Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Jendela Keluarga

Ibu, Arsitek Peradaban

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 15 Maret 2018 14:21 2:21 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 15 Maret 2018 14:21
Bagikan
Bagikan

Oleh: Ari Susanti

 

PERAN keibuan adalah peran Muslimah yang agung dan mulia, yang tidak tergantikan oleh laki-laki hebat sekalipun. Penghargaan terhadap peran ini diberikan oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam yang menempatkan bakti anak kepada ibu lebih didahulukan daripada kepada bapak.

“Seseorang pernah datang dan bertanya kepada Rasulullah saw, “ siapa yang lebih diutamakan (untuk menerima) perbuatan baikku ?” Nabi menjawab “Ibumu” “setelah itu siapa lagi?” “Ibumu” “setelah itu siapa lagi?” “ibumu” “setelah itu siapa lagi, Bapakmu.” (HR mutafaq ‘alaih).

Sungguh agung peran seorang Ibu. Ibu yang telah mengandung, melahirkan, menyusui anak-anaknya.Ibu sebagai madrasah pertama bagi anak-anaknya. Peran agung inilah yang diberikan Allah kepada perempuan.

Baca Juga

Anak Saleh Buah dari Kesalehan Orang Tua?
Muharram, Momen Terbaik Menjadi Ibu Terbaik
Kecantikan Muslimah Sejati
Sebab-sebab Durhaka Istri kepada Suami
Anak Shalih dan Shalihah Takdir Allah, Kita Terus Berusaha

Islam telah menempatkan perempuan pada dua peran penting dan strategis. Pertama sebagai ibu bagi generasi masa depan. Dan kedua sebagai pengelola rumah tangga suaminya. Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassallam bersabda “ Seorang wanita adalah pengurus rumah tangga suaminya dan anak-anaknya, dan ia akan dimintai pertanggungjawaban atas kepengurusannya” (HR. Muslim).

Perempuan yang menyadari aktivitas ini, akan memantaskan diri untuk menjadi seorang ibu yang hebat. Karena dipundaknya ada tanggungjawab menjadi seorang arsitek, yaitu arsitek peradaban. Dari rahimnya kelak melahirkan generasi masa depan yang gemilang, memberikan peran terbaik bagi peradaban.

Bagaimana memantaskan diri menjadi arsitek peradaban?

Pertama, menjadi Muslimah yang bertaqwa, melaksanakan apa yang menjadi perintah Allah Subhanahu Wata’ala dan menjauhi larangan-Nya. Ia menyadari betul bahwa kemuliaan seseorang disisi Allah dilihat dari ketaqwaannya. Maka ia akan terikat dengan hukum-hukum Allah dalam setiap aspek kehidupannya. “Sesungguhnya yang paling mulia diantara kalian di sisi Allah adalah yang paling bertaqwa” (TQS Al Hujurat:13). Ia akan berusaha menjadi Muslimah yang berkepribadian Islam yang tangguh. Untuk itulah sekalipun menjadi ibu, ia tidak akan meninggalkan aktivitas tholabul ‘ilmi (menuntut ilmu) dalam rangka melaksanakan perintah Allah Subhanahu Wata’ala dan menjauhi larangan-Nya.

Baca: Kehormatan Perempuan, Ujung Tombak Peradaban

Tentu kita ingat ketaqwaan nenek dari Khalifah terbaik di masa Bani Umayyah yaitu Khalifah Umar bin Abdul Aziz. Beliau adalah perempuan penjual susu yang tinggi ketaqwaannya, ketika diminta oleh ibunya mencampur susu dengan air maka jawaban gadis penjual susu “ sekalipun Amrul Mukminin tidak melihat kita mencampur susu tetapi Rabb nya Amirul Mukminin pasti mengetahuinya”.

Ketaqwaan gadis inilah yang membuat Umar bin Khattab menikahkan dengan ‘Ashim pueranya, maka lahirlah dari pasangan ini seorang anak perempuan yang kelak menjadi ibu dari Khalifah Umar bin Abdul Aziz. Anak tersebut bernama Laila binti ‘Ashim bin Umar bin Khattab ra , atau yang dikenal dengan nama ummu ‘Ashim. Dari ibu hebat inilah lahir pemimpin hebat Khalifah Umar bin Abdul aziz yang sudah termashur kezuhudannya, ketaqwaannya dan keadilan dalam memimpin sehingga mencapai masa gemilang.

Kedua, seorang ibu arsitek peradaban harus punya visi jauh ke depan, karena menyadari anak sebagai aset generasi mendatang. Visi yang dilandasi keimanan dan ketaqwaan. Jangkauannya tidak hanya dunia namun untuk akherat.Maka dengan tantangan zaman , ia senantiasa berprasangkabaik kepada Allah dalam mendidik anak. Karena ia seorang ibu, yang punya cita-cita besar.

Baca: Wasiat Bersikap Baik Terhadap Ibu

Seperti  ibunda Muhammad Al Fatih yang meyakinkan putranya kelak sebagai penakluk Konstantinopel, Setiap hari ibunda Muhammad al Fatih membacakan hadits Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassallam. Ketika Muhammad Al Fatih kecil bertanya, “Bagaimana aku bisa membebaskan wilayah sebesar itu wahai Ibu?” “Dengan Al Qur’an, kekuatan persenjataan dan mencintai manusia,” jawab sang ibu.

Kisah lain,ibunda dari ulama Sufyan ats-Tsauri dengan pesannya yang dahsyat “Wahai puteraku, tuntutlah ilmu dan aku siap membiayai dari pintalanku, wahai puteraku jika engkau telah mencatat sepuluh kalimat, maka perhatikan, apakah engkau bertambah takut, sabar, dan sopan ? jika engkau tidak demikian maka ketahuilah bahwa semua kalimat tadi akan membahayakanmu dan tidak bermanfaat bagimu”

Ketiga, menguasai ilmu mendidik anak dan kerumahtanggaan, memahami arah dan tujuan memdidik anak serta mengetahui teknis praktis dalam mendidik anak seperti komunikasi efektif kepada anak dan pasangan, memahami fase perkembangan usia anak, manajemen waktu dan manajemen kerumatanggaan.

Keempat, menjadi ibu yang peduli umat. Karena seorang ibu arsitek peradaban paham betul bahwa mendidik tidak hanya untuk keluarganya saja namun mendidik masyarakat. Ia menyadari bahwa ia juga bagian dari masyarakat. Ia sadar  bahwa lingkungan juga berpengaruh terhadap pendidikan anak-anaknya, maka ia pun peduli untuk menjadikan lingkungan di sekitarnya menjadi lingkungan yang baik. Apalagi peran ini adalah bagian dari dakwah yang merupakan kewajiban dari Allah Subhanahu Wata’ala.

Amar ma’ruf nahi munkar menjadi bagian dari kewajibannya, nasehat menasehati dalam kebaikan menjadi kesehariannya. Ibu yang peduli terhadap masa depan generasi, maka ia pun berkiprah sesuai dengan keahliannya dalam membangun peradaban.

Menjadi Ibu arsitek peradaban adalah cita-cita yang mulia. Semoga arsitek inilah yang akan melahirkan generasi peradaban mulia, generasi khoiru ummah. “Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah yang munkar dan beriman kepada Allah….. (TQS Ali Imran:110).*

Penulis founder @taklim4kids Tulungagung, aktif di Komunitas Ibu Hebat Tulungagung

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:arsitekibuislamMuslimahperadabanrumah tangga. Amirul Mukminin
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Sri Lanka Cabut Larangan Akses Facebook dan Whatsapp Minggu ini
Tulisan selanjutnya Begini Pandangan Islam terhadap Cemburu

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak

Berita
1 Juni 2026 13:00
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Terbaru

  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Mungkin Anda Juga Suka

5 Tips Mendidik Anak agar Cinta Ramadhan
Jendela Keluarga

Sudahkah Anak Kita Diajarkan Akidah?

3 Desember 2022 20:55
Jendela Keluarga

Menjadi Ayah yang “Mesra” dengan Anak

26 November 2022 07:10
Jendela Keluarga

Akhlak Muslimah, Lembutlah dalam Bicara

8 November 2022 21:45
Jendela Keluarga

Hakikat Wanita Shalihah

4 November 2022 10:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?