Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Jendela Keluarga

Berkumpul dan “Berlebaran” di Surga

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 18 Desember 2015 07:12 7:12 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 18 Desember 2015 07:12
Bagikan
Di surga mereka juga akan saling mencari. Mereka ingin bersua dan dipertemukan kembali dengan keluarga dan para sahabat dahulu [ilustrasi]
Bagikan

LEBARAN hari raya di negeri ini biasanya identik dengan musim mudik alias pulang kampung. Ada bahagia yang tak terkira jika bisa berkumpul bersama keluarga di kampung halaman. Tak heran sebagian orang bahkan rela berkorban dan bersusah payah di perjalanan sekedar untuk bertemu kembali dengan orang-orang yang dicintai tersebut.

Kebiasaan tersebut rupanya sekaligus fitrah bagi manusia. Kelak di surga mereka juga akan saling mencari. Mereka ingin bersua dan dipertemukan kembali dengan keluarga dan para sahabat dahulu. Digambarkan, jika saling berjumpa maka penduduk surga itu lalu saling bertegur sapa sambil tersenyum bahagia.

Allah berfirman:

وأقبل بعضهم على بعض يتساءلون ، قالوا إنا كنا قبل في أهلنا مشفقين ، فمن الله علينا ووقانا عذاب السموم

“Dan sebahagian mereka menghadap kepada sebahagian yang lain saling tanya-menanya. Mereka berkata: Sesungguhnya kami dahulu, sewaktu berada di tengah-tengah keluarga kami merasa takut (akan diazab). Maka Allah memberikan karunia kepada kami dan memelihara kami dari azab neraka.” (Surah ath-Thur [52]: 25-27).

Baca Juga

Anak Saleh Buah dari Kesalehan Orang Tua?
Muharram, Momen Terbaik Menjadi Ibu Terbaik
Kecantikan Muslimah Sejati
Sebab-sebab Durhaka Istri kepada Suami
Anak Shalih dan Shalihah Takdir Allah, Kita Terus Berusaha

Layaknya nostalgia keluarga, orang-orang beriman yang dimasukkan ke surga memilih kumpul bersama keluarga dan saling mengingat kenangan lalu mereka. Mulai dari kisah kepayahan mereka dalam menjalankan ketaatan hingga sulitnya mereka bertahan dari serbuan godaan dan bisikan untuk melaksanakan kemaksiatan di dunia. Semua itu diselingi dengan pujian kepada Allah yang menjaga mereka dengan limpahan rahmat-Nya.

Menurut mufassir Ibn Katsir, di sela cengkerama penduduk surga, mereka lalu saling menjamu dengan suguhan semua jenis minuman dan makanan yang bebas diambil dari mana saja. Dalam riwayat lain, ada yang bertanya, bagaimana cara kalian meraih surga? Jawab mereka, kami senantiasa saling memelihara serta mengingatkan di antara keluarga. Kami selalu khawatir dan takut sekiranya ada di antara anggota keluarga yang tergelincir ke dalam neraka.

Visi Keluarga dalam Islam

Bagi orang beriman, pernikahan bukanlah sekedar memenuhi kebutuhan biologis manusia. Ibarat suatu perjalanan, keluarga hanyalah terminal singgah menuju pemberhentian akhir di hari Kiamat. Perannya vital, sebab keluarga adalah kumpulan orang terdekat yang paling banyak berinteraksi dalam kehidupan seseorang. Mereka bisa mempengaruhi pertumbuhan iman dan amal seorang Muslim. Orang itu tergantung atas agama sahabat dan orang-orang yang digaulinya. Demikian Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam (Saw) bersabda.

Untuk itu, tujuan utama keluarga Muslim adalah saling menjaga dan mengingatkan agar terhindar dari siksa neraka. Visi besar itu tentu membutuhkan persiapan dan pengorbanan yang tak sedikit. Ada godaan dan cobaan yang pasti menyertai perjalanan berkeluarga, terlebih di tengah arus materialisme dan hedonisme saat ini.

Salah satu problema berkeluarga adalah menyangka bahwa setelah pernikahan itu semua urusan lalu beres dan selesai. Berikutnya ia merasa tidak mau berhadapan dengan masalah. Sebab yang tersisa di benaknya hanyalah bersenang-senang dan menikmati hidup tanpa susah.

Akibatnya, keluarga dijalani tanpa memiliki visi dan misi yang jelas. Berfoya-foya dan bergaya hedonis menjadi style keluarga setiap saat. Alih-alih membangun kebaikan bersama keluarga yang lainnya, ia sendiri tenggelam dalam ilusi kesenangan duniawi tanpa tahu kemana keluarganya hendak dikemudi.

Keluarga demikian biasanya seringkali lalai dengan komitmen tujuan berkeluarga. Yaitu saling mengingatkan dan menegur jika di antara mereka lalai akan pedihnya neraka Jahannam kelak.

Sebagian orang tua ada juga yang keliru menganggap tugas mendidik keluarga sudah selesai dengan mengirim anaknya ke sekolah-sekolah mahal. Merasa bahwa pendidikan anak adalah tugas guru di sekolah atau ustadz serta kiai di pesantren. Akibatnya orang tua tak mau tahu dengan perkembangan anak-anaknya. Ia menduga tugasnya selesai dengan membiayai anak-anaknya sekedar sekolah dan kuliah tinggi-tinggi.

Allah berfirman:

ياأيها الذين آمنوا قوا أنفسكم وأهليكم نارا وقودها الناس والحجارة عليها ملائكة غلاظ شداد لا يعصون الله ما أمرهم ويفعلون ما يؤمرون

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (Surah at-Tahrim [66]: 6).

Mari kita menjaga diri dan keluarga kita semua agar terhindar dari api neraka. Kita berharap agar Allah Subanahu Wata’ala bisa mempertemukan masing-masing kita dengan keluarga besar, sahabat dan karib kita bereuni di Surganya Allah. Amin.*/Masykur Abu Jaulah

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:api nerakaKeluargaLebaranorang tuareunisurga
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Presiden Rusia Vladimir Putin Puji Donald Trump
Tulisan selanjutnya Kepala Dinas Syariat Islam Aceh Ditanya-tanya di Kedubes AS

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’

Berita
13 Juli 2026 18:00
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

5 Tips Mendidik Anak agar Cinta Ramadhan
Jendela Keluarga

Sudahkah Anak Kita Diajarkan Akidah?

3 Desember 2022 20:55
Jendela Keluarga

Menjadi Ayah yang “Mesra” dengan Anak

26 November 2022 07:10
Jendela Keluarga

Akhlak Muslimah, Lembutlah dalam Bicara

8 November 2022 21:45
Jendela Keluarga

Hakikat Wanita Shalihah

4 November 2022 10:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?