Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Makanan Halal Menyebabkan Badan Sehat, Berkah dan Diterimanya Ibadah [1]

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 13 Maret 2015 06:12 6:12 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 13 Maret 2015 07:30
Bagikan
Beri anak kita makanan halal dan tayyib
Bagikan

TAHUKAH ANDA, makan makanan yang halal merupakan kunci untuk membuka pintu kebersihan hati, kezuhudan terhadap dunia, bertutur kata yang baik dan pancaran hikmah lewat lisannya.

Orang yang mengonsumsi makanan yang haram atau diperoleh dengan cara yang haram adalah sebaliknya. Seorang mukmin tidak boleh tidak harus makan makanan yang halal.

Kewajiban ini berdasarkan hadis Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wassallam:

“Bekerja mencari yang halal itu suatu kewajiban sesudah kewajiban beribadah.” (Hadits Riwayat Thabrani dan Baihaqi).

Abu Hurairah r.a mengisahkan bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wassallam bersabda, “Seseorang yang memperoleh (harta) secara sah (halal), menyelamatkan dirinya dari minta-minta dan menunaikannya demi makan dan minum keluarganya dan menolong tetangganya, akan berjumpa Allah Subhanahu Wata’ala. Di hari pengadilan dengan wajah bercahaya bagaikan bulan. Dan seorang yang memperoleh (harta) secara tidak halal dengan suatu pandangan lebih beruntung dari-pada sebelumnya dan untuk menunjukkan bahwa kekayaannya lebih besar dari pada orang lain, akan bertemu dengan Allah Subhanahu Wata’ala. Dalam kemurkaan.“ (HR. Baihaqi)

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

Karena merupakan kewajiban, maka mencari sesuap nasi harus dilakukan dengan penuh kehati-hatian. Perut kita harus diisi dengan makanan dan minuman yang halal dan baik. Karenanya, pilihlah makanan yang halal.

Jika makanan dan minuman yang dikonsumsi halal dari segi zatnya dan diperoleh dengan cara yang halal pula, maka makanan dan minuman yang masuk ke dalam perut akan menjadi darah dan daging yang melahirkan energi positif serta memudahkan langkah seseorang melakukan amal-amal mulia.

Sebaliknya, jika makanan dan minuman yang masuk ke dalam perut berasal dari barang haram atau diperoleh dengan cara yang tidak benar seperti mencuri, menipu, merampok dan korupsi, maka ia akan menjadi energi negatif yang pada akhirnya menarik seseorang untuk cenderung kepada perbuatan-perbuatan maksiat.

Ketika anak-anak kita beri makanan dan rezeki dari sumber yang halal, maka mereka akan mudah dibimbing dengan akhlak mulia. Mereka juga akan mudah melangkah kepada kebaikan-kebaikan sehingga impian mendapat anak yang shalih akan terwujud.

Ihwal makan makanan halal dan haram ini, Sahl bin Abdullah at-Tusturi berkata, “Siapa yang makan makanan yang haram, mau atau tidak mau, anggota tubuhnya akan cenderung kepada maksiat, baik disadari atau tidak. Siapa yang memakan makanan halal, niscaya anggota tubuhnya akan berbuat taat dan diberi taufik untuk berbuat kebaikan.”

Allah mengingatkan kita agar selalu mengonsumsi makanan yang halal;

يَا أَيُّهَا النَّاسُ كُلُواْ مِمَّا فِي الأَرْضِ حَلاَلاً طَيِّباً وَلاَ تَتَّبِعُواْ خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينٌ

“Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan; karena Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu.” (QS: Al-Baqarah: 168).

Tidak hanya halal saja, tapi makanan yang masuk ke dalam perut juga harus baik, tidak mengandung resiko atau mengganggu kesehatan seperti misalnya rokok. Rokok jelas tidak baik dari segi kesehatan. Oleh karena itu, ia menjadi tidak layak untuk dikonsumsi.*/Ali Akbar bin Aqil, catatan Diskusi di Islamic Book Fair di Malang.  (Bersambung)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:berkahhalalharammakananmakanan halalmaksiatminumansehat
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Inilah Orang yang Paling Berbakti kepada Orang Tua di Kufah
Tulisan selanjutnya Makanan Halal Menyebabkan Badan Sehat, Berkah dan Diterimanya Ibadah [2]

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Berita
3 Juni 2026 13:00
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Terbaru

  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?