Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Jangan Biarkan Medsos Men-Delete Pahala Ramadhan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 26 April 2021 08:14 8:14 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 26 April 2021 08:00
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com | PEMILU telah berlalu namun kegaduhan negeri ini akibat imbas persoalan pilih memilih belum berhenti sampai hari ini.  Bullying, stigma, framing oleh para buzzer tak berhenti, membuat jagad media sosial terus gaduh.

Seperti caci-maki dan sumpah-serapah antar pendukung. Bahkan sebutan binatang, seperti “cebong” dan “kadrun”, masih saja dipakai. Padahal ini adalah panggilan buruk untuk sesama orang beriman, yang jelas-jelas dilarang oleh Allah.

Bila fenomena ini terus berlanjut, dan menjadi aktivitas pada bulan Ramadhan, maka ini sangat berbahaya. Medsos berpeluang ‘men-cancel’ seluruh pahala, sehingga tidak ada lagi nilai yang didapat dari ibadah puasa.

Mengapa bisa demikian? Sebab hakikat puasa itu meliputi dua unsur. Fisik dan metafisik/batiniah. Puasa fisik dengan menahan diri dari segala yang membatalkan puasa, seperti makan, minum, dan berhubungan suami-istri. Dimulai dari terbit fajar, sampai tenggelam matahari.

Adapun puasa metafisik lebih sekadar itu. Harus mampu menjaga seluruh anggota tubuh dari segala jenis dosa. Mulai dari mata yang harus ditundukkan pandangannya. Telinga, agar tidak sembarangan mendengar. Lisan, yang tidak mudah berkata-kata buruk, seperti ghibah, menghina, melaknat, dan sejenisnya. Hati agar terhindar dari kesombongan, riya’, dan seterusnya.

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

Baca: DPP Hidayatullah Ajak Umat Maksimalkan Ramadhan

Mereka yang tidak mampu menjaga kesucian diri dari cipratan dosa, berpotensi kehilangan nilai-nilai Ramadhan. Meskipun secara lahiriah mereka masih berpuasa. Tahan untuk tidak makan dan minum. Plus mereka yang telah menikah tidak bersenggama. Tapi pada hakikatnya, pelaku ibadah puasa semacam ini tidak mendapatkan apapun di sisi Allah.

Terkait dengan pentingnya pewaspadaan lisan pada Ramadhan, umpama. Rasulullah ﷺ bersabda

مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِى أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ

“Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan malah mengamalkannya, maka Allah tidak butuh hajatnya meninggalkan rasa haus dan lapar.” (HR. Bukhari)

Sedangkan dalam sabda beliau yang lain, Rasulullah ﷺ bersabda;

رُبَّ صَائِمٍ حَظُّهُ مِنْ صِيَامِهِ الجُوْعُ وَالعَطَشُ

“Berapa banyak orang yang berpuasa, tetapi dia tidak mendapatkan apapun dari puasanya kecuali rasa lapar dan haus.” (HR. Thabrani)

Lalu apa kaitannya dengan medsos? Medsos adalah ruang interaksi, komunikasi dan berbagi informasi masa kini, melalui dunia maya. Beda dengan dunia nyata yang pesan-pesan didominasi menggunakan wasilah lisan dan kontak fisik secara langsung.

Medsos kebanyakan menggunakan jalur tulisan (kadang juga video). Tangan menjadi perantaranya. Dan hubungannya hanya melalui jejaring internet.

Tapi intinya sama, ada proses interaksi/komunikasi di sana. Minimal dengan kawan yang terjaring dalam pertemanan. Di sinilah letak bahayanya.

Bila jari-jemari tidak hati-hati dalam membuat status, seperti mencaci dan memfitnah, maka alamat ibadah puasa yang dilakukan hari itu akan banyak cacat. Apalagi kalau sampai memancing emosi pihak lain. Merasa tersinggung. Semakin akan menyedot pahala Ramadhan kita.

Baca: Ramadhan: Bulan Tarbiyah Amanah

Ladang Amal

Bila di satu sisi medsos berpotensi menggerogoti pahala Ramadhan, maka di sisi lain ia juga menjadi lahan potensial untuk merengguh pahala kebaikan. Caranya, mengalihkan update status bermuatan negatif, menjadi stasus bernilai positif.

Dalam konteks kekinian, kita dapati banyak dai muda yang memanfaatkan medsos untuk berdakwah. Seperti Ustadz Salim A Fillah, dan Ustadz Abdul Somad.‘Jamaah’ mereka luar biasa melimpah. Bahkan sampai jutaan. Banyak mereka yang mengaku terinspirasi dan tercerahkan pandangannya melalui postingan-postingan yang dibuat.

Hal ini pulalah yang bisa kita jejaki. Khususnya dalam Ramadhan ini. Sehingga, selain kita berburu pahala di dunia nyata melalui ibadah-ibadah yang kita lakukan, seperti mengaji dan berdzikir. Kita juga mendapat pahala ‘bonus’ dari postingan di medsos.

Doa Kerugian

Suatu ketika, Rasulullah ﷺ hendak berceramah di atas mimbar, di hadapan para Sahabat. Ketika Rasulullah naik tangga pertama mimbar itu, beliau mengucapkan, “Amin.” Begitu pula ketika naik ke tangga kedua dan ketiga. Juga mengucapkan “Amin.”

Para Sahabat menyaksikan peristiwa tersebut menjadi penasaran. Akhirnya, ketika Rasulullah ﷺ turun dari mimbar, mereka pun menanyakan. “Ya Rasulullah, hari ini kami mendengar darimu sesuatu yang belum pernah kami dengar sebelumnya.”

Maka Rasulullah ﷺ pun menjelaskan kepada para Sahabat; “Ketika aku naik ke tangga pertama, tiba-tiba Jibril muncul dan mengatakan, ‘Celakalah orang-orang yang menemui bulan Ramadhan, tapi dia tidak mendapatkan ampunan darinya.’ Maka akupun mengucapkan amin.”

“Ketika naik ke tangga kedua, Jibril mengucapkan, ‘Celakalah orang-orang yang menjumpai ibu-bapaknya yang telah lanjut usia atau salah satu dari keduanya. Tetapi mereka tidak dapat memasukkannya ke dalam surga’. Maka aku mengucapkan amin.”

“Dan ketika aku naik ke tangga ketiga, Jibril berkata, ‘celakalah orang-orang yang mendengar namamu disebut, tetapi tidak membaca shalawat kepadamu’. Maka akupun mengucapkan amin.”

Baca: Mengikis Kesombongan di Bulan Ramadhan

Inilah hal yang paling kita khawatirkan, bila sampai lalai beribadah pada bulan Ramadhan. Atau terperangkap dalam aktivitas-aktivitas yang sejatinya menggerus pahala-pahala Ramadhan. Sungguh doa di atas tidak diragukan pengijabahannya oleh Allah. Sebab yang memunajatkan adalah Jibril. Dan yang mengamini adalah Nabi Muhammad. Bagaimana mungkin bisa tertolak?

Artinya, jika kita tidak mampu mengoptimalkan Ramdhan untuk merengguh kemuliaan dan ampunan di sisi Allah, maka akan masuk golongan celaka, pada doa di atas. Na’udzubillahi min dzalik.

Untuk itu, mari kita mawas diri jangan sampai terperosok. Termasuk dalam hal ini, mengatur waktu dalam bermedsos. Jangan sampai waktu habis hanya untuk digunakan membaca atau menga-update status. Hal lainnya; pastikan bahwa yang dimuat adalah perkara-perkara yang mengandung kebaikan.

Yaa Allah, curahkanlah berkah Ramadhan kepada kami. Condongkanlah diri kami untuk senantiasa beribadah di dalamnya. Serta, terimalah segala amal perbuatan kami, dan ampunilah segala khilaf. Allahumma Amiin.*/Khairul Hibri, Ketua komunitas PENA Jawa Timur

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ibadahibadah Ramadhanmedia sosialpahalaRamadhanRamadhan 1440H/2019M
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Sedikitnya 82 Orang Tewas dalam Kebakaran di Rumah Sakit Khusus COVID-19 Baghdad
Tulisan selanjutnya Berlindung dari Hati yang Tidak Khusu’

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Berita
3 Juni 2026 13:00
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?