Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Bagilah Informasi Kepada Orang yang Tepat

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 27 Maret 2020 09:49 9:49 am
Insan Kamil
Dipublikasikan 27 Maret 2020 09:43
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com | JIKA ditanya kapan praktik jurnalistik pertama kali muncul? Maka jawabnya sejak sekitar 1.000 tahun sebelum masehi. Kok bisa? Ya. Sebab, ketika itu, Raja Firaun, Amenhotep III, sering mengirimkan ratusan pesan kepada para perwiranya yang bertugas di provinsi-provinsi di Mesir untuk mengkhabarkan apa yang tengah terjadi di ibu kota.

Namun, praktik seperti ini tentu saja jauh berbeda dengan praktik jurnalisme profesional seperti sekarang. Pada masa itu lebih tepat bila kita sebut cikal bakal munculnya praktik jurnalistik. Sebab, ketika itu, ada pesan yang disampaikan lewat media.

Dulu, praktik komunikasi dengan perantaraan media tak mengkhawatirkan. Sebab, pesan disampaikan kepada orang yang tepat. Sekarang, kemajuan teknologi informasi justru membuat praktik jurnalistik menjadi berbahaya. Pesan tidak lagi tersampaikan kepada orang yang tepat.

Dalam peristiwa belakangan ini, misalnya. Banyak sekali informasi berseliweran tentang korban virus corona yang barjatuhan secara tragis. Padahal, apakah masyarakat membutuhkan itu? Tidak! Masyarakat hanya butuh cerita tragis itu dalam dosis yang tepat. Cerita yang jauh lebih dibutuhkan mereka adalah tentang kesembuhan, upaya yang pantang menyerah, dan keyakinan bahwa mereka bisa meghadapi semua ini.

Belum lagi bila kita berbicara tentang jurnalisme warga, banyak sekali informasi yang tidak tepat sasaran, tidak tepat situasi, dan tidak tepat waktu, karena syahwat ingin segera berbagi cerita. Ceramah di sebuah masjid, misalnya, barangkali hanya cocok didengar oleh jamaah di masjid tersebut yang memang telah terdidik. Bila ceramah itu diam-diam direkam, lalu dibagi kepada publik, maka boleh jadi yang muncul adalah praduga, tudingan, bahkan fitnah.

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

Padahal, Islam menganjurkan agar kita memperhatikan kondisi masyarakat yang kita dakwahi, termasuk materi dakwahnya, bila hendak berdakwah kepada sebuah masyarakat. Materi dakwah yang bermanfaat untuk kaum awam, belum tentu bermanfaat untuk kaum terdidik. Begitu pula sebaliknya. Jika dipukul rata, boleh jadi akan memicu timbulnya konflik.

Sebegitu pentingnya hal ini sampai Imam Bukhari membuat bab dalam Shahihnya tentang mengkhususkan sebuah ilmu kepada suatu kaum yang tidak boleh disampaikan kepada kaum yang lain karena khawatir akan salah persepsi. Beliau menukil perkataan Ali bin Aabi Thalib, “Berbicaralah kepada orang banyak dengan apa yang dapat mereka pahami. Sukakah kalian bila mereka nanti mendustai Allah Azza wa Jalla dan Rasul-Nya?”

Ibu Masud juga berkata hal senada. “Tidakkah kamu menyampaikan sesuatu yang tidak dapat dicerna oleh akal suatu kaum, melainkan akan menimbulkan fitnah bagi sebagian mereka.”

Bahkan Islam juga menganjurkan kepada kita agar memperhatikan waktu dan kondisi dalam berdakwah, serta memperhatikan skala prioritas masyarakat yang didakwahi. Kisah mashur tentang Muadz yang diutus oleh Rasulullah ﷺ ke Yaman untuk berdakwah adalah contoh bagaimana dakwah harus dijalankan secara sistematis, bukan semau gue.

Kata Rasulullah ﷺ, sebagaimana diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, “Engkau bakal mendatangi suatu kaum dari kalangan ahli kitab, maka jadikanlah awal dakwahmu kepada mereka adalah peribadatan kepada Allah semata. Jika mereka telah mengenali Allah, sampaikan kepada mereka bahwa Allah mewajibkan atas mereka shalat lima waktu sehari semalam. Jika mereka melakukannya maka sampaikan kepada mereka bahwa Allah mewajibkan atas mereka zakat yang diambil dari orang-orang kaya dan diberikan kepada fakir miskin. Jika mereka menaatinya maka ambillah harta-harta itu dan hindarilah harta-harta kesayangan mereka.”

Jadi, kemajuan teknologi belum tentu melahirkan kemajuan peradaban bila tidak diikuti dengan etika yang benar. Wallahu alam.*/Mahladi M

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ceramahinformasiJurnalistikteknologi informasi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Tips Aktivis Muslimah Mengisi Masa Lockdown di Rumah
Tulisan selanjutnya Wabah Corona dan Imunitas (Iman) Kita

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei

Berita
30 Mei 2026 10:11
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?