DALAM sebuah hadits Rasulullah SAW bersabda, “Wahai manusia, perintahkanlah kebajikan dan cegahlah kemungkaran sebelum kamu memohon kepada Allah. Sebab jika tidak, Allah tidak akan mengabulkan permohonanmu itu. Juga sebelum kamu minta ampun kepada Allah. Sebab jika tidak, Allah tidak akan mengampunimu. Sesungguhnya setelah para pendeta Yahudi dan Nasrani meninggalkan amar ma’ruf nahi munkar, maka Allah melaknat mereka melalui lisan para nabi yang datang kepada mereka, kemudian Allah meratakan bencana ke atas mereka.” (Diriwayatkan Ath-Thabrani dari Ibnu Umar)
Sabda Nabi SAW:
“Barangsiapa tidak mengasihi tidak akan dikasihi.” (Diriwayatkan Ahmad dan Al-Bukhari, Muslim, At-Tirmidzi, Abu Dawud, dan Ibnu Hibban dari Abu Hurairah)
Juga,
“Allah tidak akan mengasihi orang yang tidak mengasihi manusia.” (Diriwayatkan Al-Bukhari, Muslim, Ahmad, dan Al-Humaidi, dari Jarir)
Sabda Nabi SAW, “Pemimpin yang adil itu akan dinaungi Allah di bawah naungan-Nya pada hari yang tidak ada naungan selain naungan-Nya.” (Diriwayatkan Al-Bukhari, Muslim, At-Tirmidzi, An-Nasa’i, Ahmad, dan Ibnu Hibban, dari Abu Hurairah)
Juga, “Orang-orang yang adil akan berada di atas mimbar dari cahaya, yaitu mereka yang berlaku adil dalam menghukum, dalam keluarga, dan dalam apa yang mereka pimpin.” (Diriwayatkan Al-Humaidi, Ahmad, Muslim, dan An-Nasa’i)
Ketika Rasulullah SAW mengutus Mu’adz ra ke Yaman, beliau bersabda, “Hati-hatilah kamu terhadap harta pilihan mereka, dan takutlah pwda doa orang yang teraniaya, sebab antara doa itu dengan Allah tidak ada tabir penghalang” (Diriwayatkan Al-Bukhari, Muslim, Abu Dawud, At-Tirmidzi, An-Nasa’i, Ibnu Majah, dan Ahmad, dari Ibnu Abbas)
Beliau bersabda, “Tiga golongan yang tidak akan diajak bicara oleh Allah pada hari kiamat.” Lalu beliau menyebutkan salah satunya raja yang pendusta. (Diriwayatkan Ahmad dan Muslim dari Abu Hurairah)
Sabda Nabi SAW, “Sesungguhnya kalian akan sangat menginginkan kepemimpinan, padahal itu akan menjadi penyesalan di hari kiamat kelak.” (Diriwayatkan Ahmad, Al-Bukhari, Ibnu Hibban, Al-Baihaqi, dan Al-Baghawi, dari Abu Hurairah)
Juga, “Ada pun kami, demi Allah, kami tidak akan menyerahkan amal ini kepada orang yang memintanya atau orang yang tamak terhadapnya.” (Diriwayatkan Ahmad, Al-Bukhari, Ibnu Hibban, Al-Baihaqi, dan Al-Baghawi, dari Abu Musa Al-Asy’ari)
Kepada Abu Dzar r.a Umar r.a pernah berkata, “Sampaikan kepadaku sebuah hadits yang Anda dengar dari Rasulullah!” Abu Dzar berkata, “‘Pada hari kiamat akan didatangkan seorang pemimpin, kemudian dibiarkan berjalan di atas jembatan Jahannam. Kemudian jembatan itu bergoncang dengan sangat keras, sehingga persendiannya lepas dari tempatnya. Jika ia seorang yang taat kepada Allah, maka ia dapat melaluinya dengan selamat; namun jika ia seorang yang durhaka kepada Allah maka jembatan itu menjadi terputus dan ia pun jatuh ke dalam Jahannam, melayang-layang di atasnya selama lima puluh tahun.” Umar bertanya, “Jika demikian, siapa yang mau mencari pekerjaan itu, wahai Abu Dzar?” Abu Dzar menjawab, “Orang yang hidungnya dipotong oleh Allah dan pipinya Dia tempelkan ke tanah (orang yang benar-benar celaka).” (Diriwayatkan Ab Dunya dari Abu Hurairah)
Amru bin Muhajir berkata, “Umar bin Abdul Aziz pernah berpesan kepadaku, ‘Jika engkau melihatku telah menyeleweng dari jalan yang benar, maka letakkanlah tanganmu di tengkukku lalu katakan, ‘Hei Umar, apa yang kamu kerjakan?’”*
Dipetik dari tulisan Imam Adz-Dzahabi dari buku Dosa-dosa Besar.