Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Islam Membolehkan Aksi Boikot?

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 25 Juni 2014 10:25 10:25 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 25 Juni 2014 10:25
Bagikan
Bagikan

KONSEP boikot, divestasi, dan sanksi (BDS) ternyata terjadi juga dalam sejarah Islam. Konsep ini disahkan dan digunakan oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alayhi wa sallam. Ajaran Islam yang menyeluruh mengajarkan bahwa semua individu yang penuh kesadaran dan ketaatan dianjurkan untuk tidak membantu penindas, menadah barang curian, dan memperlama ketidakadilan. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa BDS adalah sarana yang dapat membantu ummat Islam Palestina yang telah bertahun-tahun diduduki dan ditindas penjajah zionis ‘Israel’.

Penjajah telah menggunakan lahan pertanian yang mereka curi dari rakyat Palestina untuk menumbuhkan tanaman dan menjual hasilnya ke seluruh dunia. Maka, kita tidak boleh membeli produk yang dihasilkan dari aksi penjajahan seperti itu. Gerakan BDS adalah salah satu pendekatan yang efektif dalam menggerakkan komunitas internasional untuk menentang penjajahan terhadap Palestina. BDS terhadap penjajah kini diikuti jutaan masyarakat di seluruh dunia.Mereka melakukan boikot terhadap ekonomi, akademik, dan budaya penjajah.

Rasulullah Pernah Diboikot

Sejarah Islam juga mengisahkan bentuk boikot yang pernah terjadi pada zaman Nabi Muhammad Shallallahu ‘alayhi wa sallam. Salah satunya adalah kisah ketika kaum di kota Makkah mencoba membungkam Rasulullah dan ajaran Islam yang dibawanya. Kaum di kota Makkah menindas Rasulullah, pengikutnya, dan sukunya (Bani Hasyim). Mereka menjatuhkan sanksi berat selama tiga tahun, di antaranya larangan menikah dengan kaum Makkah dan larangan berdagang.

Pelajaran yang dapat diambil dari kisah ini ialah Rasulullah dan pengikutnya pernah ditindas dan dipinggirkan. Akan tetapi, mereka bertahan dan bersabar hingga akhirnya berhasil menyebarkan ajaran Islam di Kota Makkah. Rakyat Palestina, meski hak-hak mereka dibatasi oleh penjajah, dapat mencontoh ketabahan Rasulullah ini. Dengan kata lain, perjuangan harus terus dilanjutkan sampai keadilan diperoleh.

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

Boikot untuk Beri Pelajaran

Rasulullah pun pernah menggunakan boikot dengan cara yang berbeda untuk menjaga kaum Muslim yang ia kasihi agar tetap berada di jalan yang benar. Boikot digunakan Rasulullah sebagai terapi dan pelajaran bagi kaum Muslim yang bersalah agar dapat memperbaiki tindakan mereka.

Salah satu kisah boikot paling masyhur adalah terkait perang Tabuk. Tabuk adalah sebuah kota strategis yang berada di antara Damaskus dan Madinah. Kemungkinan bahwa Madinah akan diserang sangat besar, karena hasil perang Mu’tah yang masih menggantung. Apalagi, komandan Bizantium masih berada di tanah Syam. Oleh karena itu, Rasulullah memanggil para sahabatnya untuk pergi ke Tabuk dan memeriksa kondisi di sana.

Saat itu adalah bulan Rajab dan cuaca amat panas. Orang-orang sedang berada dalam kesulitan karena kekeringan yang parah. Sangat sedikit tanaman dan buah-buahan yang dapat dibudidayakan dan dipanen. Para sahabat tetap memenuhi panggilan jihad, meski dalam kondisi sulit.

Akan tetapi, ada beberapa orang munafik yang tidak memenuhi panggilan jihad tersebut. Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wa sallammendengarkan alasan-alasan palsu mereka.Meski mengetahui dusta mereka, Rasulullah meminta pengampunan Allah bagi mereka dan membiarkan hati mereka dinilai langsung oleh Allah.

Salah satu orang beriman yang tidak mengikuti perjalanan adalah Ka’b bin Malik. Ka’b bin Malik berkata jujur mengenai situasinya.Sebagai pelajaran, Rasulullah memerintahkan para sahabat memboikot Ka’b bin Malik dan dua orang Muslim lainnya, yakni Murara bin Ar-Rabi Al-Amri dan Hilal bin Umaiya Al-Waqifi yang juga tidak berangkat ke Tabuk.

Rasulullah memboikot ketiga Muslim beriman ini untuk membedakan mereka dengan para munafik yang tidak berangkat lantas membuat-buat alasan palsu. Rasulullah memberi pelajaran bagi ketiga Muslim beriman ini agar mereka mengetahui kesalahan mereka dan dapat bertaubat atasnya. Boikot ini berlangsung selama lima puluh hari.

Namun, sebelum empat puluh hari seorang petani Kristen mengirim surat dari Kepala Ghassanid yang mengajak mereka bergabung dengan Kristen, serta menjanjikan pelayanan dan hiburan. Akan tetapi, Ka’b membakar surat tersebut dan tetap setia kepada ajaran Islam. Ketulusan dan kejujuran Ka’b bin Malik menjadi contoh bagi para sahabat Rasulullah dan pengikut Islam hingga kini.*/Artikel ini diambil dari web Sahabat Al-Aqsha

 

 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Jauhi Kesesatan Berpikir dalam Urusan Dunia
Tulisan selanjutnya Din: Bisa Jadi Capres yang Kita Dukung Besok Menjadi Musuh Politik

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak

Berita
1 Juni 2026 13:00
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?