Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Jendela Keluarga

Mewarisi Sifat Kejujuran Nabi

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 16 November 2015 10:02 10:02 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 16 November 2015 10:01
Bagikan
Bagikan

Oleh: Muhammad Rizqi Utama

SUATU hari, seorang kafir bercerita kepada Abu Jahal,  “Sungguh kami saling berasing dengan Bani Abdul Manaf, mereka memberikan makan, kami juga memberikan makanan. Mereka membawa barang, kami pun melakukan hal yang sama. Mereka berbuat baik, maka kami pun melakukan kebaikan. Sampai tatkala kami membagi hasil kepada para kafilah dagang, mereka berkata, Kami mempunyai seorang nabi yang mendapat wahyu dari langit. Kapan kami mendapatkan hal ini? Demi Allah, aku tidak akan pernah beriman, selamanya kau tidak akan membenarkannya!” (al-Mubarokfury: Shahih Sirah Nabawiyah, hal. 152)

Tidak ada celah bagi kaum kafir sekalipun untuk mengatakan bahwa Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wassallam berdusta. Mereka ingka terhadap risalah yang dibawa oleh Baginda Nabi hanyalah karena kesombongan mereka. Hakekat kesombongan adalah meremehkan manusia dan menolak kebenaran.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman;

قَدْ نَعْلَمُ إِنَّهُ لَيَحْزُنُكَ الَّذِي يَقُولُونَ فَإِنَّهُمْ لاَ يُكَذِّبُونَكَ وَلَكِنَّ الظَّالِمِينَ بِآيَاتِ اللّهِ يَجْحَدُونَ

Baca Juga

Anak Saleh Buah dari Kesalehan Orang Tua?
Muharram, Momen Terbaik Menjadi Ibu Terbaik
Kecantikan Muslimah Sejati
Sebab-sebab Durhaka Istri kepada Suami
Anak Shalih dan Shalihah Takdir Allah, Kita Terus Berusaha

“Karena mereka sebanarnya bukan mendustakan kamu, akan tetapi orang yang zalim itu mengingkari ayat ayat Allah.” [QS: al-An’am: 33]

Menafsirkan ayat ini, Imam Tirmidzi menuturkan sebuah riwayat bahwasannya Abu Jahal pernah berkata, “Wahai Muhammad, kami tidak mendustakan mu, tetapi kami mendustakan apa yang engkau  bawa!” [Tirmidzi dalam Tafsir surah al-An’am, V/234]

Syeikh Dr. Hisyam Kamil, Ulama Al-Azhar, Kairo ketika menjelaskan Kitab Manzumat Aqidatul Awam. Sampai pada Bab sifat-sifat wajib bagi nabi dan rasul. Beliau menjelaskan bahwa sifat jujur adalah keniscayaan bagi seorang nabi dan rasul. Bahkan Kaum Kafir tidak berani menuduh Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wassallam berdusta. Sebelum ataukah sesudah kenabian.

“Pernahkah kalian menemukan sebuah riwayat, bertutur bahwa ada orang arab yang menuduh Nabi berdusta? Tidak pernah sama sekali! Ya, mereka tuduh Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wassallam seorang penyair, orang gila. Namun, tidak satupun dari mereka mengatakan Nabi berdusta. (Alasannya, karena mereka berfikir-red) Empat puluh tiga tahun beliau tidak pernah berdusta, mungkin kah beranjak dewasa tiba-tiba berdusta? Mustahil!” terangnya seabgaimana disiarkan oleh TV Al-Azhar pada 3 Januari 2013.

Dalam kesempatan yang sama, Syeikh Hisyam Kamil menjelaskan bahwa sifat jujur adalah keniscayaan bagi nabi dan rasul. Sebagai pembawa risalah langit, Allah membekali mereka dengan sifat yang mulia tersebut. Sebagai hujjah atas manusia. Hingga tidak ada alasan bagi mereka menolak kebenaran.

Pepatah Arab yang mengatakan, “Katakanlah kebenaran, sekalipun itu pahit!” Mengatakan kebenaran adalah bagian dari berkata jujur. Berkata jujur tidak hanya berangkat dari hati yang bersih, namun juga teguh. Perkasa dengan keimanan.

Bukan tanpa konsekuensi Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wassallam menyampaikan kebenaran tanpa tending aling-aling.

Baginda Nabi jujur atas risalah yang beliau bawa. Beliau enggan berdusta atas nama Allah hanya untuk secuil ridho manusia. Demi itu beliau menerjang mara bahaya.

Gelar al-Amin yang beliau sandang di tengah kaum nya harus berganti dengan sebutan orang gila. Sanjungan dan pujian itu berubah menjadi kotoran onta yang dilemparkan ke pundaknya. Beliau diburu, dikepung, bahkan berkali kali koalisi kabilah-kabilah besar berusaha membunuh nya. Allahumma Sholli Wasaallim ala Habibina Rosulillah…

Thalibul Ilmi, Calon Pewaris Nabi

Ulama ialah pewaris para nabi. Bagai pelita yang menerangi jalan manusia menuju Allah. Rasulullah Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wassallam  menobatkan mereka melalui sabda nya, “Sungguh para ulama itu ialah pewaris para Nabi. Sedangkan para Nabi itu tidak mewariskan dinar tidak pula dirham. Mereka hanya mewariskan ilmu. Barangsiapa mengambil warisan tersebut, ia telah mengambil bagian yang banyak!” [H.R Imam Turmudzi dalam Kitab Sunan no. 2681]

Pertanyaaan nya. 30 Juz Al-Qur’an kita khatamkan, beribu hadits telah kita hafalkan, beragam cabang ilmu juga telah kita kaji. Namun sudah kah sifat kenabian yang satu ini kita warisi? Berkata jujur tentang risalah ini, dengan ragam resikonya? Sebagai santri, ulama, sudah kah? Wallahu Ta’ala A’lam Bis Showab.*

Penulis seorang pengasuh anak-anak

 

 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ilmujujurkejujuransifat nabi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kantin Akademik Halal Thoyyib Diharapkan Melahirkan Generasi Jujur
Tulisan selanjutnya Pesantren Tahfidz Diteror Orang Tak Dikenal

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Audiensi antara Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI bersama Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI dalam membahas potensi dan tata kelola pelaksanaan dam Haji di Indonesia, termasuk peluang pemanfaatan daging dam bagi masyarakat yang membutuhkan di Jakarta, Rabu (292026). ANTARAHO-Baznas RI
Berita

Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air

Berita
3 September 2026 15:08
PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta
Genosida Rwanda: Pengadilan Belanda Penjarakan Seorang Tersangka Seumur Hidup
Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global
UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad

Terbaru

  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal

Mungkin Anda Juga Suka

5 Tips Mendidik Anak agar Cinta Ramadhan
Jendela Keluarga

Sudahkah Anak Kita Diajarkan Akidah?

3 Desember 2022 20:55
Jendela Keluarga

Menjadi Ayah yang “Mesra” dengan Anak

26 November 2022 07:10
Jendela Keluarga

Akhlak Muslimah, Lembutlah dalam Bicara

8 November 2022 21:45
Jendela Keluarga

Hakikat Wanita Shalihah

4 November 2022 10:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?