Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Biarkan Sejarah Berbicara, Sibukkan Amal dan Ibadah

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 16 Januari 2016 09:32 9:32 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 16 Januari 2016 09:32
Bagikan
ilustrasi: Street Dakwah di Malaysia
Bagikan

Oleh: Guntara Nugraha Adiana Poetra

 

DAHULU, para Nabi dituduh tukang sihir, orang gila, ditawan hingga dibunuh secara keji. Tiada utusan Allah, kecuali mereka mendapat intimidasi maupun propaganda yang teramat hebat dari musuhnya.

 

Nabi Nuh diolok-olok,

Nabi Ibrahim terusir,

Nabi Musa dibuat jengkel,

Nabi Harun hampir saja mau dibunuh,

Nabi Su’ya dibunuh,

Nabi Armia dipenjarakan,

Nabi Zakaria dan Yahya dibunuh secara keji,

Maryam binti Imran dituduh berzina

Nabi Isa dihancuran karakternya dan menjadi DPO untuk disalib,

Nabi Muhammad diracun hingga membuatnya sakit keras, kemudian meninggal dunia

Masih banyak lagi kisahnya jika hendak diurutkan, setelah era para Nabi, kejadian tetap sama, para sahabat pun mendapat ujian hebat.

Umar bin Khatab dibunuh,

Utsman bin Affan dibunuh,

Ali bin Abi Thalib dibunuh, hingga kini tiada yang tahu dimana kuburannya berada

Hasan diracun,

Husain dibunuh secara keji dan masih banyak lagi kisah-kisah kaum muslimin yang membuat anda berpikir.

Inilah fakta sejarah, coba renungi sejenak, ada apa gerangan, bukankah mereka manusia-manusia terbaik yang hadir di muka bumi, jika dibandingkan dengan kita, perbandingannya antara langit dan bumi, sangat jauh, bahkan tidak pernah bisa disamakan.

Sejarah tidak pernah berubah, hanya saja kekurangan kita yang membuat berubah dalam memahami sejarah, kata kuncinya bukan what is behind, tapi who is behind. That quite enough!

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

Baiklah, sebelum kita membuka kata kunci who is behind, baiknya kita fahami kembali sebuah keniscayaan, jika para Nabi dan orang-orang yang mulia saja tidak lepas dari berbagai tuduhan dan ancaman.

Bagaimana dengan kita umat akhir zaman?

Kini, para ulama yang disebut dengan pewaris para Nabi, juga mengalami hal yang sama. Mereka dituduh teroris, penyebar fitnah dan pemecah belah. Dakwahnya dituduh melahirkan radikalisme dan intoleransi. Ada apa sebenarnya?

Pertanyaan ini yang sebenarnya sering hadir di benak kita

Jika kita membiarkan sejarah berbicara, maka kita akan menemukan para pembangkang diantaranya Bani Israil atau sekarang lebih dikenal dengan sebutan Yahudi, para penguasa zalim penganut paganism, penyembah setan , para pelaku maksiat, orang-orang bodoh, sombong dan sejenisnya.

Mereka itulah sebenar-benar perusak, pembuat kekacauan, pembantah para Nabi dan juga pembunuh para Nabi. Apapun literatur yang Anda baca, pasti muaranya pasti akan kesana.

Dalam kehidupan dunia, memang akan ada dua pergulatan hebat (antara hak dan batil).  Masing-masing kubu akan saling membela. Namun Allah akan bersama kubu yang haq, Setan pemimpin orang-orang tersesat.

Dahulu Rasulullah Muhammad dimusuhi. Ajarannya dianggap sihir. Para pembencinya datang dari orang-orang kafir Quraisy dan para penyembah Latta dan Uzza.

Tapi hari ini, para pencela Islam  jauh lebih modern. Media informasi ikut sebagai aksesori dan menjadi penunjangnya. Memang benar, kejahatan yang terorganisasi akan mengalahkan kebaikan yang diam membisu.

Kisah Para Nabi

Kami akan sedikit mengajak Anda semua kepada kisah sejarah ribuan tahunan yang lalu, sebagai salah satu kunci jawaban, sebutlah kisah ini tentang Nabi Isa, Nabi Musa dan kisah Iblis. Ambil pelajarannya.

Dalam perjalanan hidup Nabi Isa Alaihissalam, ia banyak memiliki karunia, diberi kenabian beserta mukjizat. Kelebihan ini yang membuat kalangan Yahudi mendengki, begitu juga para penguasa Romawi. Mereka takut eksistensinya tergeser pengaruh Isa yang menyeru untuk menyembah Allah Subhanahu Wata’ala semata dengan segala keutamaan yang dimilikinya.

Jika kita cermati, kedengkian para elit (penguasa Romawi) sangat wajar, apalagi bersinggungan dengan ideologi mereka sebagai penyembah berhala. Ketika pengaruh superior mulai terusik dengan pendatang baru, biasanya mereka tidak senang, maka apapun cara akan dihalalkan guna menjatuhkan lawan, bahkan memusnahkannya.

Besarnya fitnah yang menimpa Isa di waktu kecil, membuat Maryam begitu kawatir hingga akhirnya ia memutuskan untuk membawanya ke negeri Mesir dan menetap di sana sampai ia berusia sekitar dua belas tahun.

Maka tak heran jika hari ini kita dapati para penganut Kristen Koptik (Kristen Qibty) di Mesir dan kawasan sekitarnya, mereka begitu bangga dengan ajaran koptiknya, mereka meyakini ajaran yang dianutnya masih murni sebagaimana yang dibawa Nabi Isa dan Ibunya tatkala melarikan diri dari kejaran tentara Rowami.

Hari besar mereka bahkan bukan di bulan Desember, namun bulan Januari. Para pemuka agamanya rata-rata berjenggot, berpakaian serba hitam, memakai penutup kepala berbentuk melingkar besar, jauh berbeda dengan para pastur maupun pendeta dan para pemuka agama di Vatikan.

Bangunan gereja pun berbeda dengan gereja pada umumnya, karena ia memiliki kubah besar seperti Masjid Hagia Shopia di Istanbul Turki.

Belajar dari kisah Fir’aun yang mengaku tuhan di era Nabi Musa, ia begitu takut kekuasaannya diambil alih Bani Israil, menimbang kuantitas dan pengaruh mereka yang semakin kuat di negeri Mesir sepeninggalan Nabi Yusuf. Alhasil Fir’aun melakukan genoside terhadap mereka. Alasannya hanya satu yaitu kawatir eksistensi mereka sebagai warga pribumi terusik oleh para pendatang, tak hanya itu merekapun ditindas dan dijadikan budak secara turun temurun.

Kisah lain tentang terusirnya Iblis dari Surga, bukan semata-mata karena ia diciptakan dari Api, sedangkan Adam dari tanah, namun ada faktor mendasar lain yaitu eksistensi Iblis sebagai calon penguasa tunggal bangsa jin di muka bumi akan sirna jika ia bersujud kepada manusia yang dihadirkan Allah Ta’ala sebagai khalifah.

Dari sini sebagian kalangan berpendapat bahwa Iblis berasal dari bangsa Jin yang durhaka, sebagian lain berpandangan bahwa ia bagian dari malaikat.

(50). وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ كَانَ مِنَ الْجِنِّ فَفَسَقَ عَنْ أَمْرِ رَبِّهِ ۗأَفَتَتَّخِذُونَهُ وَذُرِّيَّتَهُ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِي وَهُمْ لَكُمْ عَدُوٌّ ۚبِئْسَ لِلظَّالِمِينَ بَدَلًا

“Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam, maka sujudlah mereka kecuali iblis. dia adalah dari golongan jin, maka ia mendurhakai perintah Tuhannya. Patutkah kamu mengambil dia dan turanan-turunannya sebagai pemimpin selain daripada-Ku, sedang mereka adalah musuhmu? Amat buruklah iblis itu sebagai pengganti (dari Allah) bagi orang-orang yang zalim.” (QS. Al Kahfi: 50)

Jadi kita tidak perlu heran, biarkan sejarah yang berbicara, sejak dahulu, para pendengki, superior, Yahudi, penganut paganisme, pelaku maksiat selalu dan akan tetap berbuat kerusakan sampai kapanpun dan dimanapun.

Dahulu dan kini, kesalahan yang membuat manusia ditindas, difitnah, dihujat dan diperangi hanya karena mereka berkata Tuhan kami Allah yang Maha Perkasa dan Terpuji, kemudian mereka konsisten di jalanNya dengan mengikuti sunnah NabiNya, mengajak kepada yang ma’ruf dan menolak kemungkaran. Itu saja, tiada yang lain!

Hari ini isu radikalisme dan terorisme rajin digembor-gemborkan. Hal seperti itu ada yang bentuk pesanan, tergantung siapa dalang di belakang layar (who is behind). Kita hanya butuh sedikit kecerdasan untuk membuka tabir sehingga tidak termakan istilah menyesatkan di era global.

Berbagai dukungan terus digalang, mencari pembenaran sesuai selera dan hawa nafsu, beginilah keadaan para pembantah yang ingin melenyapkan kebenaran dengan cara batil namun dibungkus dengan nuansa formal.

Sebab, apapun alasannya, pembunuhan, kezaliman, kebodohan, perpecahan tidak bisa dibenarkan dalam ajaran Islam yang lurus lagi benar. Sejak kapan Islam berubah haluan menjadi para peneror? Mungkin sejak media dikuasai Barat terus menebar fitnah dan sejak mereka memanfaatkan kebodohan umat Islam yang mudah terbawa arus dan subhat.

Cukup firman Allah Ta’ala bagi kita:

قُلْ مَن يَرْزُقُكُم مِّنَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ قُلِ اللَّهُ وَإِنَّا أَوْ إِيَّاكُمْ لَعَلَى هُدًى أَوْ فِي ضَلَالٍ مُّبِينٍ

Katakanlah: “Siapakah yang memberi rezeki kepadamu dari langit dan dari bumi?” Katakanlah: “Allah”, dan Sesungguhnya kami atau kamu pasti berada dalam kebenaran atau dalam kesesatan yang nyata.” (QS. Saba: 24).*

Mari kita sibukkan beramal shalih, tidak berhenti berdakwah, hatta, fitnah zaman makin gencar.*

Penulis dosen Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Dakwah Universitas Islam Bandung

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:amal shalihdakwahfitnahmediaNabiteror
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Soal Gafatar, Gus Sholah Ingatkan Masyarakat Lebih Kuatkan Pemahaman Agama
Tulisan selanjutnya Iran Sebabkan Satu Juta Kematian di Timur Tengah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Berita
3 Juni 2026 12:08
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?