Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Menyambut Ramadhan di Tengah Pandemi

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 10 April 2020 22:55 10:55 pm
Insan Kamil
Dipublikasikan 10 April 2020 22:55
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com | BIASANYA  sebulan atau dua bulan sebelum Ramadhan, kita masih sibuk dengan pekerjaan. Waktu tilawah menjadi sedikit, hati belum fokus menyambut Ramadhan.

Namun tahun ini berbeda, jika kemudian tidak harus dikatakan istimewa. Dimana tahun ini Allah uji kita dengan wabah. Imbasnya kemudian kita lebih banyak menghabiskan waktu di rumah yang tentu adalah merupakan berkah yang mahal.

Tentunya hal ini menjadikan kita lebih fokus dalam menyambut Ramadhan tahun ini. Ibadah dan tilawah fokus bisa kita lakukan, dalam waktu yang sangat senggang.

Momen ini sangat langka dimana kita bisa benar-benar siap menanti perjumpaan dengan Ramadhan, dimana hati kita sedang fokus kepada Allah.

Ujian ini membuat kita banyak waktu untuk bermunajat karena pekerjaan yang biasa kita lakoni tidak begitu banyak menyita waktu.

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

Ujian ini mungkin cara Allah untuk menjadikan kita lebih fokus dengan Ramadhan tahun ini, sekaligus menebalkan iman kita agar Ramadhan tahun ini sukses menjadikan kita hamba bertakwa yang utuh.

Bukankah begitulah nasihat hamba soleh bernama Lukman yang diabadikan dalam Al-Qur’an, bukan karena dia Nabi tapi setiap perkataannya ada taburan hikmah. Saat dia berkata pada anaknya,

يا بني الذهب والفضة يختبران بالنار والمؤمن يختبر بالبلاء

“Wahai anakku, ketahuilah bahwa emas dan perak diuji keampuhannya dengan api sedangkan seorang mukmin diuji dengan ditimpakan musibah.”

Sikap seorang mukmin memang senantiasa menakjubkan kata Nabi, apapun yang datangnya dari Allah senantiasa baik baginya.

Bahkan keburukan yang ditimpakan yang mungkin bagi orang yang tidak beriman adalah kebencian Allah bagi mereka. Namun bagi seorang mukmin musibah justru adalah berkah yang disamarkan.

Sikap yang demikian menakjubkan itu memang Rasulullah telah tegaskan dalam haditsnya, bahwa hal menakjubkan itu hanya mungkin didapati pada orang mukmin saja.

Karenanya selain kita waspada dengan wabah ini. Akal sehat kita juga mesti merespon bahwa Allah dengan takdirnya, tidak akan pernah melakukan kezoliman sebab itu telah Dia haramkan atas dirinya.

Justru bagi orang yang beriman, kita harus menangkap hikmah dibalik musibah ini sebagai batu loncatan untuk memenangkan pertarungan iman.

Musibah itu tanda cinta, karena mungkin Allah amat rindu dengan munajat kita. Allah dengan takdirnya telah menyelipkan kata cinta dalam musibah.

Salah satu fungsi dari ujian adalah untuk membersihkan segala bentuk dosa agar kita siap menjemput panggilan Allah dalam keadaan bersih tanpa titik noda.

Dari Anas bin Malik, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِعَبْدِهِ الْخَيْرَ عَجَّلَ لَهُ الْعُقُوبَةَ فِى الدُّنْيَا وَإِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِعَبْدِهِ الشَّرَّ أَمْسَكَ عَنْهُ بِذَنْبِهِ حَتَّى يُوَفَّى بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Jika Allah menginginkan kebaikan pada hamba, Dia akan segerakan hukumannya di dunia. Jika Allah menghendaki kejelekan padanya, Dia akan mengakhirkan balasan atas dosa yang ia perbuat hingga akan ditunaikan pada hari kiamat kelak.” (HR. Tirmidzi no. 2396)

Betapa bahagiannya jika musibah berupa wabah ini dapat membersihkan semua dosa kita sebelum berjumpa dengan Ramadhan, agar kita masuk dalam kondisi bersih tanpa dosa pun keluar dengan kondisi demikian.

Ujian bagaikan permainan catur yang telah digerakkan pionnya, Allah ingin melihat bagaimana reaksi kita dalam merespon ujian ini.

Dari Anas bin Malik, beliau ﷺ

إِنَّ عِظَمَ الْجَزَاءِ مَعَ عِظَمِ الْبَلاَءِ وَإِنَّ اللَّهَ إِذَا أَحَبَّ قَوْمًا ابْتَلاَهُمْ فَمَنْ رَضِىَ فَلَهُ الرِّضَا وَمَنْ سَخِطَ فَلَهُ السَّخَطُ

 “Sesungguhnya pahala besar karena balasan untuk ujian yang berat. Sungguh, jika Allah mencintai suatu kaum, maka Dia akan menimpakan ujian untuk mereka. Barangsiapa yang ridho, maka ia yang akan meraih ridho Allah. Barangsiapa siapa yang tidak suka, maka Allah pun akan murka.” (HR. Ibnu Majah no. 4031).

Bukankah ini adalah saat-saat yang sangat tepat untuk bersyukur kepada Allah dengan segala kebaikan berlimpah yang dianugerahkanNya.

Kondisi demikian juga adalah anugrah Allah untuk kita ingat akan dosa dan bertaubat kepada Allah. Bukankah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

اللَّهُ أَفْرَحُ بِتَوْبَةِ عَبْدِهِ مِنْ أَحَدِكُمْ سَقَطَ عَلَى بَعِيرِهِ ، وَقَدْ أَضَلَّهُ فِى أَرْضِ فَلاَةٍ

“Sesungguhnya Allah itu begitu bergembira dengan taubat hamba-Nya melebihi kegembiraan seseorang di antara kalian yang menemukan kembali untanya yang telah hilang di suatu tanah yang luas.” (HR. Bukhari no. 6309 dan Muslim no. 2747).

Saat-saat menanti Ramadhan kali ini demikian berbeda, namun sikap seorang mukmin dengan yang bukan mukmin, mesti berbeda dalam merespon situasi ini. Jika sama maka kita perlu khawatir dengan keimanan kita.

Ada begitu banyak hikmah dibalik takdir Allah yang mungkin bagi kita itu sesuatu yang buruk namun Allah telah menyiapkan kejutan.

Dengan adanya wabah ini kita semakin memahami kegembiraan yang normalnya bisa kita rasakan setiap hari, namun karena terhalangi oleh kesibukan dengan aktifitas di luar rumah.

Kebersamaan dengan istri dan buah hati yang hari-hari sebelumnya agak sulit kita jumpai, pada akhirnya setiap waktu bisa kita habiskan untuk mereka.

Betapa kita mesti harus mensyukuri waktu-waktu berkualitas ini, yang mungkin tak akan kita jumpai lagi nanti.

Betapa banyak hikmah yang berserak, jika kita benar-benar ingin mencarinya. Karena masa sulit sesungguhnya adalah tempat untuk melihat kualitas kedekatan kita kepada Allah.

Seberapa banyak kita mengingat Allah disaat kesulitan ini belum tiba, sebanyak itu pula potensi Allah megingat kita dalam kesusahan.

Nabi ﷺ bersabda,

ﺗَﻌَﺮَّﻑْ ﺇﻟَﻰ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻓِﻲ ﺍﻟﺮَّﺧَﺎﺀِ ﻳَﻌْﺮِﻓُﻚ ﻓِﻲ ﺍﻟﺸِّﺪَّﺓِ

“Kenalilah (ingatlah) Allah  di waktu senang pasti Allah  akan mengenalimu di waktu sempit.” (HR. Tirmidzi)

Jika pertolongan Allah belum juga tiba, perlulah kita sedikit menengok kondisi belakangan adakah kita memang sedemikian layak mendapat pertolonganNya. Atau Allah tak mengenal suara kita sehingga bagiNya kita asing, sebab suara kita tak pernah menembus langit saat kita tengah bahagiah.

Akhirnya mari kita fokus dengan anugrah Allah yang lebih besar, yaitu Ramadhan. Membuktikan bahwa ujian yang Allah berikan justru semakin menguatkan tekad kita untuk berjumpa dengannya.

Mari jadikan waktu stay at home alias #tetapdirumah, menjadi saat yang paling menggembirakan karena kita benar-benar dapat menyambut Ramadhan dengan sambutan yang berkualitas.*/Naser Muhammad

 

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:covid-19pandemiRamadhanvirus corona
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya UEA Tawarkan Bashar al Assad 3 Miliar Dolar AS untuk Serang Pasukan Turki di Suriah
Tulisan selanjutnya Muslimah Gugat Polisi di Yonkers New York, Karena Dipaksa Lepas Hijab

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Berita
3 Juni 2026 12:08
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?