Kesehatan bagai mahkota di kepala orang-orang sehat, hanya orang-orang sakit yang bisa melihat mahkota itu. Saya sudah hafal ungkapan ini sejak kecil, tetapi baru paham kedalaman maknanya setelah saya dewasa. Untuk mengetahui, suatu hakikat, tidak perlu mengalami pengalaman pahit terlebih dahulu.
Ya, setelah dilakukan pencakokan sumsum tulang belakang dan pengobatan kemoterapi seperti ini, selama enam belas hari tanpa asupan makan, maka hilanglah selera makan. Minum pun hanya seseruput dan terpaksa. Sesungguhnya nilai kesehatan itu mahal, seakan saya baru tahu akan hakikat ini; siapakah yang mau memberikan peringtan kepada orang-orang yang sehat?
Tidak semua penyakit manusia diketahui sebabnya, –seperti penyakitku ini– walau lebih banyak yang diketahui sebabnya. Orang yang pandai adalah yang memohon pertolongan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala agar diberi kesehatan, kemudian dia menghindari penyebab penyakit dan menjaga kesehatan jiwa-raganya.
Kanker darah (leukemia), penyakit saya. Ia menjangkiti tubuh ini sejak delapan bulan sebelum diadakan check-up yang diteliti. Hampir sebagian dokter yang berbisnis dengan ilmunya serta kurang amanah, menyia-nyikanku. Bagaimanapun, penyakit ini ialah nikmat di stu sisi. Dengan menederita sakit, ketergantunganku kepada Allah semakin kuat. Orang-orang yang saya cintai berdatangan menjengukku.
Alhamdulillah dengan merasakan sakit, jiwaku terasa lebih jernih dan tenteram.
Bacalah curahan hatiku dengan nikmat, agar kita merasakan bahwa hidup ini dipenuhi dengan kenikmatan! Wahai Rabb, langgengkalah kenikmatan untuk kami. Namun, ingatlah selalu, studimu waktu di SMA dan Universitas, semua spesialisasimu bagaikan debu saat malam pertama dikubur. Dan yang tersisi hanyalah pelajaran di bangku SD, yaitu pertanyaan; ‘Siapa Rabbmu? Apa Agamamu? Siapa Nabimu?’
Ketiga pertanyaan itu, hanya orang-orang yang beriman dan beramal sholih yang bisa menjawabnya dengan benar. Semoga segala peluang yang Allah berikan kepada kita untuk bertaubat serta beramal sholih dalam sisa umur ini bisa kita manfaatkan sebaik-baiknya. Aamiin…
Rasulullah Shalallahu Alaih Wa Salam bersabda, “Manfaatkan lima kesempatan sebelum datangnya lima hal lainnya. Hidupmu sebelum matimu. Sehatmu sebelum sakitmu. Waktu luangmu sebelum sibukmu. Masa mudamu sebelum masa tuamu. Kayamu sebelum miskinmu.” (Hadist Riwayat al-Hakim dan aL-Baihaqi; Shaih al-Jami’ Nomor 1077). (Dinukil dari buku ‘Percikan Hikmah dari Kisah Tabi’in’ karya Fariq Gasim Anuz).