Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Jendela Keluarga

Sang Guru Perempuan Pertama dalam Islam

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 29 Maret 2021 21:55 9:55 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 29 Maret 2021 22:00
Bagikan
Bagikan

“Terpancar dari kilauan cahaya hatimu

Menyentuh jiwa yang rindu

Melepas dahaga

Pencari ilmu

Mutiara ilmu warisan Nabimu

Baca Juga

Anak Saleh Buah dari Kesalehan Orang Tua?
Muharram, Momen Terbaik Menjadi Ibu Terbaik
Kecantikan Muslimah Sejati
Sebab-sebab Durhaka Istri kepada Suami
Anak Shalih dan Shalihah Takdir Allah, Kita Terus Berusaha

Kau reguk hingga lepas hayatmu”

Hidayatullah.com | Kiprahnya dalam dunia ilmu telah ia jalani sejak masa Jahiliyah. Ketika itu ia dikenal sebagai guru baca dan tulis di Makkah. Tidak hanya mahir dalam bidang menulis, ia juga menguasai bidang pengobatan maupun ruqyah.

Nalurinya sebagai seorang pendidik tidak terhenti sampai disitu. Tatkala ketika cahaya iman menembus relung hatinya, ia berupaya meraih pahala dan ridha Allah subhanahu wata’ala dengan cara mengajarkan ilmunya, sehingga ia digelari sebagai “Guru perempuan pertama dalam Islam”.

Ia masuk Islam sebelum hijrahnya Nabi Muhammad  ﷺ dan beliau termasuk muhajirin angkatan pertama dan termasuk perempuan yang berbaiat kepada Rasulullah ﷺ. Dialah termasuk yang Allah subhanahu wata’ala sebutkan dalam firman-Nya:

يٰٓاَيُّهَا النَّبِيُّ اِذَا جَاۤءَكَ الْمُؤْمِنٰتُ يُبَايِعْنَكَ عَلٰٓى اَنْ لَّا يُشْرِكْنَ بِاللّٰهِ شَيْـًٔا وَّلَا يَسْرِقْنَ وَلَا يَزْنِيْنَ وَلَا يَقْتُلْنَ اَوْلَادَهُنَّ وَلَا يَأْتِيْنَ بِبُهْتَانٍ يَّفْتَرِيْنَهٗ بَيْنَ اَيْدِيْهِنَّ وَاَرْجُلِهِنَّ وَلَا يَعْصِيْنَكَ فِيْ مَعْرُوْفٍ فَبَايِعْهُنَّ وَاسْتَغْفِرْ لَهُنَّ اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ

“Wahai Nabi, apabila datang kepadamu perempuan-perempuan yang beriman untuk mengadakan janji setia, bahwa mereka tidak akan mempersekutukan sesuatupun dengan Allah, tidak akan mencuri, tidak akan berzina, tidak akan membunuh anak-anaknya, tidak akan berbuat dusta yang mereka ada-adakan antara tangan dan kaki mereka dan tidak akan mendurhakaimu dalam urusan yang baik, maka terimalah janji setia mereka dan mohonkanlah ampunan kepada Allah untuk mereka. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” [Qur’an Surat Al-Mumtahanah: 12].

Dia adalah Syifa’ binti Abdullah bin Abdu Syams bin Khalaf bin Sadad bin Abdullah bin Qirath bin Razah bin Adi bin Ka’ab radhiyallahu ‘anha. Menurut para ahli, Syifa’ binti Abdullah radhiyallahu ‘anha memiliki nama asli yaitu Laila. Karena melalui perantaraan dirinya, Allah subhanahu wata’ala memberikan kesembuhan kepada beberapa orang yang diobatinya.

Baca: Menjaga Perempuan seperti Menjaga ‘Gentong’

Syifa’ radhiyallahu ‘anha menikah dengan Abu Hatsman bin Hudzaifah bin ‘Adi radhiyallahu ‘anhu dan menjalani bahtera kehidupan bersamanya. Dari pasangan ini Allah mengaruniai mereka seorang anak yang bernama Sulaiman bin Abu Hatsmah.

Perempuan yang cerdas ini memang patut mendapatkan kemuliaan, hatinya bak tanah yang subur dengan ilmu dan iman. Syifa’ radhiyallahu ‘anha, dialah sebagai pelepas dahaga bagi kaum perempuan yang haus akan ilmu.

Dia mengajarkan ilmu ruqyah kepada para muslimah setelah ia tunjukkan kepada Rasulullah ﷺ. Di antara perempuan yang menjadi muridnya adalah Hafshah binti Umar ibnu Khattab radhiyallahu ‘anhuma, istri Rasulullah ﷺ. Bahkan Nabi sendiri yang meminta kepada Syifa’ radhiyallahu ‘anha untuk mengajarkan Hafshah Ummul Mu’minin radhiyallahu ‘anha.

Telah diriwayatkan dalam sebuah hadits bahwa Rasulullah ﷺ meminta kepada Syifa’ radhiyallahu ‘anha untuk mengajarkan kepada Hafshah radhiyallahu ‘anha tentang menulis dan sebagian ruqyah. Syifa’ radhiyallahu ‘anha berkata: “Suatu ketika Rasulullah ﷺ masuk sedangkan saya berada di samping Hafshah Ummul Mu’minin radhiyallahu ‘anha, Rasulullah ﷺ bersabda: “Mengapa tidak kau ajarkan kepadanya ruqyah sebagaimana engkau ajarkan kepadanya menulis?”[Hadits Riwayat Abu Daud].

Baca:  Kaum Perempuan Melawan Gempuran Barat

Di antara doa yang dibaca ketika meruqyah adalah:

اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَأْسَ وَاشْفِهُ وأَنْتَ الشَّافِي لاَ شِفَآءَ إِلاَّ شِفَاؤُكَ شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَمًا

“Ya Allah Rabbnya manusia yang menghilangkan bahaya, sembuhkanlah Engkau adalah Penyembuh, tidak ada penyembuh kecuali Engkau, penyembuhan yang tidak meninggalkan sakit.” (Hadits Riwayat. Bukhari)

Sebagai seorang muslimah, ia pun mencintai Rasullullah ﷺ seperti kaum muslimin dan muslimah lainya. Sikapnya terlihat dari semangatnya mempelajari hadits-hadits dalam perkara-perkara agama dan dunia. Dengan berbekal pengetahuan inilah ia mendakwahkan Islam dan memberi nasihat kepada masyarakat.

Selain itu, Syifa’ radhiyallahu ‘anha juga termasuk salah seorang perawi hadits. Dia meriwayatkan beberapa hadits dari Nabi ﷺ, juga dari ‘Umar ibnu Khattab radhiyallahu ‘anhu, yang diambil periwayatanya oleh anaknya, cucunya, yaitu Ishaq radhiyallahu ‘anhu dan bekas budaknya, serta Hafshah binti ‘Umar ibnu Khattab Ummul Mu’minin radhiyallahu ‘anhuma, dan selain mereka. Demikianlah peranya dalam dakwah Islam dan semangatnya dalam menasehati masyarakat.

Syifa’ radhiyallahu ‘anha adalah perempuan beruntung karena mendapatkan perlindungan dan perhatian yang banyak dari Rasulullah ﷺ, di antaranya berupa pemberian rumah khusus di Madinah yang berdekatan dengan para penderita penyakit gatal. Dia menempati rumah tersebut bersama anaknya, Sulaiman radhiyallahu ‘anhu.

Rasullullah ﷺ biasa mengunjunginya dan berbincang denganya, sehingga ia termasuk shahabiyah yang mendapat pengajaran langsung dari beliau. Perhatian istimewa juga ia peroleh dari sahabat jalil (yang mulia) ‘Umar ibnu Khattab radhiyallahu ‘anhu, berupa permintaan dan pengutamaan pendapatnya, perlindungan dan pemuliaan. Terkadang ‘Umar radhiyallahu ‘anhu mewakilkan masalah jual beli kepadanya. Begitu pula sebaliknya, Syifa’ radhiyallahu ‘anha pun memuliakan dan menghormati ‘Umar radhiyallahu ‘anhu. Syifa’ radhiyallahu ‘anha memandangnya dan mengakui bahwa beliau adalah seorang muslim yang shadiq (jujur), memiliki suri teladan yang baik dalam keshalihan, ketakwaan, dan keadilan.

Ketika ia melihat pemuda-pemuda yang berjalan dan berbicara dengan lamban ditegurnya, dan mencontohkan kepribadian ‘Umar radhiyallahu ‘anhu dengan mengatakan: “Demi Allah, ‘Umar itu bila berbicara, keras; bila berjalan, cepat; dan bila memukul, terasa sakit.”

Syifa’ radhiyallahu ‘anha menjalani sisa hidupnya sepeninggal Rasulullah ﷺ dengan tetap memperhatikan keadaan dan memuliakan kaum muslimin. Ia wafat pada tahun 20 hijriyah pada masa kekhalifahan ‘Umar ibnu Khattab radhiyallahu ‘anhu, setelah banyak pengabdianya demi kepentingan umat dan banyak mengajari musliman dalam membaca dan menulis.

Baca:  Pemimpin Wanita Penghuni Surga

Perangai Ramah

Kawan…di era modern saat ini masih banyak yang bermalas-malasan dalam menuntut ilmu bahkan ada yang enggan untuk menerapkan dalam keseharianya, ia tak peduli dengan keadaan lingkungan sekitar, acuh dan cuek. Entah karena memang dia benar-benar ‘tak peduli atau mungkin dia belum memiliki keberanian untuk berbagi ilmu yang dia punya kepada sekitarnya.

Nah dari sini kita dapat mencontoh dan menerapkan perangai shahabiyah Rasulullah ﷺ yaitu Syifa’ radhiyallahu ‘anha dalam semangatnya ketika menimba ilmu dan mengajarkannya kepada orang lain yang haus akan ilmu.

Semoga Allah subhanahu wata’ala merahmati Syifa’ radhiyallahu ‘anha yang telah memberikan semua kebaikan yang ia miliki kepada umatnya berupa ilmu dan agama. Dialah contoh yang baik bagi muslimah, maka janganlah kalian –wahai muslimah— bakhil untuk mendermakan ilmu dan segala yang kalian miliki di jalan Allah, demi mendapatkan ridha-Nya. Wallahu a’lam.*/Syifa Humairah, mahasiswi Prodi Komunikasi Penyiaran Islam 4 STIBA Ar Raayah Sukabumi

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:guruguru perempuanSahabat NabishahabiyahSyifa’ binti Abdullah bin Abdu Syams
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Sekolah utsmaniyyah menengah SMP Hassan Kamel Al-Sabbah, Sekolah Utsmaniyyah Penghasil Tokoh Besar dan Negarawan Yordania
Tulisan selanjutnya Selama Ramadhan Iftar dan Iktikaf di Masjidil Haram dan Nabawi Ditiadakan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center

Berita
30 Mei 2026 13:05
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Masjid Al Aqsha BSD Sembelih 198 Hewan Qurban, Distribusi hingga Aceh dan NTT
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei

Terbaru

  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Mungkin Anda Juga Suka

5 Tips Mendidik Anak agar Cinta Ramadhan
Jendela Keluarga

Sudahkah Anak Kita Diajarkan Akidah?

3 Desember 2022 20:55
Jendela Keluarga

Menjadi Ayah yang “Mesra” dengan Anak

26 November 2022 07:10
Jendela Keluarga

Akhlak Muslimah, Lembutlah dalam Bicara

8 November 2022 21:45
Jendela Keluarga

Hakikat Wanita Shalihah

4 November 2022 10:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?