Salaf Saleh di Hari Raya

28 Maret 2026 10:00
Hikmah

Kisah Jenaka Hari Raya (6) : Adab di Atas Ilmu

26 Maret 2026 13:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?