Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Perjuangan Panjang dan Iman Tanpa Syarat

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 21 Februari 2017 10:53 10:53 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 21 Februari 2017 10:53
Bagikan
Bagikan

UMAT Islam di abad modern ini sedang melewati fase goncangan dan kemunduran di titik nadir akibat akumulasi ratusan tahun keterpurukan.

Sampai- sampai orang yang paling pesimis dalam barisan umat Islam tidak percaya bahwa akan sejauh ini dekadensi itu.

Goncangan yang menimpa umat; musibah yang bertubi-tubi menerjang, ujian-ujian yang mematahkan, kejadian-kejadian yang cepat dan sporadis menggetarkan eksistensinya, semua ini menyebabkan trauma yang mendalam  dalam diri umat Islam dan ketakutan yang ekstrem.

Rasa takut ini berhasil menciutkan mental umat Islam, melumpuhkannya, menjatuhkan panji-panjinya, menggoyang keyakinannya, dan mengubah kesatuan menjadi perpecahan dan perselisihan berkepanjangan.

Dan yang lebih menyakitkan dari goncangan ini adalah hilangnya Qiyadah (kepimpinan) ‘Alamiyah Islam, lenyap ia bersama gelapnya fitnah dan pertempuran; sempoyongan umat berjalan menahan serbuan musuh dari segala penjuru, sampai sampai umat ini berteriak dengan kuat: Dimana pemimpin kami, siapa yang menyelamatkan kami, dimana jalan keluar, ‘Apakah masih ada harapan?’.

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

Baca:  Ujian dalam Menapaki Perjuangan

Dalam kondisi seperti ini, ada di antara kaum Muslimin yang mencari jalan keluar dengan menghibur diri dalam khayalan dan mimpi, waktunya habis dalam angan-angan dan ilusi.

Sebagian yang lain menunggu kapan datang Imam Mahdi mengubah keadaan negeri, mereka melupakan asbab (sebab-sebab), yang ada dalam pikiran mereka bahwa Al-Masih Dajjal pasti akan melumat dan menghabisi.

Sebagian yang lain; asyik ‘bernyanyi’ dengan masa lalunya. ‘Dulu kami…, dulu kami…’. Akhirnya habis waktu untuk melempar tuduhan-tuduhan kepada selain dari komunitasnya, atau yang tidak sependapat dengannya.

Ada juga yang merasa sudah tidak punya harapan, bahkan mereka sudah “kafir” dengan istilah harapan itu, bagi mereka; tidak ada cahaya kebaikan, habis mereka digerogoti dengan penyakit putus asa.

İni belum termasuk umat Islam yang salah memilih jalan, mereka menganggap bahwa pembunuhan dan kekerasan adalah satu-satunya jalan kebahagiaan. Membunuh atau bunuh diri. Tidak ada dalam kamus mereka bahwa umat Islam itu Rahmatan Lil Alamin, kasih sayang untuk semesta alam.

Macam-macam corak pikiran umat Islam yang disebutkan di atas kelihatan aneh, namun yang lebih aneh dan ajaib adalah, ada di antara umat Islam yang tidak sadar bahwa sekarang agamanya sedang digoncang, tidak ada zalzalah (goncangan) itu menurut mereka.

Mereka lupa bahwa Allah Subhanahu wa Taala sudah memproklamirkan dalam Al-Quran:

(أَمْ حَسِبْتُمْ أَنْ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَأْتِكُمْ مَثَلُ الَّذِينَ خَلَوْا مِنْ قَبْلِكُمْ ۖ مَسَّتْهُمُ الْبَأْسَاءُ وَالضَّرَّاءُ وَزُلْزِلُوا حَتَّىٰ يَقُولَ الرَّسُولُ وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَهُ مَتَىٰ نَصْرُ اللَّهِ ۗ أَلَا إِنَّ نَصْرَ اللَّهِ قَرِيبٌ)

“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu cobaan sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu. Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan dengan bermacam-macam cobaan sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman yang bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah.” Ingatlah sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.” (Al-Baqarah: 214).

Saudaraku  -semoga Allah merahmati, bahwa ujian dan goncangan adalah ketetapan dan Sunnah Rabbaniyah yang tidak berubah dan tergantikan.

Baca: Yang Ikhlas dan Thaqha’ dalam Shaf Perjuangan (1)

Keberhasilan melewatinya adalah indikasi sukses meniti jalan ke Surga. Al-Qur’an menganggap aneh pikiran-pikiran yang menganggap Surga itu mudah diraih tanpa ujian sebagaimana ummat terdahulu.

Umat Islam yang tidak faham akan realita ini, akan mudah ditimpa kebimbangan dan kegelisahan. Mereka akan hilang keseimbangan bahkan akan merubah titik tolak dalam perjalanan ini.

Para Sahabat -semoga Allah meridhoi – telah melewati goncangan ini sebagaimana diabadikan dalam al-Qur’an, yaitu pada Perang Ahzab, dimana goncangan kepada mereka bukan sebatas ketakutan maknawi semata, melainkan ketakutan yang merasuk tubuh dan dirasakan secara zahir.

إِذْ جَاؤُوكُم مِّن فَوْقِكُمْ وَمِنْ أَسْفَلَ مِنكُمْ وَإِذْ زَاغَتْ الْأَبْصَارُ وَبَلَغَتِ الْقُلُوبُ الْحَنَاجِرَ وَتَظُنُّونَ بِاللَّهِ الظُّنُونَا

هُنَالِكَ ابْتُلِيَ الْمُؤْمِنُونَ وَزُلْزِلُوا زِلْزَالاً شَدِيداً

“(Yaitu) ketika mereka datang kepadamu dari atas dan dari bawahmu, dan ketika tidak tetap lagi penglihatan(mu) dan hatimu naik menyesak sampai ke tenggorokan dan kamu menyangka terhadap Allah dengan bermacam-macam prasangka. Di situlah diuji orang-orang Mukmin dan digoncangkan (hatinya) dengan goncangan yang sangat dahsyat.” (QS: Al-Ahzab: 10-11).

Potongan akhir ayat ini mengabarkan bahwa goncangan ini berhasil menggetarkan hati mereka, menguji ketangguhan iman mereka. Ujian yang begitu berat menampakkan wajah sejati pejuang kebenaran dan wajah orang orang yang belum meresap keimanan  dalam sanubari.

 Baca: Antara yang Ikhlas dan Thaqha’ dalam Shaf Perjuangan (2)

{لَئِنْ لَمْ يَنْتَهِ الْمُنَافِقُونَ وَالَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ وَالْمُرْجِفُونَ فِي الْمَدِينَةِ لَنُغْرِيَنَّكَ بِهِمْ ثُمَّ لَا يُجَاوِرُونَكَ فِيهَا إِلَّا قَلِيلًا} [الأحزاب: 60، 61]

“Sesungguhnya jika tidak berhenti orang-orang munafik; Orang-orang yang berpenyakit dalam hatinya dan orang-orang yang menyebarkan kabar bohong di Madinah (dari menyakitimu), niscaya kami perintahkan kamu (untuk memerangi) mereka, kemudian mereka tidak menjadi tetanggamu (di Madinah) melainkan dalam waktu yang sebentar.” (QS: al Ahzab: 60-61)

Ikhwah sekalian, apa yang menimpa mereka kemudian terulang kembali. Ujian itu persis menimpa umat Islam hari ini.

Di mana Allah? Kenapa Allah “rela” ketika agamanya dihina? Umatnya dibantai? Kenapa Allah tidak memberi karomah dan mukjizat-Nya? Kenapa Allah tidak menghabisi semua musuh-musuh-Nya? Kenapa…. kenapa…. Pertanyaan seperti ini sering terlontar di setiap dada umat Islam.

Sebenarnya teriakan ini menggambarkan kualitas tauhid kita, seakan-akan iman kita adalah iman bersyarat. “Kami beriman jika tidak ada ujian, kami beriman tanpa perlu penyaringan, kami beriman dengan syarat jauh dari gangguan; kami beriman namun harus terealisasi semua keinginan dan harapan.”

Inilah fakta, kita belum menyadari bahwa perjuangan itu maknanya adalah perjuangan.

Baca:  Persaudaraan bisa menjadi Modal Perjuangan Islam

Jalan Islam ini -sebagaimana jalan para penyeru kebaikan sepanjang sejarah- tidak mudah dan asyik-asyik saja. Kadang ia berjalan manis, sebaiknya justru dipenuhi dengan kendala dan kesulitan.

Jalan ini panjang lagi berat, berdiri di atas kesungguhan dan pengorbanan; berhamparkan duri, peluh, dan darah. Menuntut kesabaran, ketegaran, dan dedikasi penuh untuk Allah Subhanahu wa Taala.

Kewajiban kita adalah memahami realita ini. Mengerti tabiat musuh dan pertempuran kita sebenarnya. Musuh menginginkan agar umat Islam gagal memahami Zalzalah dan ujian ini serta hilang At-Siqah (sikap percaya diri) dalam diri mereka. Dan akhirnya mereka kehilangan harapan dan asa.

Mari kita kembali belajar, agar tabir Zalzalah ini terbuka dengan jelas. Dan yang terpenting lagi, kewajiban kita adalah kembali kepada Allah Azza wa Jalla secara total dan bersandar hanya kepada-Nya, dengan berdoa dan berusaha -sebagai bentuk Akhzu bil asbab- dengan penuh kesabaran.*/Muzhirul Haq, Ketua Komunitas el-Fatah Balikpapan, anggota PENA, kuliah di Istanbul, Turki

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:fitnah terhadap umatgoncangangoncangan yang menimpa umatIman Tanpa Syaratkemunduran IslamkepimpinanmusibahPerang AhzabPerjuangan IslamQiyadahujianzalzalah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Jika Nilai Kebenaran Dirusak, Itulah Isyarat Kemunculan Dajjal
Tulisan selanjutnya Terkait Penyelewengan Dana Uni Eropa, Markas Partai Anti-Islam Prancis Digeledah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’

Berita
13 Juli 2026 18:00
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?