Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Jendela Keluarga

Wanita Hebat dalam Islam

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 20 Juni 2019 13:39 1:39 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 20 Juni 2019 13:40
Bagikan
[Ilustrasi] Muslimah.
Bagikan

SETIAP wanita tentu senang dan bahagia jika dipandang spesial oleh keluarga dan lingkungannya. Hal ini termasuk bagian dari tabiat kaum hawa. Namun, Islam memberikan koridor yang jelas, bahwa wanita hebat tak perlu melampaui fitrahnya yang mulia.

Mengenai hal ini Rasulullah ﷺ bersabda, “Sebaik-baik kaum wanita penunggang unta (sebutan untuk kaum wanita Arab) adalah wanita-wanita Quraisy yang baik agamanya (pergaulan dengan suami dan lainnya). Mereka adalah wanita paling menyayangi anaknya ketika kecil dan paling mampu menjaga harta suaminya.” (HR. Bukhari Muslim).

Hadits di atas memberikan sebuah ruang lingkup kapan seorang wanita disebut hebat dalam pandangan Islam. Ternyata tidak harus narsis, suka selfie, atau pun gemar ngeshare kegiatan sehari-hari bak selebriti.

Tetapi, wanita yang baik pergaulannya dengan suami. Baik di sini pun sudah cukup jelas acuannya di dalam banyak hadits Nabi ﷺ. Seperti menyenangkan kala dipandang suami, taat dengan perintahnya, dan mampu menjaga kehormatan diri dan suaminya.

قِيلَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ النِّسَاءِ خَيْرٌ قَالَ الَّتِي تَسُرُّهُ إِذَا نَظَرَ وَتُطِيعُهُ إِذَا أَمَرَ وَلَا تُخَالِفُهُ فِي نَفْسِهَا وَمَالِهَا بِمَا يَكْرَهُ

Baca Juga

Anak Saleh Buah dari Kesalehan Orang Tua?
Muharram, Momen Terbaik Menjadi Ibu Terbaik
Kecantikan Muslimah Sejati
Sebab-sebab Durhaka Istri kepada Suami
Anak Shalih dan Shalihah Takdir Allah, Kita Terus Berusaha

Pernah ditanyakan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Siapakah wanita yang paling baik?” Jawab beliau, “Yaitu yang paling menyenangkan jika dilihat suaminya, mentaati suami jika diperintah, dan tidak menyelisihi suami pada diri dan hartanya sehingga membuat suami benci.” (HR. An-Nasai).

Jika didalami lebih lanjut, semua kriteria itu memang justru berada di ruang-ruang yang tak perlu ada orang lain mengetahui (privasi), kecuali dalam maksud dan tujuan memberikan pelajaran agar dapat ditiru dan menjadi panduan orang lain yang akan berumah tangga.

Dengan demikian menjadi wanita hebat tak membutuhkan apa yang menjadikan banyak wanita terlena, seperti hobi shopping, jalan-jalan, dan lain sebagainya yang membuat keberadaan mereka di dalam rumah hanya membutuhkan istirahat karena lelah bepergian, kemudian abai dan meremehkan sikap menunda-nunda dalam memberikan penghormatan kepada suami maupun dalam melayani anak-anak yang sangat membutuhkannya.

Kita tentu sama-sama ingat bagaimana telapak tangan putri kesayangan Rasulullah ﷺ mesti melepuh karena menggiling gandum sendiri. Kalau mau, tentu saja pekerjaan itu bisa diwakilkan kepada pembantu rumah tangga. Tetapi itu tidak dilakukan. Karena Fatimah Az-Zahrah sangat ingin keluarganya, suami dan anak-anaknya makan dari olahan tangannya sendiri.

Sekarang betapa banyak istri yang justru “menodong” suami untuk pergi makan di luar pada hari-hari tertentu. Bahkan, itu pun dijadikan patokan seorang suami baik dan penyayang.

Akibatnya, iklan beragam menu makan dan tempat makan sangat masif hari ini. Sekali waktu mungkin tak masalah, tetapi jika menjadi sebuah keharusan, terjadwal seperti sebuah event penting dan harus, di sini seorang wanita mesti ingat akan fitrahnya sebagai istri dan ibu dari generasi masa depan.

وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَى

“Dan tinggallah kalian di dalam rumah-rumah kalian dan janganlah kalian berdandan sebagaimana dandan ala jahiliyah terdahulu.” (QS. Al-Ahzab [33]: 33).

Kriteria selanjutnya adalah yang paling menyayangi anak-anaknya. Kata “paling” menunjukkan bahwa tidak ada prioritas seorang wanita yang telah berkeluarga dan dikaruniai anak melainkan mendidik mereka dengan sepenuh hati. Sebab generasi yang kuat lahir dari kedekatan hubungan emosional anak dengan sang ibu kala bayi, anak-anak, hingga belia dan dewasa.

Tetapi kita bisa saksikan saat ini betapa banyak ibu yang menitipkan buah hatinya ke berbagai macam bentuk penitipan. Ia bahkan tak sempat menemani anaknya sepanjang matahari bersinar. Beragam alasan mengemuka dan semua terasa rasional, benar, dan harus. Kala memandang kebutuhan akan finansial dan masa tua.

Bahkan lebih tragis lagi, seorang ibu yang sudah berada di dalam rumah, namun yang paling digandrungi adalah handphone, sehingga ketika anak menangis, ia posting kekesalan atau pun kegembiraan menemani sang buah hati ke media sosial. Publik dunia maya mungkin melihat ibu tersebut luar biasa, tapi tidak dengan kenyataannya.

Sebab ibu yang benar-benar memprioritaskan anak tak mungkin sempat menceritakan apapun ke dalam media sosial. Melainkan memang hal-hal yang layak dan penting diketahui publik, berupa sikap menghadapi bayi yang rewel, anak yang mulai kritis dalam bertanya, hingga yang sedang tumbuh remaja, sehingga pola pengasuhan yang dilakukan menjadi inspirasi bagi ibu-ibu lainnya.

Terakhir, menjaga harta dan kehormatan suami. Hal ini secara gamblang ditegaskan di dalam Al-Qur’an.

فَالصَّالِحَاتُ قَانِتَاتٌ حَافِظَاتٌ لِلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللَّهُ

“Sebab itu maka wanita yang shaleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada” (QS. An Nisa’ [4]: 34).

Ath Thobari menjelaskan, “Wanita tersebut menjaga dirinya ketika tidak ada suaminya, juga ia menjaga kemaluan dan harta suami. Di samping itu, ia wajib menjaga hak Allah dan hak selain itu.”

Dengan demikian, teranglah kriteria wanita hebat di dalam Islam. Ia tidak perlu menjadi seolah seorang selebriti untuk mendapatkan kehormatan, apalagi sampai mengumbar hal-hal yang tidak perlu ke publik melalui media sosial. Jika hal ini dipahami dengan baik oleh seluruh Muslimah, insya Allah ke depan generasi Islam akan menjadi generasi tangguh dan unggul, insya Allah.* Imam Nawawi

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ibu rumah tanggaistriKeluargaMuslimahrumah tanggawanitawanita dalam Islam
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya India Desak Zakir Naik Hadir di Pengadilan
Tulisan selanjutnya Memaknai Simbol dan Simbol yang Bermakna

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Indonesia Prioritaskan Promosi Produk Halal Lewat HEI 2026

Berita
13 Juli 2026 06:00
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik
Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
Dua Topan Mendera China dalam Sepekan Hampir 2 Juta Orang Dievakuasi

Terbaru

  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital
  • Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
  • Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
  • MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
  • INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
  • Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
  • MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
  • Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
  • Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’

Mungkin Anda Juga Suka

5 Tips Mendidik Anak agar Cinta Ramadhan
Jendela Keluarga

Sudahkah Anak Kita Diajarkan Akidah?

3 Desember 2022 20:55
Jendela Keluarga

Menjadi Ayah yang “Mesra” dengan Anak

26 November 2022 07:10
Jendela Keluarga

Akhlak Muslimah, Lembutlah dalam Bicara

8 November 2022 21:45
Jendela Keluarga

Hakikat Wanita Shalihah

4 November 2022 10:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?