Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Jendela Keluarga

Mengidolakan Pahlawan Muslim

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 11 Juli 2017 15:26 3:26 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 11 Juli 2017 15:26
Bagikan
Sebuah acara "Idola Cilik" di stasiun TV swasta
Bagikan

SAAT ini, kecenderungan untuk mengidolakan sesuatu telah menjadi sisi kehidupan mansyarakat yang nyata. Pengidola atau fans  bahkan sampai membentuk sebuah komunitas tertentu untuk menunjukkan identitas kecintaannya kepada sang idola.

Sebagai contohnya komunitas pendukung klub sepak bola, dan komunitas pencinta merk mobil (motor) tertentu telah menjamur di mana-mana. Sebagai seorang fans tentu akan menunjukkan “pembelaanya” terhadap idolanya itu.

Sebagai contohnya, seorang fans sebuah klub sepak bola tidak akan pernah melewatkan pertandingan yang dimainkan klubnya. Ia merasakan kesenangan yang meluap-luap ketika klub idolanya memenangkan sebuah pertandingan atau kejuaraan. Jersey timnya pun enggan ia tanggalkan sebagai wujud kebanggan. Ia bercerita kesana-kemari tentang peristiwa dan aktor-aktor yang mengiringi kemenangan idolanya.  Sebaliknya, ia amat sedih jika kekalahan yang terjadi, meskipun tetap akan mendukungnya sampai mati.

Pada komunitas lain, yaitu anak-anak sampai remaja juga terjangkit sindrom ini. Mereka mengidolakan pemeran-pemeran film semisal: Frozen, Supermen, Spiderman, Sponge Bob, dll.

Mereka mengenalinya sebagai pahlawan yang musti ditiru. Banyak anak-anak kita yang menirukan tingkah laku, gerak-gerik, gaya berpakaian dan perkataan idolanya. Pakaian, tas, sepatu dan aksesoris anak-anak yang bergambar para tokoh kartun yang sengaja diproduksi itupun laris terjual di pasaran.

Baca Juga

Anak Saleh Buah dari Kesalehan Orang Tua?
Muharram, Momen Terbaik Menjadi Ibu Terbaik
Kecantikan Muslimah Sejati
Sebab-sebab Durhaka Istri kepada Suami
Anak Shalih dan Shalihah Takdir Allah, Kita Terus Berusaha

Baca: Ini Idolaku, Mana Idolamu?

Sungguh sangat ironi memang, ketika anak-anak muslim kita fasih menirukan berbagai karakter idola mereka, namun buta terhadap para pahlawan agama kita. Sulit sekali membayangkan keluar dari mulut anak-anak kita nama-nama para sahabat Nabi, ketika mereka ditanya siapa idolamu?

Bisa kita tebak, meraka akan mengatakan aku ingin seperti Superman, atau aku ingin menjadi Batman atau Power Rangers dan seterusnya.

Selain dari pada itu, anak-anak kita dikenalkan dengan tokoh-tokoh fiktif yang berperangai tidak terpuji seperi Ali Baba yaitu sang perampok atau Putri Yasmin yang mengumbar aurat dll.

‘Kenal’ nampaknya menjadi masalah mendasar di sini. Ada dua kemungkinan.

Pertama, mereka sama sekali tidak kenal

Mereka tidak tahu dan belum pernah mendengar sama sekali baik dari orang tua meraka ataupun guru-guru mereka nama-nama pahlawan muslim kita, misalnya; Khairuddin A’ruj, Fatahillah, Kiai Mojo, Sultan Salim, Muhamad al Fatih dll.

Kedua, salah kenal

Mereka mengenali sebuah nama yang mempunyai karakter sangat berbeda dengan kenyataannya. Misalnya adalah Barbarosa yang biasa dikenal di kalangan anak-anak sebagai seorang bajak laut yang jahat dan menyeramkan, berjenggot merah lebat, matanya tinggal sebelah, satu tangannya putus, dan satu kakinya dari kayu. Sedangkan Barbarosa atau Baba A’ruj yang sebenarnya adalah panglima armada laut tertinggi pada Zaman Turki Usmani. Ia berakhlak mulia, menyelamatkan hidup ribuan manusia, baik Muslim maupun Yahudi dari pembunuhan Raja Spanyol.

Akibatnya, umat ini akan mengenal agamanya sebagai pecundang, tukang teror dan berperadaban mundur.

Baca:  Tintin dan Stereotipe Islam dalam Animasi

Nampak memang usaha menutupi fakta sejarah di dunia pendidikanpun masih banyak terjadi. Misalnya bangsa Arab sebelum datangnya Islam seperti tergambar di berbagai buku pelajaran kita sebagai bangsa yang amat bobrok dan tidak ada kebaikannya. Padahal sebenarnya mereka sangat menjunjung tinggi kejujuran dan martabat kehormatan kaumnya.

Oleh karena itu penulis ingin memberikan pendapatnya tentang hal ini. Pertama, umat Islam perlu menyadari arti pentingnya pengenalan terhadap sejarah kebesaran peradaban Islam, guna menanamkan di dada generasi muda Islam kita kebanggaan dan idola-isasi terhadap pahlawan Muslim yang mulia; seraya menghalau propaganda Barat tentang kepahlawanan yang keliru.

Bukankah Presiden Soekarno pernah berkata “JASMERA”, Jangan Lupakan Sejarah!

Kedua, bagi para cerdik pandai, kami berharap usaha maksimal untuk menghadirkan karya-karya yang berkualitas dengan perspektif Islam sebagai materi pengajaran generasi muda kita. Wallahu a’lam bis Shawab.*/Usmanul Hakim

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:aktorartisBatmanfansFrozenheroidolaidola anakpahlawanPahlawan MuslimPower RangersremajaSpidermanSponge BobSupermentokoh fiktiftokoh kartun
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Mengapa Qatar Berbeda dari Negara Teluk Lain?
Tulisan selanjutnya 35000 Warga Palestina Tinggal dalam Tenda Sejak 2014

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Berita
3 Juni 2026 13:00
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

5 Tips Mendidik Anak agar Cinta Ramadhan
Jendela Keluarga

Sudahkah Anak Kita Diajarkan Akidah?

3 Desember 2022 20:55
Jendela Keluarga

Menjadi Ayah yang “Mesra” dengan Anak

26 November 2022 07:10
Jendela Keluarga

Akhlak Muslimah, Lembutlah dalam Bicara

8 November 2022 21:45
Jendela Keluarga

Hakikat Wanita Shalihah

4 November 2022 10:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?