Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Wa Nahnu Ushbah

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 5 Desember 2018 09:27 9:27 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 5 Desember 2018 09:27
Bagikan
Bagikan

DALAM satu percakapan, saudara-saudara Nabi Yusuf, semoga Allah selalu melimpahkan keselamatan atasnya, berkata kepada sebagian lainnya.

إِذْ قَالُواْ لَيُوسُفُ وَأَخُوهُ أَحَبُّ إِلَى أَبِينَا مِنَّا وَنَحْنُ عُصْبَةٌ

“… Sesungguhnya Yusuf dan saudaranya lebih dicintai ayah daripada kita, padahal kita adalah satu golongan yang kuat (wa nahnu ushbah)…” (Yusuf [12]: 8).

Di percakapan berikutnya, di hadapan sang ayah Nabi Ya’qub yang semoga Allah juga menghadiahi keselamatan padanya, juga terekam ucapan saudara-saudara Yusuf:

قَالُواْ لَئِنْ أَكَلَهُ الذِّئْبُ وَنَحْنُ عُصْبَةٌ إِنَّا إِذاً لَّخَاسِرُونَ

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

“… Jika dia dimakan serigala, padahal kami kelompok yang kuat (wa nahnu ushbah), kalau demikian tentu kami orang-orang yang rugi,” (Yusuf [12]: 14).

Baca:   4 Golongan Manusia Menurut Imam Al-Ghazali 

Wa nahnu ushbah (dan kami kelompok yang kuat). Ungkapan ini setidaknya berulang dua kali dalam al-Qur’an saat menceritakan kisah Nabi Yusuf putra Nabi Ya’qub yang sekaligus cucu dari Nabi Ishaq dan seterusnya Nabi Ibrahim alaihim as-salam.

Dalam kaidah bahasa Arab, pengulangan kata (tikrar) baik secara lafazh ataupun makna, mengandung makna penegas (taukid) dari biasanya.

Setidaknya ada hikmah bahwa  merasa lebih baik, lebih kuat, lebih hebat, dan sebagainya adalah bagian daripada penyakit hati yang mesti dihindari.

Sebab ia akan menutupi fitrah manusia sebagai makhluk sosial yang membutuhkan peran orang lain dalam hidupnya.

Bahayanya lagi, iman akan tercoreng dan hidayah jadi terblokir oleh sikap angkuh tersebut. Hal ini sejalan dengan pesan Rasulullah ﷺ:

“Tidak akan masuk Surga, orang yang ada di dalam hatinya sebesar biji sawi kesombongan.” (Riwayat Muslim).

Baca:  Jadilah Muslim Paling Kuat

Dalam lanjutan hadits di atas, Nabi juga menegaskan pengertian kesombongan itu, “Adapun kesombongan itu adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia.“ (Riwayat Muslim).

Soalannya, lalu bagaimana meretas bibit keangkuhan itu? Salah satunya dengan melebur diri dalam ukhuwah dan jamaah bersama kaum Muslimin. Caranya dengan menjadi saudara bagi lainnya karena dorongan keimanan.

Itulah indahnya Islam. Orang sanggup menanggung sakit karena rintihan saudaranya yang lain. Sebagaimana ia serta merta turut bersenang  hati dengan bahagia yang dirasakan saudaranya.

Dalam ukhuwah imaniyah, pekerjaan paling utama adalah mengikis habis thagha (rasa lebih) yang bercokol dalam jiwa. Sedapat mungkin ia harus menekan perasaan lebih baik, lebih hebat, lebih tinggi, hingga lebih berjasa dari lainnya.

Sebaliknya, ia senantiasa diingatkan akan kebersamaan, keberjamaahan untuk selalu berbagi kebaikan, manfaat, dan membantu sesama. Sebab hari ini sebagian manusia terbuai mimpi menjadi seorang pemimpin tapi belum tentu ia siap dipimpin. Ia suka berbicara banyak tapi belum pasti sudi mendengar walau sedikit dari nasihat orang lain.

Baca:  Jadilah Muslim yang Berpendirian!

Tak heran, inilah yang bikin kejang orang yang di hatinya ada kebencian yang bersarang. Ada dengki yang mengarang menbuat dia serba meriang, hanya gara-gara persatuan umat Islam makin kencang menggelombang.

Di sisi lain, ungkapan “wa nahnu ushbah” bisa menjadi alarm pengingat diri. Bahwa di antara sebab kaum Muslimin tidak diberi kemenangan oleh Allah, justru ketika anggota pasukan berjumlah banyak dan bersenjata lengkap.

Sayangnya, saat itu mereka langsung dimabuk euforia bayangan kemenangan. Hingga lupa memohon bantuan pertolongan kepada Allah.

Alhasil, Allah berfirman:

لَقَدْ نَصَرَكُمُ اللّهُ فِي مَوَاطِنَ كَثِيرَةٍ وَيَوْمَ حُنَيْنٍ إِذْ أَعْجَبَتْكُمْ كَثْرَتُكُمْ فَلَمْ تُغْنِ عَنكُمْ شَيْئاً وَضَاقَتْ عَلَيْكُمُ الأَرْضُ بِمَا رَحُبَتْ ثُمَّ وَلَّيْتُم مُّدْبِرِينَ

“Sesungguhnya Allah telah menolongmu di tempat tempat yang banyak dan di hari Perang Hunain. Ingatlah di saat itu kalian merasa ujub dengan jumlah yang banyak, padahal jumlah yang banyak itu tidak bermanfaat sedikitpun untuk kalian dan menjadi sempitlah bumi yang luas itu bagi kalian dan kalianpun lari ke belakang,” (QS: At-Taubah [9]: 25).*/Masykur

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:kelompok kuatMuslimmusuhNabi Ya'qubNabi Yusuf
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Effendi: Peserta Reuni 212 Ungkapkan Ketidakadilan
Tulisan selanjutnya Aa Gym: 212 Aset Bangsa Karunia Allah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing

Berita
2 September 2026 15:07
Presiden Iran: Jangan Biarkan Wilayah Negara Muslim Dipakai Menyerang Sesama
Nyamuk Datang Naik Pesawat Dua Pekerja Bandara Jerman Meninggal Karena Malaria
Suriah Angkat Pemimpin YPG Jadi Penasihat Kepresidenan
Mayat Hanyut Hingga ke India, Korban Jiwa Banjir Nepal-China 750 dan >3.000 Orang Hilang

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?