Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Gaya Hidup Muslim

Jauhi Kesesatan Berpikir dalam Urusan Dunia

Ahmad
Terakhir diupdate: 25 Juni 2014 10:22 10:22 am
Ahmad
Dipublikasikan 25 Juni 2014 10:22
Bagikan
Bagikan

ATAS rahmat Allah Ta’ala, menjelang Ramadhan tahun ini sebuah tempat prositusi terbesar di Asia Tenggara, Dolly, akhirnya ditutup.

Sungguh suatu langkah bersejarah apa yang telah dilakukan Walikota Surabaya, Tri Rismaharini dan Gubernur Jawa Timur, Dr H Soekarwo tersebut. Suatu langkah benar yang semestinya didukung oleh semua makhluk berakal.

Meski gema penutupan ini disambut mayoritas umat,  beberapa media nampak dengan terang benderang mengangkat suara mereka yang katanya menolak penutupan Dolly. Garis besarnya satu, bahwa penutupan Dolly berarti kematian rizki bagi mereka. Logika ini sungguh sesat dan melampaui batas.

Bagaimana mungkin, manusia bisa meyakini bahwa maksiat dan kesesatan adalah sumber rizkinya? Pada saat yang sama mereka meyakini bahwa keimanan dan ketakwaan tidak akan pernah mampu mengantarkan mereka pada tingkat kehidupan (ekonomi) yang mereka inginkan?

Ini merupakan satu wujud keseatan berpikir yang tidak mungkin terbangun melainkan oleh orang yang memang telah menikmati kebiasaan buruk sebagai sebuah kesenangan. Dalam kepala orang yang demikian orientasinya hanya satu bagaimana mengumpulkan uang banyak titik.

Baca Juga

Gaya Hidup Minimalis: Kunci Kesehatan Mental di Tengah Hidup Serba Cepat
Sya’ban Tangga Penting Sukses Ramadhan
Teladan Rasulullah untuk Para Suami
Tawakkal dalam Bekerja
Awasi Makananmu, Selamat Hidupmu!

Apakah itu melanggar hukum, melecehkan kemanusiaan, merusak tatanan moral kehidupan dan bahkan menghancurkan generasi masa depan, sama sekali itu tidak menjadi beban pikirannya.

Nah, kadang kala, manusia sering menganggap benar yang salah pada saat muncul kecintaan yang sangat kuat terhadap dunia, sehingga muncullah niat yang salah, kemudian demi membenarkannya, muncul berbagai macam istilah yang dimaksudkan menjadi senjata dari kesesatan pikirnya. Na’udzubillah, sebagai Muslim kita harus menjauhi cara berpikir terlaknat seperti itu.

Hawa Nafsu

Apa yang menjadikan seseorang mengalami kesesatan berpikir, tiada lain karena memperturutan hawa nafsu.

Syeikh Ibn Atha’illah As-Syakandari mengatakan dalam kitabnya Al-Hikam, “Pangkal segala maksiat, kelalaian dan syahwat adalah memperturutkan hawa nafsu. Dan, pangkal dari segala ketaatan, kewaspadaan dan kesucian adalah engkau tidak ridha dengan kemauan hawa nafsu.”

Dengan kata lain, jika seseorang dalam kesehariannya sudah terbiasa memperturutan hawa nafsunya dengan menyenangi berbagai macam kemaksiatan, maka sangat tidak mungkin ia bisa berpikir logis. Sebaliknya ia akan kehilangan sifat-sifat dasar kemanusiaannya.

Mengapa demikian, karena jiwa raganya sudah terlampau nyaman, menikmati hasil semu dari kemaksiatan, sehingga akal dan hatinya tidak berfungsi secara normal. Inilah yang menjadikan banyak pelaku maksiat kehilangan rasa malu. Bahkan terlihat sangat bodoh dengan menolak kebenaran yang sesungguhnya sangat dibutuhkannya.

Kebutaan Hati

Apabila itu sengaja dibiarkan maka yang akan terjadi selanjutnya adalah kebutaan hati. Suatu kondisi dimana akal dan hati sudah tidak berfungsi, melainkan hanya untuk membangun argumen dan logika yang menyenangkan kebutuhan ragawinya belaka.

Di dalam Al-Qur’an, orang yang mengalami kebutaan hati tidak lagi memiliki kemuliaan. Allah menyebutnya sebagai orang yang lebih rendah derajatnya dari binatang ternak.

وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيراً مِّنَ الْجِنِّ وَالإِنسِ لَهُمْ قُلُوبٌ لاَّ يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لاَّ يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ آذَانٌ لاَّ يَسْمَعُونَ بِهَا أُوْلَـئِكَ كَالأَنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ أُوْلَـئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَ

“Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.” (QS. Al-A’raf [7]: 179).

Jangan Putus Asa

Dengan demikian, sudah sepantasnya, setiap Muslim membangun niat dan tekad yang kuat dalam dirinya untuk menjauhi kesesatan berpikir seperti diurai di atas. Apabila hati kita belum merasa tenang, tentram dan bahagia dalam ketaatan, dan seolah hidup masih dalam kesulitan panjang, maka jangan berputus asa dari rahmat Allah. Teruslah bersihkan hati, niscaya bahagia akan segera tiba.

Sebab Syeikh Ibn Atha’illah dalam kitab Al-Hikam mengatakan, “Datangnya petolongan Allah adalah sesuai dengan persiapan, sedangkan turunya cahaya Allah adalah sesuai dengan kejernihan relung hati.”

Artinya, sebagai Muslim, kita mesti terus-menerus membersihkan hati kita dari segala sesuatu selain Allah, insya Allah, Allah akan memenuhi hati kita dengan makrifat dan berbagai rahasia keyakinan.

Untuk itu, sangat baik jika selain berupaya memperbanyak amalan ibadah, kita semua meresapi apa yang dituliskan oleh Imam Ghazali dalam kitabnya Minhajul Abidin. Di dalam kitab tersebut dijelaskan bahwa maksiat yang dilakukan, pada akhirnya hanya akan mendatangkan kesengsaraan dan penderitaan.

Dengan demikian, jauhilah segala macam logika sesat yang menjerumuskan kita pada jalan kedurhakaan. Karena Allah menciptakan manusia bukan untuk menyembah kesesatan. Tetapi menetapi kebenaran dengan konsisten beribadah hanya kepada-Nya.

Yakinlah, rizki dari (taat) di jalan Allah itu lebih baik, menentramkan dan membahagiakan, meski terasa sedikit dalam hitungan kita. Dibanding, uang berlimpah dari kemaksiatan. Sebab, tiadalah ujung dari kemaksiatan, selain kebodohan da kesengsaraan hidup dunia-akhirat.

Bagaimana jika hati merasa dosa yang dilakukan sudah sangat besar terasa dan menghimpit rasa hati dalam dada. Tenang, kita tidak boleh berputus asa dari rahmat Allah. Allah Maha Pengampun dan akan mengampuni segala dosa kecuali syirik. Dan, siapa berputus asa dari rahmat Allah maka ia telah sesat sejauh-jauhnya.

وَالَّذِينَ كَفَرُوا بِآيَاتِ اللَّهِ وَلِقَائِهِ أُوْلَئِكَ يَئِسُوا مِن رَّحْمَتِي وَأُوْلَئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

“Dan orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Allah dan pertemuan dengan Dia, mereka putus asa dari rahmat-Ku, dan mereka itu mendapat azab yang pedih” (QS. Al-Ankabut [29]: 23).*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Allahdollyrahmat
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Hadapi Ramadhan, MUI Anjurkan Kaum Muslimin Tidak Boros dan Konsumtif
Tulisan selanjutnya Islam Membolehkan Aksi Boikot?

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Global Sumud FLotilla
Berita

Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki

Berita
30 Mei 2026 09:51
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Gaya Hidup Muslim

Hati-Hati dalam Timbangan dan Takaran

16 November 2022 11:58
Gaya Hidup Muslim

Beginilah Islam Memuliakan Pembantu

7 November 2022 13:30
Gaya Hidup Muslim

Sibuk Mengoreksi Diri Sendiri

18 Oktober 2022 09:00
Gaya Hidup Muslim

Berapa Kali Kita Mengkhatamkan Al-Quran?

9 Oktober 2022 08:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?