Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Ada Hikmah di Balik Kerinduan

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 6 April 2020 14:32 2:32 pm
Insan Kamil
Dipublikasikan 6 April 2020 14:32
Bagikan
Bagikan

Rasulullah SAW berkata, “Tha’un (wabah penyakit) adalah azab yang Allah turunkan pada siapa saja yang Allah kehendaki. Namun Allah menjadikannya sebagai rahmat bagi orang beriman …,” (Riwayat Bukhari).

Syafiq, seorang remaja di pinggiran Jakarta, menangis tersedu-sedu usai mengumandangkan azan Dzuhur di hari Jumat kedua setelah pemerintah setempat tak memperbolehkan masjid menggelar shalat Jumat. “Ia sedih. Ia rindu shalat berjamaah,” kata sang ibu menjelaskan mengapa anaknya menangis usai azan.

Pak Manna, laki-laki tua di Kalimantan Timur, pada suatu siang menatap masjid Ar Riyadh dari kejauhan dengan tatapan rindu. Masjid yang selalu didatanginya setengah jam sebelum kumandang azan itu tak bisa ia dekati. DKM masjid melarang jamaah yang telah berusia 50 tahun untuk sholat bersama-sama di masjid karena imun tubuhnya lemah.

Kerinduan kepada masjid tentu banyak dirasakan oleh mereka yang dekat dengan masjid, sebagaimana Syafiq dan Pak Manna. Rindu saat mengangkat tangan bersama-sama seraya mengucapkan takbir, rindu saat sujud dan rukuk bersama-sama, dan rindu saat-saat duduk berzikir dan berdoa sambil menunggu iqomah dikumandangkan.

Karena kerinduan itulah maka kaum Muslim tak pernah lepas memanjatkan doa kepada Allah Ta’ala, agar Sang Pemilik Kuasa segera mengakhiri musibah ini. Doa yang terlantun di malam-malam buta sambil berurai air mata penuh harap, melebihi harapan seorang anak kepada ibunya, atau seorang budak kepada tuannya. Terasa begitu tak berdayanya manusia dan begitu besarnya kuasa Allah Ta’ala.

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

Kerinduan itu justru mendekatkan kita kepada Sang Pemilik Langit dan Bumi lewat lantunan doa yang penuh harap. Bahkan boleh jadi hari-hari belakangan ini kita justru lebih dekat kepada Allah Ta’ala dibanding hari-hari biasa. Nikmat apalagi yang melebihi kedekatan seorang hamba kepada Rabb-nya?

Di Depok, Jawa Barat, seorang ketua RT menulis di dinding facebooknya, “Salah satu hikmah dari musibah ini adalah terasa bahwa ngumpul itu sebuah nikmat yang selama ini kurang kita syukuri.”

Bukan mereka tak pernah bertemu muka sebelumnya. Selama ini mereka kerap berpapasan saat hendak shalat berjamaah di masjid. Tapi, pertemuan itu berlangsung begitu saja. Hanya sepintas! Setelah itu mereka larut dengan pekerjaan masing-masing. Hanya sekali-kali saja mereka berkumpul dan bersenda gurau.

Wajar bila wabah ini telah memupuk kerinduan mereka untuk kembali bertemu, berjabat tangan, saling memeluk erat, dan bersenda gurau. Wabah ini rupanya telah menyadarkan mereka akan kenikmatan bersilaturahim. Seringkali kenikmatan itu baru amat terasa apabila ia telah dicabut oleh Allah.

Begitulah Allah Ta’ala mengajarkan kepada kita bahwa segala ketentuan-Nya tak ada yang sia-sia bagi orang yang beriman. Berdiamnya orang beriman di rumah karena wabah, akan diganjar oleh Allah Ta’ala pahala sebagaimana pahala orang yang mati syahid meskipun ia sebetulnya tidak meninggal dunia.

Andai pun ia terkena wabah tersebut, lalu lewat perantaraan itu Allah Ta’ala mencabut nyawanya, maka kematiannya pun tak sia-sia. Allah juga menganugerahinya pahala sebagaimana pahala orang yang mati syahid.

Rasulullah SAW berkata, “Tidaklah seorang hamba berada di suatu negeri yang terjangkit wabah di dalamnya, lantas ia tetap di dalamnya, tidak keluar dari negeri tersebut, lalu bersabar dan mengharapkan pahala dari Allah, ia tahu bahwa tidaklah wabah itu terkena melainkan dengan takdir Allah, maka ia akan mendapatkan pahala syahid.” (Riwayat Bukhari). */Mahladi Murni

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:covid-19hikmahislammasjidRinduRindu Masjid
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pandemi Covid-19, Kemenag Tunda Pengumuman Seleksi Petugas Haji
Tulisan selanjutnya Virus Corona dan Pertanyaan terhadap Hati Nurani Manusia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik

Berita
13 Juli 2026 17:00
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?