Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Hikmah

Mulia karena Memberi Manfaat

Bambang S
Terakhir diupdate: 10 Maret 2021 13:44 1:44 pm
Bambang S
Dipublikasikan 10 Maret 2021 13:44
Bagikan
Bagikan

Oleh Masrokan

Hidayatullah.com–Syaikh Aidh Al-Qarni dalam Laa Tahzan-nya berkisah, “Suatu ketika, saya i’tikaf di Masjidil Haram pada saat cuaca sangat panas, sekitar satu jam menjelang shalat Zhuhur. Tiba-tiba seorang lelaki yang sudah sangat tua berdiri dan memberikan air dingin kepada orang-orang yang hadir di tempat itu. Kedua tangannya masing-masing memegang gelas. Dia memberi minum jama’ah shalat dengan air Zam Zam.

Setelah seseorang selesai minum, dia kembali mengambil air dan memberi minum kepada yang lain. Sudah sekian banyak orang yang telah dia beri minum. Saya lihat keringatnya mengucur deras, sedangkan orang-orang hanya duduk menunggu giliran mendapatkan air minum dari orang tua itu. Saya kagum pada semangat, kesabaran dan kecintaannya kepada kebaikan, serta wajahnya yang selalu menebar senyum saat memberi minum.

Akhirnya, saya tahu bahwa kebaikan itu sangat mudah dilakukan oleh siapa yang dimudahkan Allah untuk melakukannya. Allah memiliki simpanan kebaikan yang banyak sekali, yang akan dikaruniakan kepada siapa yang Dia kehendaki. Allah juga mengalirkan keutamaan, meski sedikit, kepada orang-orang baik yang senang melakukan kebaikan kepada sesama. Dan Allah tidak senang melihat keburukan menimpa sesama.” (La Tahzan, Syaikh Aidh Al Qarni).

Menjaga Kemuliaan Diri

Baca Juga

Sikap Prof. H. M. Rasjidi terhadap Jabatan
Menyiapkan Kurban Terbaik tanpa Memaksa Diri di Luar Kesanggupan
Kisah Jenaka Qurban: 1 Ekor Ayam Ditebus 30 Domba
Empat Kategori Ucapan: Mana yang Layak Disampaikan?
Ujian 1.000 Dinar: Antara Perut Lapar dan Integritas yang Tak Terbeli

Manusia adalah makhluk Allah yang diberi kelebihan di atas makhluk lainnya. Bentuknya lebih sempurna dan lebih bagus daripada jenis mahkluk yang lain. Manusia dapat berdiri tegak di atas kedua kakinya, makan dan minum dengan kedua tangannya. Sedang jenis makhluk binatang berjalan di atas empat kakinya, makan dan minum dengan mulutnya. Manusia dikaruniai pendengaran, penglihatan dan hati yang berguna untuk memahami dan meneliti segala sesuatu, membedakan yang bermanfaat dan yang mudharat dalam soal duniawi maupun ukhrawi.

Manusia dikaruniai rezeki berupa makanan dari daging, buah-buahan, susu dan jenis makanan lain yang lezat. Manusia juga dapat menutupi tubuh dan auratnya dengan pakaian yang dibuatnya sendiri dari berbagai ragam bahan yang dikaruniakan Allah kepadanya. Demikianlah kelebihan manusia dibanding makhluk lainnya. Allah SWT menegaskan dalam firman-Nya:

وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِيْٓ اٰدَمَ وَحَمَلْنٰهُمْ فِى الْبَرِّ وَالْبَحْرِ وَرَزَقْنٰهُمْ مِّنَ الطَّيِّبٰتِ وَفَضَّلْنٰهُمْ عَلٰى كَثِيْرٍ مِّمَّنْ خَلَقْنَا تَفْضِيْلًا

“Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam. Kami angkut mereka di daratan dan di lautan. Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan.” (Al Israa : 70).

Dengan berbagai kelebihan itu, manusia berpeluang menjadi hamba Allah yang terbaik dan termulia. Namun patut dicatat, manusia tak serta merta akan tetap mulia dengan berbagai kelebihan yang dimiliki itu. Kemuliaan itu akan sirna bila tak dijaga. Upaya menjaga kemuliaan itu di antaranya dengan berperilaku mulia. Seperti itulah semestinya orang beriman.

Patutlah kita renungi firman Allah SWT:

لَقَدْ خَلَقْنَا الْاِنْسَانَ فِيْٓ اَحْسَنِ تَقْوِيْمٍۖ

ثُمَّ رَدَدْنٰهُ اَسْفَلَ سَافِلِيْنَۙ –

اِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ فَلَهُمْ اَجْرٌ غَيْرُ مَمْنُوْنٍۗ

“Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, maka bagi mereka pahala yang tiada putus putusnya.“ (At Tiin: 4-6).

Ayat tersebut menjelaskan, awalnya manusia diciptakan Allah dalam sebaik-baik bentuk. Setelah lahir ke dunia, berangsurlah manusia itu bertubuh kuat dan bisa berjalan. Akal pun berkembang, sampai dewasa, sampai puncak kemegahan umur.

Kemudian, manusia dikembalikan ke tempat yang serendah-rendahnya. Maksudnya, kekuatan tubuh yang awalnya kuat dan gagah berangsur menurun. Berangsur pula menjadi tua. Badan dan pikiran pun menjadi semakin lemah. Tenaga juga makin berkurang. Di saat itulah, manusia kembali menjadi seperti anak-anak, berharap akan belas kasih anak cucu.  

 Ringan Menebar Manfaat

Apa yang dilakukan oleh orangtua pada kisah di atas, patutlah menjadi spirit bagi kita untuk ringan menebar manfaat. Meski usianya telah senja, tapi semangatnya untuk menebar manfaat masih tetap menyala. Tentu, kita juga semestinya seperti itu. Apalagi bila usia kita masih muda, mestinya lebih bersemangat lagi untuk menebar manfaat.

Potensi apa saja yang kita miliki, seperti usia muda, tubuh yang kuat, akal yang cerdas, harta dan kuasa yang kita miliki dan potensi lainnya, patutlah kita jadikan energi untuk menebar manfaat. Sehingga potensi yang ada ini menjadikan kita sebagai hamba terbaik. Kita meyakini, orang terbaik bukan sekedar yang berharta banyak, berkedudukan dan berstatus sosial tinggi. Tetapi, orang terbaik adalah orang yang bisa memberikan yang terbaik untuk sesamanya.

Rasulullah SAW bersabda,

خَيْرُ الناسِ أَنْفَعُهُمْ لِلناسِ

“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lain.” (Hr. Daruqutni dan At-Thabrani).

Menjadi apapun dan di manapun, seyogyanya kita tampil sebagai sosok yang ringan menebar kebaikan. Sehingga kehadiran kita tak sekedar menambah jumlah. Tetapi, kehadiran kita betul-betul bisa memberi arti. Orang lain berbahagia dengan kehadiran kita. Sebab, selalu manfaat dan kebaikanlah yang kita tebarkan.

Menebar kebaikan tidaklah sulit. Kuncinya adalah kemauan. Potensi apapun yang kita miliki bisa menjadi sarana untuk menebar manfaat. Harta berlebih, bisa kita sedekahkan kepada orang yang tak berpunya. Ilmu yang kita miliki bisa kita ajarkan kepada orang lain. Hingga kekuasaan yang kita genggam, bisa kita manfaatkan untuk menolong orang yang terdzalimi, mengeluarkan kebijakan yang berpihak kepada kemashlahatan orang banyak.

Allah SWT menyerukan, “……Dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu……” (Al Qashash : 77).

Memberi itu Bahagia

Syaikh Aidh Al-Qarni menuturkan, “Orang yang pertama kali akan dapat merasakan manfaat memberi itu adalah pihak yang memberi itu sendiri. Mereka akan merasakan ‘buah’ memberi seketika itu juga, dalam jiwa, akhlaq dan nuraninya. Sehingga mereka selalu lapang dada, merasa tenang, tenteram dan damai.”

Sungguh, umur kita di dunia ini amat terbatas. Maka, tebarkanlah manfaat sebanyak-banyaknya dan sebaik-baiknya dalam waktu yang terbatas ini. Dengan spirit menebar manfaat ini, sebenarnya kita telah membuat umur yang terbatas ini menjadi panjang tak terbatas. Karena kebaikan-kebaikan yang telah kita ukir akan terus dikenang. Jasad kita boleh tertanam di bumi, tapi kebaikan-kebaikan kita akan selalu dikenang di muka bumi. Meski umur biologis kita telah berakhir, tapi ukiran kebaikan kita akan berumur panjang tak terbatas. Untuk itu, marilah kita berlomba menebar kebaikan di tengah kehidupan. Allahu a’lamu bishshowab.

*Pengasuh Pesantren Hidayatullah Kendari, Sulawesi Tenggara

Redaktur: Bambang S
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:cara hidup muliamasrokanmulia cara islam
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya RUU Prolegnas Prioritas RUU Minol Masuk Prolegnas Prioritas 2021, Ini Harapan Anggota DPR
Tulisan selanjutnya Bangladesh Beli Alat Peretasan Telepon dari Israel

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik

Berita
13 Juli 2026 17:00
Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Hikmah

Hamba Allah: Antara Mengejar dan Dikejar Rezeki

4 April 2026 18:18
HikmahKajian

100 Dinar yang Berputar: Spirit Berbagi Salaf Saleh di Hari Raya

28 Maret 2026 10:00
Hikmah

Kisah Jenaka Hari Raya (6) : Adab di Atas Ilmu

26 Maret 2026 13:00
HikmahKajian

Kisah Jenaka Hari Raya (5) : Senjata Makan Tuan

25 Maret 2026 10:13
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?