Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Bedanya Pembawa Berhala Dunia dan Bendera “La Ilaha Ilallah”

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 15 September 2014 06:52 6:52 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 15 September 2014 06:42
Bagikan
ilustrasi
Bagikan

GENDERANG perang baru saja terhenti. Darah segar masih bercecer di setiap jengkal sahara yang mengitari Bukit Uhud. Tak terhitung banyaknya mayat yang bergelimpang. Di atas bukit tampak pasukan kaum Muslimin berhasil menyelamatkan diri. Iya, mereka nyaris memperoleh kekalahan. Sekiranya Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam tak segera memerintahkan mereka berlari menaiki Bukit Uhud.

Sebuah kekhilafan pasukan pemanah menjadi asbab hancurnya taktik perang yang disusun ketika itu.

Setengah berani Abu Sufyan memimpin sekelompok pasukan kaum musyrikin. Mereka berniat melakukan pengejaran terhadap para sahabat. Benar saja, rupanya nyali Abu Sufyan hanya tertahan di kaki Bukit Uhud. Terlebih  posisi kaum Muslimin sudah mencapai puncak bukit.

“Apakah Muhammad masih hidup di antara kalian?, pancing Abu Sufyan memulai psy war (perang psikologi)  kepada Umat Islam. Sebelumnya, desas desus kematian Nabi sempat meruak.

Tak heran sebagian kaum Muslimin sempat merasa down dengan berita kematian itu.

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

Suasana hening. Tak ada kalimat yang berbalas. Hanya pesta riuh pesta burung bangkai yang terdengar. Selebihnya deru angin sahara yang kian bertiup kencang.

“Apakah Abu Bakar masih bersama kalian?” tanya ulang Abu Sufyan. “Apakah Umar masih bersama kalian?” Abu Sufyan mencecar kembali. Sampai di sini,  Putra Ibnu Khatthab itu tak lagi bisa menahan diri. Usai memperoleh isyarat “hijau” dari Nabi Muhammad. Umar pun langsung menggebrak kafir Quraisy Makkah itu.

“Seluruh nama yang kau sebutkan itu masih ada bersama kami.” Hardik Umar keras. “Peperangan ini imbang.” Abu Sufyan balik membalas. “Hari ini (perang Uhud) milik kami. Sedang dulu (perang Badar) adalah milik kalian,” terang Abu Sufyan berdalih.

Suasana kembali hening. Sekali waktu, sorak sorai nama berhala Quraisy Makka berbalas dengan kalimat tauhid “La Ilaha Illallah” yang diserukan oleh pasukan umat Islam.

“Tidak! Tidak akan sama!” seru Umar dengan suara bergetar. Apa yang kalian sangkakan adalah tidak benar. Orang-orang yang terbunuh di antara kami masuk ke dalam surga, sesuai janji-Nya. Sedang mayat-mayat kalian hanyalah menjadi bahan akar api neraka. Kata demi kata itu demikian jelas menusuk pendengaran Abu Sufyan.  Kembali, hanya deru angin padang sahara yang terdengar. Suasana diam kembali.

Dunia di tangan

Bagi orang-orang beriman, gemerlap dunia adalah nikmat sekaligus ujian tersendiri. Ia adalah peluang merangkap tantangan yang harus disikapi dengan benar. Dunia bagi orang-orang beriman hanya bisa diletakkan di tangan. Tanpa boleh membuka celah memasukkannya di hati.

“Janganlah Engkau jadikan dunia ini sebagai cita-cita tertinggi kami. Janganlah Engkau jadikan dunia sebagai ujung dari pencarian ilmu kami,” demikian Nabi mengajarkan dalam munajatnya yang agung.

Ibarat pelangi yang memancar cerah. Dunia itu indah bersebab ragam warna yang dipunyai. Hari ini orang bisa beroleh bahagia, sedang esok hari ia tersedu karena durja. Terkadang ia bisa mendadak kaya. Selang beberapa saat ia kembali terpuruk miskin. Ada haru dengan kesuksesan. Pun ada tangis dalam kegagalan. Segala sesuatu itu berpasangan. Itulah kunci dan sunnatullah kehidupan. Demikianlah cara Allah medidik hamba-hamba-Nya. Sebuah keniscayaan hidup yang berlaku bagi setiap makhluk Allah.

Terkesan sama, padahal tidak sama sekali. Terkesan kalah padahal tidak sama sekali. Itulah makna ucapan Umar bin Khatthab ketika menghardik Abu Sufyan di puncak bukit Uhud.

Ada nilai yang berbeda ketika pekerjaan itu dilakoni oleh mereka yang punya keyakinan terhadap perkara ghaib dan hari kiamat.

Ada positioning berbeda dalam usaha yang dilakoni oleh pelaku-pelaku tauhid dibanding dengan para pemuja berhala dunia.
Inilah keyakinan yang tak boleh pudar dalam jiwa orang-orang beriman.

Godaan dunia hendaknya membuat ia kian kokoh dalam tekad kuatnya. Meski secara kasat mata pekerjaan itu adalah sama. Meski ia dianggap kalah dan pecundang sekalipun oleh lawan-lawannya.

Untuk itu pasukan Uhud  tidak pernah kalah meski harus terdesak hingga ke garis pertahanan yang terakhir sekalipun. Sebaliknya, orang-orang musyrik Makkah tak pernah bisa menang. Walau mereka berhasil memukul mundur kaum Muslimin.

Sebabnya satu. Ada hadiah terindah bagi orang bertauhid kepada Allah Subhanahu Wata’ala. Sedang bagi orang-orang yang ingkar terhadap-Nya ada cemeti api yang menanti. Bagi para pejuang kebenaran, ada surga selapang langit dan bumi buat mereka. Sedang kubangan neraka itu disediakan bagi penikmat-penikmat kemaksiatan yang tak hendak bertaubat.

وَمَن يُطِعِ اللّهَ وَالرَّسُولَ فَأُوْلَـئِكَ مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللّهُ عَلَيْهِم مِّنَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاء وَالصَّالِحِينَ وَحَسُنَ أُولَـئِكَ رَفِيقاً

“Dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, maka mereka itu kan bersama-sama dengan orang yang diberikan nikmat oleh Allah, yaitu para nabi, para penyinta kebenaran, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang shalih. Mereka itulah teman yang terbaik-bainya.” (QS An-Nisa:69).*/Masykur Abu Jaulah

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:duniatauhid
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya BPM JMMI ITS Menggelar Grand Launching Mentoring
Tulisan selanjutnya Arab Saudi Meminta Persetujuan Indonesia atas Perjanjian Rekrutmen Tenaga Kerja

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center

Berita
30 Mei 2026 13:05
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?