Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Jangan jadi Hamba Fir’aun

Masykur Abu Jaulah
Terakhir diupdate: 17 Desember 2016 06:52 6:52 am
Masykur Abu Jaulah
Dipublikasikan 17 Desember 2016 07:30
Bagikan
Bagikan

KALAP dan frustasi. Dua kata itu mungkin bisa menggambarkan sosok Firaun, sang diktator Mesir, kala itu.

Seketika Firaun murka menyaksikan peristiwa itu terjadi di depan matanya.

Tak ada yang menyangka, tongkat Nabi MusaAlaihi as-salam (As) sanggup berubah ular besar yang menelan puluhan hingga ratusan ular-ular ciptaan tukang sihir Fir’aun.

Belum reda kegalauan Fira’aun, tiba-tiba para tukang sihir yang selama ini menjadi orang kepercayaannya, mendadak sujud di tengah lapangan.

“Sesungguhnya kami menyatakan beriman kepada Rabb semesta alam.  Tuhan yang disembah Musa dan Harun,” aku mereka tegas.

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

Sontak darah Fir’aun langsung mendidih. “Tak ada yang bisa berbuat apapun kecuali atas seizinku,” Seru Fir’aun dengan suara menggelegak.

“Sungguh kalian harus bersiap menanggung semua akibat perbuatanmu,” Ancam Fir’aun marah.

Mewaspadai Karakter “Firaun” dalam Diri

Suasana yang tadinya ramai dengan sorak sorai penonton kini menjadi senyap tak bersuara.

Fir’aun benar-benar kalap dan murka. Ia bahkan mengancam akan membunuh siapa saja yang tak sepaham dengannya.

Bukan cuma itu, Fir’aun juga berjanji memotong tangan dan kaki mereka.

“Bahkan aku akan salib kalian di pohon-pohon kurma,” teror Fir’aun brutal

Apa Setelah Iman?

Kisah mukjizat di atas direkam secara jelas dalam al-Qur’an.

Tentu saja kisah tersebut bukan sekadar sejarah masa lalu atau cerita indah tanpa memiliki ibrah.

Sebab sejarah bukan cuma bercerita tentang peristiwa, nama, tempat, atau tanggal kejadian.

Tapi di sana ada telaga jernih, tempat setiap insan beriman berkaca akan perjalanan keimanannya.

Menilik kisah para tukang sihir Fir’aun, sejatinya kehidupan mereka sudah dilimpahi materi dunia.

Mereka adalah kaki tangan yang dipercaya sepenuhnya oleh Fir’aun. Kepadanya, penguasa Mesir itu merasa wajib meminta nasihat atau pandangan sebelum ia bertindak. Belum lagi jaminan harta yang terbilang meruah.

Namun itulah hakikat kehidupan manusia. Segala sesuatu yang tak bersangkut paut dengan keimanan menjadi nihil dan tak bermanfaat.

Orang itu boleh merasa senang atau bahagia. Tapi sesungguhnya seluruh yang dianggap megah dan mewah itu justru menjadi semua.

Ibarat fatamorgana, semua hanya ilusi yang menipu.

Selanjutnya, lalu apa yang membedakan antara orang beriman dan yang tidak beriman?

Tak lain, yang utama adalah orientasi hidup yang seketika berubah dan harus berubah.

Bahwa orang beriman punya Allah sebagai sandaran hidupnya. Bukan yang lain sebagaimana biasa dipertuhankan oleh manusia-manusia yang lalai.

Mumifikasi di Mesir Sudah ada Sebelum Zaman Firaun

Dengan Allah sebagai sandaran dan Akhirat sebagai orientasi hidup, maka worldview orang tersebut menjadi tidak sama dengan orang-orang yang bekerja hanya untuk kepentingan materi dunia.

Bagi orang beriman, nikmat hidup dan karunia materi yang diberikan menjadi sarana untuk memperjuangkan nikmat iman dan hidayah.

Sebab diyakini, nikmat iman itulah yang paling mahal dan paling berharga dalam kehidupan manusia.

Sebaliknya, orang-orang yang terbuai hawa nafsu dan serakah akan materi dunia, mereka tak segan mengorbankan nikmat iman sekadar untuk mendapatkan nikmat materi dan nikmat hidup.

Padahal kedua nikmat tersebut lebih rendah daripada nikmat hidayah di sisi Allah, kelak.

Lihat saja para tukang sihir Fir’aun tersebut. Usai jiwa mereka tercelup oleh nikmat hidayah, seketika iman itu menjadi motor yang menggerakkan mereka.

Dengan gagah berani mereka mendeklarasikan keimanannya di hadapan Fir’aun. Bahkan secara heroik mereka menyatakan tidak masalah dengan ancaman teror Fir’aun.

Padahal mereka tahu betul seperti apa Fir’aun, sang tukang jagal itu ketika marah.

قَالُواْ لَا ضَيۡرَ‌ۖ إِنَّآ إِلَىٰ رَبِّنَا مُنقَلِبُونَ (٥٠) إِنَّا نَطۡمَعُ أَن يَغۡفِرَ لَنَا رَبُّنَا خَطَـٰيَـٰنَآ أَن كُنَّآ أَوَّلَ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ (٥١)

“Tidak masalah. Sesungguhnya kepada Tuhan kamilah, kami akan kembali. Sesungguhnya kami sudah sangat berharap Allah mengampuni dosa-dosa dan kesalahan-kesalahan kami, dan kami betul-betul berharap menjadi orang-orang awal beriman.” (QS. Asy-Syuara [26]: 50-51).*/Masykur

Redaktur: Masykur Abu Jaulah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:"aksi damai bela Islam adili ahok"12 yayasanImanorang berimansimbol kesombongan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Mengaku Pernah Membunuh 3 Penjahat, Presiden Filipina Sebut itu Bagian Dari Perang Lawan Narkoba
Tulisan selanjutnya Lembaga HAM Miliki Bukti Pembumihangusan Desa Warga Rohingya

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

vape covid
Berita

Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram

Berita
31 Mei 2026 02:22
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Masjid Al Aqsha BSD Sembelih 198 Hewan Qurban, Distribusi hingga Aceh dan NTT

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?